30.4 C
Manado
Jumat, 19 Agustus 2022

Bandar Togel `Menggurita`

MANADOPOST.ID—Apresiasi diberikan masyarakat untuk kepolisian yang telah bergerak meringkus sejumlah pelaku judi toto gelap (togel), yang beroperasi di Sulawesi Utara (Sulut). Meski begitu, warga juga mendesak aparat agar meringkus bandar yang diduga sudah ‘menggurita’ bisnis haramnya di sejumlah wilayah.

Bukan tanpa bukti. ‘Nyanyian’ para tersangka yang dibekuk menandakan masih adanya bandar togel belum terjamah. Ini berdasarkan pengakuan dua pelaku togel yang diamankan Timsus Maleo ke Polres Minahasa Utara belum lama ini.

Terbaru, informasi didapat Manado Post, aktivitas judi toto gelap juga marak di Kota Tomohon. Togel di wilayah ini diduga dimainkan oknum bandar inisial V alias Vin. Kendati sudah beberapa bulan belakangan beroperasi, bandar Vin diduga belum terjamah tangan aparat.

Bahkan sebagaimana informasi yang beredar, bandar Vin ini memiliki omzet cukup besar. “Setiap hari uang yang dihasilkan dari bisnis ilegal tersebut mencapai Rp100 juta hingga Rp150 juta. Dalam menjalankan bisnis itu pula, Vin yang disebut-sebut pengusaha dari luar Sulut dibantu beberapa kaki tangan,” sebut sumber resmi harian ini.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Kaki tangannya berinisial F alias Fer, D alias Do, M alias Mem, P alias Pur, A alias Al, J alias Jim, S alias Sake, F alias Fen, dan R alias Rol. “Dari semuanya ini, ada penanggung jawab berinisial N alias Nov,” beber sumber resmi ini.

Selain Vin, judi togel juga dikendalikan bandar berinisial RL alias Ric. Jika Vin mengendalikan judi kupon di sebagian besar wilayah Tomohon, bandar RL menguasai judi togel di Tombariri.

“Dulu memang sempat ada bandar besar berinisial I di Kota Tomohon, tapi mungkin saat ini sudah tak lagi beroperasi. Namun, sesuai informasi di lapangan, ada bandar baru yang masuk di Tomohon. Dan ini sudah selayaknya dibasmi aparat penegak hukum,” ungkap Pemerhati Tomohon Danny Tular, ketika diwawancarai.

Lanjut dikatakan Ketua Lembaga Anti Korupsi dan Pemerhati Pembangunan Nasional (LAKP2N), dengan hadirnya togel, justru berlawanan dengan program pemerintah yang berupaya meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan. Pasalnya, Tular bilang, segmentasi pasar pemasang kupon haram ini. Mayoritas didominasi kalangan berstatus ekonomi di bawah rata-rata.

“Karena itu, togel harus segera ditindaklanjuti aparat yang berwenang. Disparitas kesejahteraan antar masyarakat, bisa makin lebar jaraknya. Dan ini tentunya, dapat mendorong timbulnya angka kemiskinan. Karena stereotip mencari keuntungan sesaat dan rasa ketagihan. Bukan sebaliknya, mencari penghasilan layaknya orang pada umumnya,” pungkas Tular.

Kapolres Tomohon AKBP Bambang Gatot Ashari, melalui Kasat Reskrim AKP Constantin Samuri, menyebutkan pihaknya terus berupaya memaksimalkan pengawasan dan pencegahan. Terkait masuknya bisnis gelap dan instan tersebut.

“Kalau ada informasi detil soal ini (Togel,red) silakan disampaikan. Lokasi dan di mana mereka beroperasi. Sampai saat ini sesuai amatan anggota di lapangan, belum ada temuan dan laporan yang masuk,” kata Samuri.

Informasi lain didapat dari warga, ada juga oknum big bos (bandar) berinisial R dan K. Saat ini menjadi bandar togel jenis mesin amusemen berkedok warnet/judi online. Oknum ini sempat menjadi target kepolisian. Namun diduga kabur ke luar daerah saat akan ditangkap.

“Kini keduanya kembali menjalankan (kontrol) praktik ini dari luar. Kaki tangannya ada di Minut dan Bitung,” sebut warga. Ditanyai lebih detail di mana lokasi praktik amusemen, narasumber ini menjawab singkat. “Nanti kepolisian yang melakukan pengungkapan. Kami hanya memberikan informasi saja. Kalau saat ini bandar togel seperti kembali nyaman beroperasi di Sulut,” tandasnya.

Persoalan klasik ini ikut disoroti pakar hukum Toar Palilingan SH MH. Wakil Dekan Fakultas Hukum Unsrat itu menilai togel sangat sulit sekali diberantas. “Ini yang susah dari dulu diberantas. Terutama dikalangan yang etos kerja sangat rendah dan hanya berharap sesuatu dari berjudi. Mereka ini yang masuk kelompok tidak produktif, dan membuat negara kita kalah bersaing dengan tetangga kita,” tegasnya.

