23.4 C
Manado
Saturday, 4 February 2023

Bakal Caleg DPRD Sulut Banjir Figur Pengalaman dan Muda, Kans Kalahkan Petahana

MANADOPOST.ID- Pemilihan legislatif (Pileg) serentak 2024, mulai memanas. Sejumlah figur mulai pasang kuda-kuda bertarung di DPRD Sulut. Ya, petahana pun terancam dengan kehadiran sosok berpengalaman dan muda.

Dari daerah pemilihan Kota Manado, ada nama Irene Angouw-Pinontoan. Ketua TP PKK Kota Manado belakangan banyak diaspirasikan warga Kota Tinutuan untuk mengawal aspirasi warga sekaligus sebagai keterwakilan perempuan di DPRD Sulut.

Keterwakilan perempuan berikutnya ada nama Candy Bastiaan. Pengelola Bastianos Grup yang merupakan saudara kandung Mor Bastiaan, Wakil Wali Kota Manado Periode 2016-2021 ini juga punya peluang besar dilirik Parpol. Sebagai pengelola pariwisata yang bertahan di masa pandemi, Candy berperan penting dalam menjaga iklim ekonomi melalui penyediaan tenaga kerja di Wilayah Manado, Bitung dan Minut bahkan beberapa wilayah lain di Sulawesi Utara. Di samping itu, Candy dikenal akrab dengan rakyat kecil.

Ada juga srikandi Debby Rende. Saat ini, Rende lebih dikenal sebagai Rektor Universitas Pembangunan Indonesia (UNPI) Manado, yang berperan serta dalam membangun pendidikan di Kota Manado bahkan Wilayah Sulawesi Utara.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Srikandi lainnya dari Dapil Manado adalah Paulina Runtuwene, Rektor Unima Periode 2016-2020. Selesai berkecimpung di dunia akademik, Paula telah memastikan diri terjun ke dunia politik dan saat ini telah dipercayakan menjabat Ketua Partai NasDem Kota Manado.

Masih dari Dapil Kota Manado, yang berpotensi ke DPRD Provinsi berikutnya adalah Christine Walangarei, Wakil Bendahara DPD PDI-P Sulut. Christine yang merupakan Kader PDI-P punya tiket dan modal dukungan rakyat.

Berikutnya adalah Joseph SKopalit. Joseph merupakan salah seorang pengusaha sukses di Kota Manado dengan jiwa dan misi sosial yang tinggi. Saat ini, Kopalit aktif dalam pelayanan GMIM sebagai Ketua Pria Kaum Bapa (P/KB) GMIM Stefanus Tamansari dan Ketua P/KB Wilayah Mapanget I. Joseph juga aktif membesarkan dunia olahraga Sulut lewat perannya sebagai Ketua POBSI dan Ketua PELTI Sulut.

Lalu ada nama Hengky Kawalo, Kader PDIP yang saat ini aktif sebagai Anggota DPRD Kota Manado. Kawalo dikenal sebagai sosok konsisten menyuarakan aspirasi masyarakat. Terakhir, ada Lucky Datau. Duduk di komisi yang membidangi infrastruktur di DPRD Kota Manado, Datau banyak memberikan bukti pembangunan lewat perannya sebagai wakil rakyat.

Dari Wilayah Minsel-Mitra, masih ada nama Michaela Elsiana Paruntu atau MEP. Ketua DPD Golkar Minsel itu berpeluang satu kursi di DPRD Provinsi Sulut. Lalu ada nama Fredy Tuda, pengusaha, eks kepala desa dan saat ini aktif dalam pelayanan Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM, punya kans satu kursi ke DPRD Sulut.

Menyusul nama Remly Kandoli, saudara kandung Ronald Kandoli, Wakil Bupati Mitra Periode 2013-2018. Bersama Ronald, Remly sukses membangun bisnis SPBU yang tengah menggurita di Wilayah Sulut. Masih dari Wilayah Minsel-Mitra mengerucut nama Andry  Umboh. Eks Calon Wabup Minsel ini memiliki rekam jejak yang baik dan merakyat.

Terakhir dari Wilayah Minsel-Mitra ada Putra Ratahan Erick Kalensang. Putra dr Edy Kalensang dan dr Lilly Mawati ini, adalah sosok pengusaha muda yang telah ikut membangun Mitra melalui penyediaan lapangan kerja. Di samping itu, Erick dikenal akrab dengan semua kalangan masyarakat dan saat ini aktif dalam organisasi dan sayap partai PDI-P.

