28C
Manado
Kamis, 25 Februari 2021

Basarnas, TNI/Polri Gerak Cepat

MANADOPOST.ID–Tim Basarnas bersama TNI/Polri di Sulawesi Utara patut diapresiasi dalam hal penanganan korban bencana. Semua gerak cepat. Mengetahui adanya bencana di banyak lokasi, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos Matondang, langsung mengambil langkah penanggulangan bencana. Dengan memerintahkan Danrem 131/Stg untuk mengerahkan jajarannya yaitu Kodim 1309/Mdo untuk melakukan pemulihan pasca bencana yang terjadi di Manado pekan lalu.

Beserta masyarakat dan instansi terkait, Dandim 1309 Kota Manado mengerahkan Koramil 1309-01/STB dan Koramil 1309-03/WSM untuk langsung melaksanakan langkah-langkah penanggulangan bencana di beberapa wilayah yang terdampak bencana.

Hal tersebut diperkuat dengan adanya keterangan dari Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XIII/Merdeka Kolonel Kav M Jaelani yang mengatakan bahwa ada beberapa wilayah yang terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah Kodam XIII/Merdeka, maka Pangdam XIII/Merdeka langsung memerintahkan Komandan satuan jajarannya untuk membantu warga yang terdampak banjir dan tanah longsor kemarin.

“Itu benar adanya, setelah mengetahui ada beberapa warga yang terkena musibah, Bapak Panglima langsung memerintahkan Komandan satuan jajaran khususnya Komandan Korem 131/Santiago untuk melakukan pembersihan dan pemeliharaan sistim drainase di wilayah yang terkena banjir serta tanah longsor,” ucap Kapendam.

“Selain melaksanakan pembersihan, anggota yang ada di lapangan juga ikut membantu warga dalam hal pengevakuasian warga, pendataan korban dan turut ikut dalam membagikan makanan kepada warga yang terdampak banjir,” lanjutnya.

Kapendam juga menjelaskan bahwa selain mengevakuasi warga yang terdampak banjir, Babinsa dikerahkan untuk terjun langsung dalam mengevakuasi korban yang meninggal dunia akibat peristiwa tanah longsor yang terjadi di Kelurahan Ranotana Weru.

“Tanah longsor yang terjadi di Kelurahan Ranotana Weru mengakibatkan 1 orang meninggal dunia sehingga Bapak Panglima juga memerintahkan untuk membantu proses evakuasi jenazah yang tertimbun material longsor,” ujarnya lagi. Adapun yang menjadi titik-titik sasaran pembersihan pasca bencana yakni Kecamatan Tuminting, Kecamatan Sario dan Kecamatan Wanea.

Hal yang sama juga dilakukan Polda Sulut. Tim SAR Ditsamapta Polda Sulut dan Satbrimob, yang dilengkapi peralatan, diturunkan ke beberapa lokasi banjir dan tanah longsor di wilayah Kota Manado.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, personel diturunkan sesaat usai kejadian. “Diawali dengan mengevakuasi warga korban banjir menggunakan perahu karet di Karombasan, di depan lorong SMP Negeri 4 Manado,” ujarnya.

Lanjut Kombes Pol Jules Abraham Abast, Tim SAR Ditsamapta kemudian bergabung dengan personel Satbrimob untuk melakukan penanganan tanah longsor di jalur utama Manado-Tomohon, tepatnya di Winangun.

“Selain itu, Ditsamapta Polda Sulut juga membagikan nasi bungkus gratis kepada warga korban banjir di wilayah Ranotana dan Winangun. Ini sebagai wujud kepedulian di tengah bencana,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Kombes Abast menambahkan, kerja bakti ini sebagai wujud kepedulian Polda Sulut terhadap warga yang terdampak bencana. “Supaya lingkungan atau lokasi bersih kembali, tidak menjadi sarang penyakit. Kemudian pembersihan di sekitar ruas jalan agar tidak mengganggu arus lalu lintas,” tuturnya.

Ditambahkannya, Polda Sulut dan jajaran tetap menyiagakan personel beserta peralatan pendukung, termasuk berkoordinasi dengan pihak terkait dalam rangka mengantisipasi terjadinya bencana susulan.

Menghadapi cuaca ekstrim akhir-akhir ini yang berpotensi menimbulkan bencana alam, Kombes Pol Jules Abraham Abast mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan tempat tinggal masing-masing.

“Tingkatkan kewaspadaan. Jika mengetahui adanya potensi bencana alam, segera laporkan kepada pihak berwenang. Supaya cepat diantisipasi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun material,” pungkas Kombes Pol Jules Abast.(gnr)

Artikel Terbaru