29.9 C
Manado
Jumat, 7 Mei 2021
spot_img

Pesawat Mata-mata Amerika Serikat Cari Kerabat Menhan Prabowo

MANADOPOST.ID – Bala bantuan untuk pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 sudah mulai berdatangan. Kali ini pesawat mata-mata Amerika Serikat (AS) P-8 Poseidon telah tiba di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada Sabtu (24/4) dini hari tadi. Pesawat ini akan bergabung dalam pencarian pada sore nanti.

 

 

Semua kru dalam kapal selam akan dicari, termasuk salah satu kru ‘Tole Minahasa’. Namanya Letda Laut (T) Rhesa Triutomo Sigar. Keluarga Letda Rhesa diketahui masih berkerabat dengan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto. Oma dan opa (kakek-nenek, red) Letda Rhesa, adalah Leentje Rumbay dan Willem Theodorus Sigar. Leentje Rumbay diketahui asal Papakelan, Tondano, Kabupaten Minahasa. Sementara Willem Theodorus Sigar adalah sepupu Dora Sigar, ibu Menhan Prabowo. Letda Rhesa diketahui merupakan bungsu dari tiga dari bersaudara, anak pasangan Simson Godfried Sigar dan Indah Sigar. “Sudah tiba, nanti pukul 16.00 WIT akan take off dari Bali, akan melakukan kegiatan pencarian,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono saat dihubungi, Sabtu (24/4).

 

Pesawat milik Angkatan Laut Amerika Serikat itu tiba di Lanud Ngurah Rai pada Sabtu (24/4) sekitar pukul 03.10 WITA. Pesawat diisi lebih dari 15 kru dan langsung menjalani pemeriksaan dokumen. Pesawat ini memiliki kemampuan sonar hidro karbon, yang dapat mendeteksi uap bahan bakar dari kapal selam. Bantuan ini diharapkan bisa segera membuahkan hasil dengan menemukan KRI Nanggala-402.

Sebagai informasi, KRI Nanggala-402 merupakan salah satu kapal selam dari lima kapal selam yang dimiliki Indonesia. Kapal ini diproduksi perusahaan Jerman pada 1979, dan dibeli oleh Indonesia pada 1981. (jpg)
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru