24.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Kawal Instruksi Jokowi, Mendagri-Menkopolhukan Hari Ini Tinjau Perbatasan Indonesia-Filipina

MANADOPOST.ID— Proses pembangunan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) khususnya di wilayah perbatasan bakal mendapatkan perhatian khusus pemerintah pusat. Memastikan hal itu, Menteri Negeri (Mendagri), serta Menteri Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) secara langsung kunjungi Bumi Nyiur Melambai.

Dalam arahan, Mendagri RI Tito Karnavian mengatakan, Miangas sengaja dipilih dalam kegiatan kunjungan karena merupakan salah satu daerah prioritas. Tito juga mengatakan, Miangas yang merupakan daerah perbatasan yang dekat Filipina harus mendapatkan perhatian khusus.

“Kalau memang kita lihat dan telusuri Miangas ini daerah yang rawan karena merupakan daerah perbatasan. Tentu rawan dari peredaran senjata, narkoba, hingga jalur terorisme. Nah ini yang memang harus diwaspadai. Karena itu kita datang ke Sulut, untuk mengecek langsung akan hal ini,” katanya.

Bahkan Tito juga menyebutkan bahwa kedatangannya dirinya ke Sulut, merupakan instruksi langsung Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) khususnya untuk pemerataan ekonomi di wilayah perbatasan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Juga tentu untuk aspek keamanan. Memang harus, untuk memperkuat daerah-daerah perbatasan termasuk di Miangas. Kita membantu daerah perbatasan, juga pembangunan desa di perbatasan. Karena memang sesuai amanat Undang-Undang (UU). Memang pak presiden memberikan fokus lebih terhadap wilayah perbatasan ini. Besok (hari ini, Red) saya akan mengunjungi Miangas,” imbuhnya.

Di sisi lain, Menkopolhukam RI Mahfud MD meminta agar semua Kepala daerah (Kada) serta TNI/Polri untuk mengamankan situasi politik di Sulut tetap dijaga agar kondusif. Dirinya mengatakan bahwa 15 Kada serta TNI/Polri harus bisa mengawal pelaksanaan Pilkada serentak 2024. Jangan ada oknum yang berupaya menggagalkan kegiatan Pemilu 2024. “Saya ingin ke Talaud besok (hari ini, Red). Disana kita akan membawa bantuan, juga akan membangun rumah sehat dan membawa bantuan lainnya,” ujarnya.

Mahfud mengatakan bahwa dirinya akan melihat secara langsung fasilitas yang ada di Miangas. “Kita memang akan meningkatkan fasilitas di wilayah perbatasan. Bahkan BAZNAS juga akan ikut untuk berpartisipasi memberikan sumbangan di wilayah Miangas. Perbatasan itu harus kita kelola karena menjaga kedaulatan teritorial. Mahal menjaga itu, mungkin memang hanya sebuah pulau. Tapi itu mahal, itu kedaulatan kita. Miangas itu harga mati Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkapnya.

Perbatasan ini menurut Mahfud secara ekonomi akan angkat. Karena Miangas menurutnya adalah rumah bagi Indonesia.

“Semangat pak presiden itu adalah membangun dari pinggiran. Jangan sampai masyarakat di wilayah pinggiran merasa minder. Miangas itu penting, Sulut penting, ini ada di beranda depan NKRI. Tentu itu bisa menjadi ancaman namun juga sebagai peluang. Saya meminta Pak Gubernur Olly Dondokambey untuk terus memahami serta bekerja secara sinergis, karena jika kita salah dalam mengurus dan mengelola perbatasan, yang rugi bukan hanya Sulut, tapi seluruh Indonesia. Maka kita datang kesini, untuk memberikan kesadaran dan menunjukkan ke publik bahwa inilah perlindungan dari Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan, secara geografis Sulut merupakan daerah perbatasan, sehingga Sulut bagian dan benteng NKRI. Berkat sinergitas, sampai saat ini Sulut terus menjadi garda terdepan bangsa. “Tantangan-tantangan lain seperti pandemik, Sulut dalam keadaan aman.