Selanjutnya dari Wilayah Minahasa-Tomohon. Khusus PDI Perjuangan siap membuat gebrakan, dengan mencalonkan kader terbaiknya. Tak tanggung-tanggung, untuk menambah kursi di DPRD Sulut sejumlah nama terinformasi telah mendaftar pada penjaringan calon. Nama-nama tersebut bahkan saat ini sebagai Kepala Daerah.

Seperti Royke O Roring dan Robby Dondokambey yang diketahui sekarang menjabat Bupati dan Wakil Bupati Minahasa. Keduanya bisa dipastikan melenggang mulus bahkan meraup suara terbanyak. Robby Dondokambey sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Minahasa sudah dikenal dan mempunyai massa militan di Minahasa. Baik dari militan partai serta organisasi, di antaranya perhimpunan guru dan petani.

Begitu juga dengan Royke O Roring yang sudah dikenal masyarakat, terlebih di Dapil III Minahasa. Keduanya diketahui telah mendaftar sebagai Caleg DPRD Provinsi Sulut dari PDI Perjuangan.

Nama lainnya yaitu figur milenial yang sudah dikenal di organisasi partai maupun non partai. Srikandi muda Zerenya Pioh siap juga dipasang PDI Perjuangan untuk menambah kursi. Enya, sapaannya yang juga sebagai Ketua PAC Tondano Barat  bisa dengan mulus duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Sulut. Hal itu tak lepas dari pergaulan yang sudah dibangun baik di organisasi maupun bermasyarakat. Ponakan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw ini tentu akan mudah meraup suara dikarenakan suara mutlak Steven Kandouw di Dapil Minahasa-Tomohon masih terjaga sampai sekarang.

Selain ketiga nama di atas, ada nama Sherly Tamuntuan. Saudara kandung First Lady Sulut Rita Tamuntuan tersebut, kans membuat persaingan internal di kubu PDI Perjuangan untuk merebut kursi di DPRD Sulut bakal memanas. Suara PDI Perjuangan di Tomohon nampak bisa direbut Sherly Tamuntuan.

Terpisah, dari kubu Partai Golkar figur baru yang berpotensi besar dicalonkan dan duduk di DPRD Provinsi Sulut ada nama Oklen Waleleng dan Ketua PG Kota Tomohon Ir Miky Junita Linda Wenur MAP. Oklen Waleleng sendiri, siap mengamankan suara militan Partai berlogo Beringin di Kabupaten Minahasa. Sebagai petarung politik, mantan anggota DPRD Kabupaten Minahasa ini diketahui mempunyai massa militan. Dirinya dikenal merakyat dan vokal sewaktu duduk sebagai wakil rakyat di Gedung Manguni Minahasa (sebutan Kantor DPRD Minahasa).

Baca Juga:  Beraninya Habib Bahar Hujat KSAD Jenderal Dudung, TNI AD Langsung Bereaksi!

Di sisi lain, Miky Wenur, siap mendulang suara dari Kota Tomohon. Mantan Ketua DPRD Kota Tomohon ini dikenal juga sebagai tokoh politik di Kota Bunga. Istri senator Stefanus BAN Liow tersebut, diprediksi akan membuat persaingan ketat, khususnya Dapil Minahasa-Tomohon.

Dari Partai Demokrat, satu nama yang potensial, ada Debby Kaseger. Anggota DPRD Minahasa ini, jika dipercaya siap tampil dan bertarung untuk perebutan kursi di DPRD Sulut. Berkarakter vokal, Debby Kaseger dinilai pantas jika dicalonkan Demokrat pada pertarungan kursi legislatif DPRD Sulut.

Dari kubu Partai Gerindra, nama Sendy Rumajar santer terdengar menjadi caleg Gerindra. Putri mantan Wali Kota Tomohon Jeferson Rumajar ini, memiliki basis massa militan.

Sementara, kabar majunya Bupati dan Wakil Bupati Minahasa di Pileg 2024 dibenarkan Ketua DPC PDI Perjuangan Minahasa Robby Dondokambey, beberapa waktu lalu.

“Saya mendaftar maju Pileg. Mendaftar secara online dan sudah ikut spikotes sebagai syarat jadi caleg. Demikian juga pak Bupati (ROR) juga sudah mendaftar jadi caleg PDIP” ungkap RD.

Ia mengaku maju pada Pileg 2024 untuk menjalankan perintah dan amanah partai. “Ini kan intruksi partai. Kepala darah yang sudah habis masa jabatan harus mendaftar di legislatif. Ini juga sebagai bentuk loyalitas kader terhadap partai. Soal pilkada itu urusan nanti. Kita fokus dulu legislatif,” jelas RD.

