26C
Manado
Jumat, 26 Februari 2021

`”Mama”, Jadi Teriakan Terakhir Timothy

MANADOPOST.ID–Tangis keluarga mengiringi. Saat jenazah Timothy Jastin Leader Bity, tiba di rumah duka, Minggu (24/1) kemarin. Sanak saudara dan masyarakat sekitar langsung membanjiri rumah di Perum Kawangkoan Baru, Jaga IX, Kalawat, Minut.

Timothy menjadi korban pada cuaca buruk dan bencana alam yang melanda Sulut, Jumat (22/1) pekan lalu. Dia hanyut terbawa air saat bermain dengan teman-temannya di selokan belakang kompleks rumahnya. Seperti disampaikan Kepala Jaga VII Reky Kundiman.

“Korban hilang pada Jumat jam 3 sore. Karena terpeleset ke dalam selokan. Ketika itu, dia sedang bermain dengan teman-temannya. Dan memang saat itu, debit air tinggi dan arus di selokan kuat,” terangnya.

“Sempat teman-temannya mau menolong, tapi tidak bisa karena arus kuat. Dan ketika jatuh, dia sempat berteriak memanggil mamanya. Lalu sudah tidak terlihat lagi,” terangnya.

Usaha pencarian dilakukan tim gabungan selama sekira dua hari. Tak kenal lelah. Di antaranya TNI Polri, Basarnas, pemerintah, relawan dan masyarakat. Korban akhirnya ditemukan pada Minggu pagi, kemarin. Marto Kundiman salah satu warga yang menemukan korban mengatakan, korban berada sudah cukup jauh dari lokasi terjatuh.

“Tadi pagi (kemarin) sekira jam 8 pagi, tim kami yang terdiri dari 8 orang warga, kembali melakukan penelusuran. Dari titik jatuh, melewati Tol Manado Bitung, sampai ke air terjun,” tarangnya, menambahkan korban ditemukan di bawah tumpukan pohon tumbang.

“Fokus pencarian di sekira 30 meter dari air terjun. Dan akhirnya menemukan korban sekira jam 9 pagi. Kami langsung menghubungi tim gabungan untuk mengeluarkan korban dan dibawa ke rumah duka,” tambahnya.

Tak berselang lama, sekira pukul 15.00, digelar ibadah pemakaman. Jenazah dimakamkan di pemakaman Desa Kawangkoan Baru.

“Mewakili keluarga Bitty Dede menyampaikan terima kasih kepada tim gabungan, TNI Polri, Basarnas, pemerintah, rekawan dan masyarakat yang sudah membantu siang malam mencari dan mengevakuasi korban. Keluarga tidak dapat membalas kebaikan, tapi kami yakin Tuhan pasti membalas budi baik, lewat tugas dan kerja,” kata Anthonius Raffel yang mewakili keluarga.(*)

Artikel Terbaru