Berbagai kegiatan perekonomian sudah tumbuh positif 3,86 persen tumbuh. Tetapi percepatan pembangunan terus dilakukan. Kiranya kita tetap bersinergi dan pertemuan ini sangat penting menjaga ketahanan dan pertahanan,” tutupnya. (ewa)

MANADOPOST.ID— Proses pembangunan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) khususnya di wilayah perbatasan bakal mendapatkan perhatian khusus pemerintah pusat. Memastikan hal itu, Menteri Negeri (Mendagri), serta Menteri Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) secara langsung kunjungi Bumi Nyiur Melambai.

Dalam arahan, Mendagri RI Tito Karnavian mengatakan, Miangas sengaja dipilih dalam kegiatan kunjungan karena merupakan salah satu daerah prioritas. Tito juga mengatakan, Miangas yang merupakan daerah perbatasan yang dekat Filipina harus mendapatkan perhatian khusus.

“Kalau memang kita lihat dan telusuri Miangas ini daerah yang rawan karena merupakan daerah perbatasan. Tentu rawan dari peredaran senjata, narkoba, hingga jalur terorisme. Nah ini yang memang harus diwaspadai. Karena itu kita datang ke Sulut, untuk mengecek langsung akan hal ini,” katanya.

Bahkan Tito juga menyebutkan bahwa kedatangannya dirinya ke Sulut, merupakan instruksi langsung Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) khususnya untuk pemerataan ekonomi di wilayah perbatasan.

“Juga tentu untuk aspek keamanan. Memang harus, untuk memperkuat daerah-daerah perbatasan termasuk di Miangas. Kita membantu daerah perbatasan, juga pembangunan desa di perbatasan. Karena memang sesuai amanat Undang-Undang (UU). Memang pak presiden memberikan fokus lebih terhadap wilayah perbatasan ini. Besok (hari ini, Red) saya akan mengunjungi Miangas,” imbuhnya.

Di sisi lain, Menkopolhukam RI Mahfud MD meminta agar semua Kepala daerah (Kada) serta TNI/Polri untuk mengamankan situasi politik di Sulut tetap dijaga agar kondusif. Dirinya mengatakan bahwa 15 Kada serta TNI/Polri harus bisa mengawal pelaksanaan Pilkada serentak 2024. Jangan ada oknum yang berupaya menggagalkan kegiatan Pemilu 2024. “Saya ingin ke Talaud besok (hari ini, Red). Disana kita akan membawa bantuan, juga akan membangun rumah sehat dan membawa bantuan lainnya,” ujarnya.

Mahfud mengatakan bahwa dirinya akan melihat secara langsung fasilitas yang ada di Miangas. “Kita memang akan meningkatkan fasilitas di wilayah perbatasan. Bahkan BAZNAS juga akan ikut untuk berpartisipasi memberikan sumbangan di wilayah Miangas. Perbatasan itu harus kita kelola karena menjaga kedaulatan teritorial. Mahal menjaga itu, mungkin memang hanya sebuah pulau. Tapi itu mahal, itu kedaulatan kita. Miangas itu harga mati Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ungkapnya.

Perbatasan ini menurut Mahfud secara ekonomi akan angkat. Karena Miangas menurutnya adalah rumah bagi Indonesia.

“Semangat pak presiden itu adalah membangun dari pinggiran. Jangan sampai masyarakat di wilayah pinggiran merasa minder. Miangas itu penting, Sulut penting, ini ada di beranda depan NKRI. Tentu itu bisa menjadi ancaman namun juga sebagai peluang. Saya meminta Pak Gubernur Olly Dondokambey untuk terus memahami serta bekerja secara sinergis, karena jika kita salah dalam mengurus dan mengelola perbatasan, yang rugi bukan hanya Sulut, tapi seluruh Indonesia. Maka kita datang kesini, untuk memberikan kesadaran dan menunjukkan ke publik bahwa inilah perlindungan dari Pemerintah Pusat,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengatakan, secara geografis Sulut merupakan daerah perbatasan, sehingga Sulut bagian dan benteng NKRI. Berkat sinergitas, sampai saat ini Sulut terus menjadi garda terdepan bangsa. “Tantangan-tantangan lain seperti pandemik, Sulut dalam keadaan aman.

Berbagai kegiatan perekonomian sudah tumbuh positif 3,86 persen tumbuh. Tetapi percepatan pembangunan terus dilakukan. Kiranya kita tetap bersinergi dan pertemuan ini sangat penting menjaga ketahanan dan pertahanan,” tutupnya. (ewa)

Most Read

Artikel Terbaru

/