RD mengatakan, siap berkolaborasi, bekerja sama dengan ROR untuk mendapatkan 2 kursi tambahan PDIP di dapil 6. “Januari kita sudah mulai konsolidasi.Turun melakukan penggalangan dukungan ke masyarakat,“ ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan figur milenial PDI Perjuangan Zerenya Pioh. Menurutnya, sebagai petugas partai tentu siap jika ditugaskan. “Saya sebagai petugas dan kader PDI Perjuangan wajib menjalankan semua perintah partai. Jika ditugaskan, tentu saya harus sangat siap,” tegas Pioh kepada Manado Post.

Terpisah, dari kubu Golkar, Oklen Waleleng menyebut dirinya meski belum mendaftar secara resmi, siap menjadi Caleg Golkar untuk DPRD Sulut. “Memang kami (Golkar) masih tahapan penjaringan pendaftaran. Namun, nanti jika dibuka pendaftaran dan dipercayakan, saya siap bertarung di Pilkada DPRD Sulut untuk Dapil Minahasa-Tomohon,” tandas Oklen.

Dari Minahasa Utara (Minut) untuk DPRD Sulut, tak kalah mentereng. Sejumlah figur potensial diyakini bakal menjadi ancaman serius para petahana gedung cengkeh. Nama Kristi Karla Arina, paling depan. Istri Wakil Bupati Kevin W Lotulung sekaligus putri Ketua Sinode GMIM Hein Arina sedang ramai dibicarakan. Dia diyakini punya banyak privilege yang memudahkannya terpilih bila diusung PDI Perjuangan, partai tempat sang suami bernaung. Apalagi belakangan, sosok Kristi makin mendapat simpati berbagai kalangan karena dinilai humble dan mudah bergaul.

Adapula sosok Sompie Singal. Mantan Bupati Minut itu, diketahui punya basis massa jelas. Pria yang kini kader Partai Demokrat tersebut, tampak masih sangat dicintai para pendukungnya. Pada Pilkada Minut 2020 lalu, Sompie memang kalah. Namun, dia tetap mampu meraih suara signifikan. Bila maju Pileg 2024 nanti, Sompie diyakini akan menjadi salah satu tokoh yang terpilih dari Dapil Minut-Bitung. Nama mantan Wakil Bupati Minut Joppi Lengkong juga kuat, militansi pendukung Joppi jelas terlihat lewat kantong-kantong suara pendukungnya. Pada Pileg DPRD Sulut periode lalu, sang istri Jeivi Wijaya menempati urutan keempat suara terbanyak dari PDI Perjuangan.

Shintia Gelly Rumumpe (SGR) juga jadi figur potensial Dapil Minut-Bitung. Putri mantan Bupati Vonnie Anneke Panambunan sudah dikenal luas publik Tanah Tonsea. Mantan Wakil Ketua DPRD itu, merupakan Calon Bupati Minut yang gagal menang di Pilkada 2019 lalu. Meski kalah, SGR punya pendukung yang setia memilihnya. Dia juga bisa jadi representasi pilihan sisa pendukung VAP. Apalagi sebelumnya, ada keluarga VAP yang duduk di DPRD Sulut, alm Johny Panambunan. Kakak VAP itu meninggal sebelum habis periode. SGR punya peluang besar menjadi suksesor sang paman.

Dari basis massa muslim, ada sosok Sarhan Antili. Legislator empat periode DPRD Minut bakal naik level, 2024 nanti. Mantan Ketua DPC PKB Minut diyakini menguasai basis masa Likupang Raya pada pemilihan caleg DPRD Sulut. Sosoknya yang bersahaja dan sudah berbuat bagi masyarakat pesisir, membuatnya punya peluang besar terpilih. Apalagi Antili memang sudah sejak beberapa periode lalu, didorong untuk menjadi tokoh pemekaran Likupang Raya.