Tegasnya, kegiatan perjudian tanpa Izin berdasarkan pasal 303 KUHP, harus ditindak oleh pihak kepolisian. “Terutama bandar-bandar togel yang masih beroperasi, yang membuat sebagian masyarakat menjadi malas bekerja. Harus segera diproses hukum,” tutupnya.(gnr)

MANADOPOST.ID—Apresiasi diberikan masyarakat untuk kepolisian yang telah bergerak meringkus sejumlah pelaku judi toto gelap (togel), yang beroperasi di Sulawesi Utara (Sulut). Meski begitu, warga juga mendesak aparat agar meringkus bandar yang diduga sudah ‘menggurita’ bisnis haramnya di sejumlah wilayah.

Bukan tanpa bukti. ‘Nyanyian’ para tersangka yang dibekuk menandakan masih adanya bandar togel belum terjamah. Ini berdasarkan pengakuan dua pelaku togel yang diamankan Timsus Maleo ke Polres Minahasa Utara belum lama ini.

Terbaru, informasi didapat Manado Post, aktivitas judi toto gelap juga marak di Kota Tomohon. Togel di wilayah ini diduga dimainkan oknum bandar inisial V alias Vin. Kendati sudah beberapa bulan belakangan beroperasi, bandar Vin diduga belum terjamah tangan aparat.

Bahkan sebagaimana informasi yang beredar, bandar Vin ini memiliki omzet cukup besar. “Setiap hari uang yang dihasilkan dari bisnis ilegal tersebut mencapai Rp100 juta hingga Rp150 juta. Dalam menjalankan bisnis itu pula, Vin yang disebut-sebut pengusaha dari luar Sulut dibantu beberapa kaki tangan,” sebut sumber resmi harian ini.

Kaki tangannya berinisial F alias Fer, D alias Do, M alias Mem, P alias Pur, A alias Al, J alias Jim, S alias Sake, F alias Fen, dan R alias Rol. “Dari semuanya ini, ada penanggung jawab berinisial N alias Nov,” beber sumber resmi ini.

Selain Vin, judi togel juga dikendalikan bandar berinisial RL alias Ric. Jika Vin mengendalikan judi kupon di sebagian besar wilayah Tomohon, bandar RL menguasai judi togel di Tombariri.

“Dulu memang sempat ada bandar besar berinisial I di Kota Tomohon, tapi mungkin saat ini sudah tak lagi beroperasi. Namun, sesuai informasi di lapangan, ada bandar baru yang masuk di Tomohon. Dan ini sudah selayaknya dibasmi aparat penegak hukum,” ungkap Pemerhati Tomohon Danny Tular, ketika diwawancarai.

Lanjut dikatakan Ketua Lembaga Anti Korupsi dan Pemerhati Pembangunan Nasional (LAKP2N), dengan hadirnya togel, justru berlawanan dengan program pemerintah yang berupaya meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan. Pasalnya, Tular bilang, segmentasi pasar pemasang kupon haram ini. Mayoritas didominasi kalangan berstatus ekonomi di bawah rata-rata.

“Karena itu, togel harus segera ditindaklanjuti aparat yang berwenang. Disparitas kesejahteraan antar masyarakat, bisa makin lebar jaraknya. Dan ini tentunya, dapat mendorong timbulnya angka kemiskinan. Karena stereotip mencari keuntungan sesaat dan rasa ketagihan. Bukan sebaliknya, mencari penghasilan layaknya orang pada umumnya,” pungkas Tular.

Kapolres Tomohon AKBP Bambang Gatot Ashari, melalui Kasat Reskrim AKP Constantin Samuri, menyebutkan pihaknya terus berupaya memaksimalkan pengawasan dan pencegahan. Terkait masuknya bisnis gelap dan instan tersebut.

“Kalau ada informasi detil soal ini (Togel,red) silakan disampaikan. Lokasi dan di mana mereka beroperasi. Sampai saat ini sesuai amatan anggota di lapangan, belum ada temuan dan laporan yang masuk,” kata Samuri.

Informasi lain didapat dari warga, ada juga oknum big bos (bandar) berinisial R dan K. Saat ini menjadi bandar togel jenis mesin amusemen berkedok warnet/judi online. Oknum ini sempat menjadi target kepolisian. Namun diduga kabur ke luar daerah saat akan ditangkap.

“Kini keduanya kembali menjalankan (kontrol) praktik ini dari luar. Kaki tangannya ada di Minut dan Bitung,” sebut warga. Ditanyai lebih detail di mana lokasi praktik amusemen, narasumber ini menjawab singkat. “Nanti kepolisian yang melakukan pengungkapan. Kami hanya memberikan informasi saja. Kalau saat ini bandar togel seperti kembali nyaman beroperasi di Sulut,” tandasnya.

Persoalan klasik ini ikut disoroti pakar hukum Toar Palilingan SH MH. Wakil Dekan Fakultas Hukum Unsrat itu menilai togel sangat sulit sekali diberantas. “Ini yang susah dari dulu diberantas. Terutama dikalangan yang etos kerja sangat rendah dan hanya berharap sesuatu dari berjudi. Mereka ini yang masuk kelompok tidak produktif, dan membuat negara kita kalah bersaing dengan tetangga kita,” tegasnya.

Tegasnya, kegiatan perjudian tanpa Izin berdasarkan pasal 303 KUHP, harus ditindak oleh pihak kepolisian. “Terutama bandar-bandar togel yang masih beroperasi, yang membuat sebagian masyarakat menjadi malas bekerja. Harus segera diproses hukum,” tutupnya.(gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/