alexametrics
28.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Usai Cyber Army, Muncul Mujahid Digital ala MUI DKI, Lawan Buzzer yang Hantam Ulama

MANADOPOST.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta mendapat sorotan publik usai menyampaikan rencana pembentukan pasukan siber atau cyber army untuk melawan buzzer yang menghantam ulama dan mendiskreditkan umat Islam di media sosial.

 

Ketua Bidang Infokom MUI DKI Jakarta, Faiz Rafdi mengatakan penamaan tim digital tersebut belum diputuskan. Namun ada beberapa alternatif nama seperti pasukan siber atau mujahid digital. Programnya juga masih dirancang.

 

“Apakah namanya, karena waktu itu yang memang lagi ramai itu kan cyber army, buzzer. Kemudian beliau usulkan itu. Kemudian muncul beberapa usulan ada mujahid digital. Jadi dari sisi nama kami belum putuskan apakah cyber army, mujahid digital,” ujar Faiz, Selasa (23/11).

 

Faiz juga menyatakan pembentukan pasukan siber itu tidak dikhususkan untuk membela Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sebelumnya MUI DKI mendapat sorotan lantaran pasukan sibernya itu disebut untuk membela Anies Baswedan terkait pemberitaan sesat. Faiz mengatakan pembentukan tim siber ini untuk menangkal hoaks.

 

“Ketum juga menyebutkan bahwa tugas utama adalah bagaimana menghalau berita-berita hoaks, bagaimana umat dan ulama di tingkat kota bisa melek digital. Jadi lebih kepada pembinaan literasi digital,” kata Faiz.

MANADOPOST.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta mendapat sorotan publik usai menyampaikan rencana pembentukan pasukan siber atau cyber army untuk melawan buzzer yang menghantam ulama dan mendiskreditkan umat Islam di media sosial.

 

Ketua Bidang Infokom MUI DKI Jakarta, Faiz Rafdi mengatakan penamaan tim digital tersebut belum diputuskan. Namun ada beberapa alternatif nama seperti pasukan siber atau mujahid digital. Programnya juga masih dirancang.

 

“Apakah namanya, karena waktu itu yang memang lagi ramai itu kan cyber army, buzzer. Kemudian beliau usulkan itu. Kemudian muncul beberapa usulan ada mujahid digital. Jadi dari sisi nama kami belum putuskan apakah cyber army, mujahid digital,” ujar Faiz, Selasa (23/11).

 

Faiz juga menyatakan pembentukan pasukan siber itu tidak dikhususkan untuk membela Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Sebelumnya MUI DKI mendapat sorotan lantaran pasukan sibernya itu disebut untuk membela Anies Baswedan terkait pemberitaan sesat. Faiz mengatakan pembentukan tim siber ini untuk menangkal hoaks.

 

“Ketum juga menyebutkan bahwa tugas utama adalah bagaimana menghalau berita-berita hoaks, bagaimana umat dan ulama di tingkat kota bisa melek digital. Jadi lebih kepada pembinaan literasi digital,” kata Faiz.

Most Read

Artikel Terbaru

/