Nama Erol Dungus juga berpeluang besar terpilih. Pria yang kini memegang jabatan penting di kepengurusan Partai Gerindra Minut, pernah mencalonkan diri sebagai Bupati. Walaupun tak sampai ikut berkontestasi pada 2019 lalu, keseriusan Erol di dunia politik begitu terasa. Lahan miliknya bahkan dijadikan sebagai kantor sekretariat partai besutan Prabowo Subianto. Secara finansial pun, Erol dikenal mampu. Bila benar maju, Gerindra diyakini akan kembali mengirimkan kadernya sebagai legislator DPRD Sulut dari Minut. Masih dari Dapil Minut-Bitung, Pendatang baru dari Kota Bitung, yang dipastikan meramaikan bursa pencalonan wakil rakyat di DPRD Provinsi Sulut, adalah Euginie Mantiri. Pensiunan PNS yang adalah kakak kandung dari Ketua DPC PDI-P Kota Bitung Maurits Mantiri, menurut sejumlah kalangan kans maju lewat PDI-P. “Soal suara tidak bisa diragukan, ketokohan Wali Kota Bitung Maurits Mantiri yang dikenal dengan petugas partai mumpuni, pasti akan menghantar Euginie Mantiri melenggang mulus ke DPRD Provinsi Sulut,” ujar salah satu warga. Sosok pendatang baru yang kedua dari PDI-P, yang sudah menyatakan maju sebagai anggota DPRD Provinsi Sulut, adalah Julius Ondang. Meniti karir sebagai birokrat ulung di bidang pendidikan dan pensiun sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Bitung, membuat popularitasnya dikenal seantero Kota Bitung. Ondang sendiri kepada Manado Post menyatakan sudah siap maju sebagai petugas partai. “Kami diberikan tugas dari partai untuk maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Sulut,” kata Ondang.

Baca Juga:  BERITA DUKA! Prof Lucky Sondakh Berpulang

Sedangkan dari Wilayah Kepulauan Nusa Utara, juga telah ramai membahas agenda politik 2024. Dari Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) ada beberapa figur yang digadang-gadang mampu menduduki kursi DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Dari kubu Partai PDI Perjuangan ada nama Djon Pontoh Janis SH yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Sitaro, yang meraup suara terbanyak pertama sebanyak 2.943 suara dalam Pileg 2019 lalu. Keterwakilan Janis dalam Pileg Deprov Sulut 2024 mendatang merupakan figur yang sangat potensial. Terbukti, dari keterpilihan Janis di legislatif saat ini sudah yang ketiga kalinya, dan masih dirindukan masyarakat Sitaro untuk mencalonkan diri sebagai wakil Nusa Utara di DPRD Sulut.

Selanjutnya, Julinda Tatemba yang meraup suara kedua terbanyak di Pileg 2019 lalu dari kubu PDI Perjuangan sebanyak 1.736 suara. Serta nama Hans Kalangit Ketua Komisi III yang digadang-gadang bakal maju dalam perhelatan Pileg Deprov Sulut 2024 mendatang. Pria kelahiran Ulu Siau 16 Juni 1958 ini merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sitaro, dan figur potensial dalam Pileg Deprov Sulut 2024 mendatang.

Kemudian ada kubu Nasdem, Evenson Liempepas yang berpeluang untuk maju dalam Pileg Deprov Sulut. Pria kelahiran Ulu Siau 6 September 1983, sebelumnya menjadi anggota DPRD Sitaro periode 2019-2024, 2009-2014 dari Partai Golkar.

Kemudian ada kubu Golkar nama Heddy Janis.  Pria asal Sitaro ini pernah dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Sitaro. Dan Janis pun sebelumnya pernah memegang jabatan Asisten III bidang Administrasi Umum, menggantikan pejabat sebelumnya Jhon H Palandung. Selanjutnya, ada nama Jotje Luntungan yang meraup suara 1.179 pada Pileg 2019 lalu. Luntungan digadang-gadang akan maju dalam Pileg Deprov Sulut 2024 mendatang.

Sementara itu Pengamat Politik Sitaro Erlan Jaya Salindeho saat dimintai tanggapan, bahwa dirinya berkeyakinan beberapa nama yang disebutkan akan memiliki peluang untuk unggul pada Pileg DPRD Provinsi mendatang. Namun semuanya tinggal bagaimana masing-masing figur mampu menyampaikan visi misi mereka, sehingga masyarakat Nusa Utara dapat diyakinkan.

Dari Wilayah Sangihe, suhu politik juga mulai menghangat jelang Pemilu Serentak 2024 mendatang. Dan tentunya akan ada figur baru yang layak ke DPRD Sulut khusus Dapil Nusa Utara untuk menduduki Gedung Cengkeh.

