24.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Banner Mobile (Anymind)

#Save Residen Unsrat, Dokter Gelar Demo Simpatik

- Advertisement -

MANADOPOST.ID—#Safe Residen Unsrat. Hashtag atau tagar ini ramai dikirimkan di akun Instagram Manado Post (@manado.post.id).

Informasi dihimpun koran ini, banyak sekali netizen mensupport para calon dokter spesialis yang bertugas di RS Prof Kandou. Aspirasi mereka meminta Rektorat Unsrat memberikan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau SPP, hingga kini belum direspon. Padahal setiap hari merekalah ujung tombak menangani orang sakit dan pasien Covid-19.

“Selain tak diberi insentif oleh pemerintah, ekonomi keluarga kami lagi terganggu hebat akibat badai corona. Ironisnya Unsrat tak mau tahu dan mewajibkan harus membayar UKT Rp24 juta per orang dan dideadline 26 Juli,” kata sejumlah residen.

Mereka prihatin. Sebab jika tak bayar, otomatis mereka tak bisa membantu pihak rumah sakit. Sebab akan dinyatakan cuti. “Beginikah kampus yang ber-tagline Si Tou Timou Tumou Tou atau manusia hidup memanusiakan manusia lain ?,” tulis mereka.

- Advertisement -

Kepada koran ini, Koordinator Residen dr Jacob Pajan mengatakan, hari ini, mereka akan menggelar aksi unjuk rasa simpatik lagi. “Selain menyampaikan aspirasi, kami akan membagikan masker dan lain-lain. Ini sebagai kepedulian kami terhadap warga kampus yang terdampak,” katanya, didampingi coordinator lainnya.

Netizen juga terpantau ramai-ramai menandai akun Presiden RI Joko Widodo @jokowi di kolom komentar. “Ini namanya kerja dengan hati dengan resiko yang mengancam nyawa @jokowi #saveresidenunsrat,” tulis akun @di***l.

“Empati itu dibutuhkan pada saat dokter-dokter yang berjuang di depan itu masih hidup dan melayani. Kalau sudah mati tidak ada gunanya! #residentlifematters @jokowi,” tambah akun @iv***su**.

Tak hanya akun Jokowi, akun Kemendikbud, Mendikbud Nadiem Makarim, dr Tirta, BTP, hingga Deddy Corbuzier, juga ditandai para netizen. Tak hanya Instagram, di netizen Facebook juga ikut bersuara terkait hal ini.

“Unsrat ini milik pemerintah. Semoga yth gubernur dan wali kota bisa saling bantu untuk meringankan beban para residen. Politik dikesampingkan dulu, saat ini di masa pandemi cobalah untuk saling bekerja sama,” tukas mereka.(*)

MANADOPOST.ID—#Safe Residen Unsrat. Hashtag atau tagar ini ramai dikirimkan di akun Instagram Manado Post (@manado.post.id).

Informasi dihimpun koran ini, banyak sekali netizen mensupport para calon dokter spesialis yang bertugas di RS Prof Kandou. Aspirasi mereka meminta Rektorat Unsrat memberikan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau SPP, hingga kini belum direspon. Padahal setiap hari merekalah ujung tombak menangani orang sakit dan pasien Covid-19.

“Selain tak diberi insentif oleh pemerintah, ekonomi keluarga kami lagi terganggu hebat akibat badai corona. Ironisnya Unsrat tak mau tahu dan mewajibkan harus membayar UKT Rp24 juta per orang dan dideadline 26 Juli,” kata sejumlah residen.

Mereka prihatin. Sebab jika tak bayar, otomatis mereka tak bisa membantu pihak rumah sakit. Sebab akan dinyatakan cuti. “Beginikah kampus yang ber-tagline Si Tou Timou Tumou Tou atau manusia hidup memanusiakan manusia lain ?,” tulis mereka.

Kepada koran ini, Koordinator Residen dr Jacob Pajan mengatakan, hari ini, mereka akan menggelar aksi unjuk rasa simpatik lagi. “Selain menyampaikan aspirasi, kami akan membagikan masker dan lain-lain. Ini sebagai kepedulian kami terhadap warga kampus yang terdampak,” katanya, didampingi coordinator lainnya.

Netizen juga terpantau ramai-ramai menandai akun Presiden RI Joko Widodo @jokowi di kolom komentar. “Ini namanya kerja dengan hati dengan resiko yang mengancam nyawa @jokowi #saveresidenunsrat,” tulis akun @di***l.

“Empati itu dibutuhkan pada saat dokter-dokter yang berjuang di depan itu masih hidup dan melayani. Kalau sudah mati tidak ada gunanya! #residentlifematters @jokowi,” tambah akun @iv***su**.

Tak hanya akun Jokowi, akun Kemendikbud, Mendikbud Nadiem Makarim, dr Tirta, BTP, hingga Deddy Corbuzier, juga ditandai para netizen. Tak hanya Instagram, di netizen Facebook juga ikut bersuara terkait hal ini.

“Unsrat ini milik pemerintah. Semoga yth gubernur dan wali kota bisa saling bantu untuk meringankan beban para residen. Politik dikesampingkan dulu, saat ini di masa pandemi cobalah untuk saling bekerja sama,” tukas mereka.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/