Misalnya dari Kabupaten Kepulauan Sangihe yakni Ferdy Panca Sinedu yang merupakan anggota DPRD Sangihe dari Partai Perindo yang sontak dikabarkan akan ke Deprov. Selain itu juga, ada Aditya Johanes Seliang, figur muda yang merupakan Ketua BM OD Sangihe yang digadang ke Deprov. Figur muda ini diwacanakan akan mewakili PDIP ke Deprov Sulut. Berikutnya ada Flori Sumerah. Flori yang merupakan pengusaha sukses juga masuk dalam daftar caleg DPRD Provinsi Potensial. Belakangan Flori banyak mendapatkan simpati masyarakat akan peran sertanya dalam membangun pertumbuhan ekonomi lewat keterbukaan lapangan kerja di Wilayah Nusa Utara.

Terakhir dari Di Kabupaten Bolmong ada 3 figur baru yang bakal menjadi penantang bagi incumbent di Bolaang Mongondow Raya (BMR). Mereka adalah Feramitha Tifanny Mokodompit MBA, Syahrudin Mokoagow dan I Ketut Sukadi.

Lalu bagaimana peluang ketiga figur baru di DPRD Sulut ini?. Feremitha mempunyai peluang yang sangat besar, sebab bagi Ketua KNPI Bolmong ini sudah menjadi populer di kalangan milenial Bolmong. Apalagi, Mitha -sapaan akrabnya- merupakan putri tercinta dari Penjabat Bupati Bolmong Ir Limi Mokodompit MM.

Sementara itu, Syahrudin Mokoagow hampir pasti akan menjadi calon di DPRD Sulut. Apalagi bagi Ketua PKS Bolmong ini sudah sangat berpengalaman dalam dunia perpolitikan karena sudah menjadi anggota DPRD Bolmong selama 3 periode. Disisi lain, I Ketut Sukadi juga memiliki kans mendapatkan kursi di DPRD Sulut, sebab kader partai Golkar yang mewakili etnis Bali di BMR telah menjadi anggota DPRD Bolmong 3 periode.

Disisi lain, secara keseluruhan para penantang incumbent akan berhamburan di BMR. Beredar kabar, Mantan Bupati Boltim Sehan Lanjar juga akan meramaikan percaturan politik di Sulut. Begitu juga Wali Kota Kotamobagu Ir Tatong Bara. Meskipun belum memastikan apakah akan menjadi calon DPR-RI atau DPRD Sulut, namun wali kota 2 periode ini sangat layak diperhitungkan.

Beberapa nama baru juga yang bakal menjadi calon DPRD Sulut yakni Siswa Mokodongan, Herry Coloay, Norma Makalalag dan Gabriel Tangkere. Meski belum memastikan keikutsertaannya pertarungan politik namun keempat nama ini merupakan kader BMR yang sangat potensial menjadi perwakilan di DPRD Sulut. (timmp/vip)

MANADOPOST.ID- Pemilihan legislatif (Pileg) serentak 2024, mulai memanas. Sejumlah figur mulai pasang kuda-kuda bertarung di DPRD Sulut. Ya, petahana pun terancam dengan kehadiran sosok berpengalaman dan muda.

Dari daerah pemilihan Kota Manado, ada nama Irene Angouw-Pinontoan. Ketua TP PKK Kota Manado belakangan banyak diaspirasikan warga Kota Tinutuan untuk mengawal aspirasi warga sekaligus sebagai keterwakilan perempuan di DPRD Sulut.

Keterwakilan perempuan berikutnya ada nama Candy Bastiaan. Pengelola Bastianos Grup yang merupakan saudara kandung Mor Bastiaan, Wakil Wali Kota Manado Periode 2016-2021 ini juga punya peluang besar dilirik Parpol. Sebagai pengelola pariwisata yang bertahan di masa pandemi, Candy berperan penting dalam menjaga iklim ekonomi melalui penyediaan tenaga kerja di Wilayah Manado, Bitung dan Minut bahkan beberapa wilayah lain di Sulawesi Utara. Di samping itu, Candy dikenal akrab dengan rakyat kecil.

Ada juga srikandi Debby Rende. Saat ini, Rende lebih dikenal sebagai Rektor Universitas Pembangunan Indonesia (UNPI) Manado, yang berperan serta dalam membangun pendidikan di Kota Manado bahkan Wilayah Sulawesi Utara.

Srikandi lainnya dari Dapil Manado adalah Paulina Runtuwene, Rektor Unima Periode 2016-2020. Selesai berkecimpung di dunia akademik, Paula telah memastikan diri terjun ke dunia politik dan saat ini telah dipercayakan menjabat Ketua Partai NasDem Kota Manado.

Masih dari Dapil Kota Manado, yang berpotensi ke DPRD Provinsi berikutnya adalah Christine Walangarei, Wakil Bendahara DPD PDI-P Sulut. Christine yang merupakan Kader PDI-P punya tiket dan modal dukungan rakyat.

Berikutnya adalah Joseph SKopalit. Joseph merupakan salah seorang pengusaha sukses di Kota Manado dengan jiwa dan misi sosial yang tinggi. Saat ini, Kopalit aktif dalam pelayanan GMIM sebagai Ketua Pria Kaum Bapa (P/KB) GMIM Stefanus Tamansari dan Ketua P/KB Wilayah Mapanget I. Joseph juga aktif membesarkan dunia olahraga Sulut lewat perannya sebagai Ketua POBSI dan Ketua PELTI Sulut.

Lalu ada nama Hengky Kawalo, Kader PDIP yang saat ini aktif sebagai Anggota DPRD Kota Manado. Kawalo dikenal sebagai sosok konsisten menyuarakan aspirasi masyarakat. Terakhir, ada Lucky Datau. Duduk di komisi yang membidangi infrastruktur di DPRD Kota Manado, Datau banyak memberikan bukti pembangunan lewat perannya sebagai wakil rakyat.

Dari Wilayah Minsel-Mitra, masih ada nama Michaela Elsiana Paruntu atau MEP. Ketua DPD Golkar Minsel itu berpeluang satu kursi di DPRD Provinsi Sulut. Lalu ada nama Fredy Tuda, pengusaha, eks kepala desa dan saat ini aktif dalam pelayanan Pria/Kaum Bapa Sinode GMIM, punya kans satu kursi ke DPRD Sulut.

Menyusul nama Remly Kandoli, saudara kandung Ronald Kandoli, Wakil Bupati Mitra Periode 2013-2018. Bersama Ronald, Remly sukses membangun bisnis SPBU yang tengah menggurita di Wilayah Sulut. Masih dari Wilayah Minsel-Mitra mengerucut nama Andry  Umboh. Eks Calon Wabup Minsel ini memiliki rekam jejak yang baik dan merakyat.

Terakhir dari Wilayah Minsel-Mitra ada Putra Ratahan Erick Kalensang. Putra dr Edy Kalensang dan dr Lilly Mawati ini, adalah sosok pengusaha muda yang telah ikut membangun Mitra melalui penyediaan lapangan kerja. Di samping itu, Erick dikenal akrab dengan semua kalangan masyarakat dan saat ini aktif dalam organisasi dan sayap partai PDI-P.

Selanjutnya dari Wilayah Minahasa-Tomohon. Khusus PDI Perjuangan siap membuat gebrakan, dengan mencalonkan kader terbaiknya. Tak tanggung-tanggung, untuk menambah kursi di DPRD Sulut sejumlah nama terinformasi telah mendaftar pada penjaringan calon. Nama-nama tersebut bahkan saat ini sebagai Kepala Daerah.

Seperti Royke O Roring dan Robby Dondokambey yang diketahui sekarang menjabat Bupati dan Wakil Bupati Minahasa. Keduanya bisa dipastikan melenggang mulus bahkan meraup suara terbanyak. Robby Dondokambey sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Minahasa sudah dikenal dan mempunyai massa militan di Minahasa. Baik dari militan partai serta organisasi, di antaranya perhimpunan guru dan petani.

Begitu juga dengan Royke O Roring yang sudah dikenal masyarakat, terlebih di Dapil III Minahasa. Keduanya diketahui telah mendaftar sebagai Caleg DPRD Provinsi Sulut dari PDI Perjuangan.

Nama lainnya yaitu figur milenial yang sudah dikenal di organisasi partai maupun non partai. Srikandi muda Zerenya Pioh siap juga dipasang PDI Perjuangan untuk menambah kursi. Enya, sapaannya yang juga sebagai Ketua PAC Tondano Barat  bisa dengan mulus duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Sulut. Hal itu tak lepas dari pergaulan yang sudah dibangun baik di organisasi maupun bermasyarakat. Ponakan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw ini tentu akan mudah meraup suara dikarenakan suara mutlak Steven Kandouw di Dapil Minahasa-Tomohon masih terjaga sampai sekarang.

Selain ketiga nama di atas, ada nama Sherly Tamuntuan. Saudara kandung First Lady Sulut Rita Tamuntuan tersebut, kans membuat persaingan internal di kubu PDI Perjuangan untuk merebut kursi di DPRD Sulut bakal memanas. Suara PDI Perjuangan di Tomohon nampak bisa direbut Sherly Tamuntuan.

Terpisah, dari kubu Partai Golkar figur baru yang berpotensi besar dicalonkan dan duduk di DPRD Provinsi Sulut ada nama Oklen Waleleng dan Ketua PG Kota Tomohon Ir Miky Junita Linda Wenur MAP. Oklen Waleleng sendiri, siap mengamankan suara militan Partai berlogo Beringin di Kabupaten Minahasa. Sebagai petarung politik, mantan anggota DPRD Kabupaten Minahasa ini diketahui mempunyai massa militan. Dirinya dikenal merakyat dan vokal sewaktu duduk sebagai wakil rakyat di Gedung Manguni Minahasa (sebutan Kantor DPRD Minahasa).

Baca Juga:  Marcus/Kevin-Hendra/Hasan Beda Pool, Potensi All Indonesian Final di Olimpiade Tokyo Terbuka

Di sisi lain, Miky Wenur, siap mendulang suara dari Kota Tomohon. Mantan Ketua DPRD Kota Tomohon ini dikenal juga sebagai tokoh politik di Kota Bunga. Istri senator Stefanus BAN Liow tersebut, diprediksi akan membuat persaingan ketat, khususnya Dapil Minahasa-Tomohon.

Dari Partai Demokrat, satu nama yang potensial, ada Debby Kaseger. Anggota DPRD Minahasa ini, jika dipercaya siap tampil dan bertarung untuk perebutan kursi di DPRD Sulut. Berkarakter vokal, Debby Kaseger dinilai pantas jika dicalonkan Demokrat pada pertarungan kursi legislatif DPRD Sulut.

Dari kubu Partai Gerindra, nama Sendy Rumajar santer terdengar menjadi caleg Gerindra. Putri mantan Wali Kota Tomohon Jeferson Rumajar ini, memiliki basis massa militan.

Sementara, kabar majunya Bupati dan Wakil Bupati Minahasa di Pileg 2024 dibenarkan Ketua DPC PDI Perjuangan Minahasa Robby Dondokambey, beberapa waktu lalu.

“Saya mendaftar maju Pileg. Mendaftar secara online dan sudah ikut spikotes sebagai syarat jadi caleg. Demikian juga pak Bupati (ROR) juga sudah mendaftar jadi caleg PDIP” ungkap RD.

Ia mengaku maju pada Pileg 2024 untuk menjalankan perintah dan amanah partai. “Ini kan intruksi partai. Kepala darah yang sudah habis masa jabatan harus mendaftar di legislatif. Ini juga sebagai bentuk loyalitas kader terhadap partai. Soal pilkada itu urusan nanti. Kita fokus dulu legislatif,” jelas RD.

RD mengatakan, siap berkolaborasi, bekerja sama dengan ROR untuk mendapatkan 2 kursi tambahan PDIP di dapil 6. “Januari kita sudah mulai konsolidasi.Turun melakukan penggalangan dukungan ke masyarakat,“ ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan figur milenial PDI Perjuangan Zerenya Pioh. Menurutnya, sebagai petugas partai tentu siap jika ditugaskan. “Saya sebagai petugas dan kader PDI Perjuangan wajib menjalankan semua perintah partai. Jika ditugaskan, tentu saya harus sangat siap,” tegas Pioh kepada Manado Post.

Terpisah, dari kubu Golkar, Oklen Waleleng menyebut dirinya meski belum mendaftar secara resmi, siap menjadi Caleg Golkar untuk DPRD Sulut. “Memang kami (Golkar) masih tahapan penjaringan pendaftaran. Namun, nanti jika dibuka pendaftaran dan dipercayakan, saya siap bertarung di Pilkada DPRD Sulut untuk Dapil Minahasa-Tomohon,” tandas Oklen.

Dari Minahasa Utara (Minut) untuk DPRD Sulut, tak kalah mentereng. Sejumlah figur potensial diyakini bakal menjadi ancaman serius para petahana gedung cengkeh. Nama Kristi Karla Arina, paling depan. Istri Wakil Bupati Kevin W Lotulung sekaligus putri Ketua Sinode GMIM Hein Arina sedang ramai dibicarakan. Dia diyakini punya banyak privilege yang memudahkannya terpilih bila diusung PDI Perjuangan, partai tempat sang suami bernaung. Apalagi belakangan, sosok Kristi makin mendapat simpati berbagai kalangan karena dinilai humble dan mudah bergaul.

Adapula sosok Sompie Singal. Mantan Bupati Minut itu, diketahui punya basis massa jelas. Pria yang kini kader Partai Demokrat tersebut, tampak masih sangat dicintai para pendukungnya. Pada Pilkada Minut 2020 lalu, Sompie memang kalah. Namun, dia tetap mampu meraih suara signifikan. Bila maju Pileg 2024 nanti, Sompie diyakini akan menjadi salah satu tokoh yang terpilih dari Dapil Minut-Bitung. Nama mantan Wakil Bupati Minut Joppi Lengkong juga kuat, militansi pendukung Joppi jelas terlihat lewat kantong-kantong suara pendukungnya. Pada Pileg DPRD Sulut periode lalu, sang istri Jeivi Wijaya menempati urutan keempat suara terbanyak dari PDI Perjuangan.

Shintia Gelly Rumumpe (SGR) juga jadi figur potensial Dapil Minut-Bitung. Putri mantan Bupati Vonnie Anneke Panambunan sudah dikenal luas publik Tanah Tonsea. Mantan Wakil Ketua DPRD itu, merupakan Calon Bupati Minut yang gagal menang di Pilkada 2019 lalu. Meski kalah, SGR punya pendukung yang setia memilihnya. Dia juga bisa jadi representasi pilihan sisa pendukung VAP. Apalagi sebelumnya, ada keluarga VAP yang duduk di DPRD Sulut, alm Johny Panambunan. Kakak VAP itu meninggal sebelum habis periode. SGR punya peluang besar menjadi suksesor sang paman.

Dari basis massa muslim, ada sosok Sarhan Antili. Legislator empat periode DPRD Minut bakal naik level, 2024 nanti. Mantan Ketua DPC PKB Minut diyakini menguasai basis masa Likupang Raya pada pemilihan caleg DPRD Sulut. Sosoknya yang bersahaja dan sudah berbuat bagi masyarakat pesisir, membuatnya punya peluang besar terpilih. Apalagi Antili memang sudah sejak beberapa periode lalu, didorong untuk menjadi tokoh pemekaran Likupang Raya.

Nama Erol Dungus juga berpeluang besar terpilih. Pria yang kini memegang jabatan penting di kepengurusan Partai Gerindra Minut, pernah mencalonkan diri sebagai Bupati. Walaupun tak sampai ikut berkontestasi pada 2019 lalu, keseriusan Erol di dunia politik begitu terasa. Lahan miliknya bahkan dijadikan sebagai kantor sekretariat partai besutan Prabowo Subianto. Secara finansial pun, Erol dikenal mampu. Bila benar maju, Gerindra diyakini akan kembali mengirimkan kadernya sebagai legislator DPRD Sulut dari Minut. Masih dari Dapil Minut-Bitung, Pendatang baru dari Kota Bitung, yang dipastikan meramaikan bursa pencalonan wakil rakyat di DPRD Provinsi Sulut, adalah Euginie Mantiri. Pensiunan PNS yang adalah kakak kandung dari Ketua DPC PDI-P Kota Bitung Maurits Mantiri, menurut sejumlah kalangan kans maju lewat PDI-P. “Soal suara tidak bisa diragukan, ketokohan Wali Kota Bitung Maurits Mantiri yang dikenal dengan petugas partai mumpuni, pasti akan menghantar Euginie Mantiri melenggang mulus ke DPRD Provinsi Sulut,” ujar salah satu warga. Sosok pendatang baru yang kedua dari PDI-P, yang sudah menyatakan maju sebagai anggota DPRD Provinsi Sulut, adalah Julius Ondang. Meniti karir sebagai birokrat ulung di bidang pendidikan dan pensiun sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kota Bitung, membuat popularitasnya dikenal seantero Kota Bitung. Ondang sendiri kepada Manado Post menyatakan sudah siap maju sebagai petugas partai. “Kami diberikan tugas dari partai untuk maju sebagai calon anggota DPRD Provinsi Sulut,” kata Ondang.

Baca Juga:  BERITA DUKA! Prof Lucky Sondakh Berpulang

Sedangkan dari Wilayah Kepulauan Nusa Utara, juga telah ramai membahas agenda politik 2024. Dari Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) ada beberapa figur yang digadang-gadang mampu menduduki kursi DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Dari kubu Partai PDI Perjuangan ada nama Djon Pontoh Janis SH yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Sitaro, yang meraup suara terbanyak pertama sebanyak 2.943 suara dalam Pileg 2019 lalu. Keterwakilan Janis dalam Pileg Deprov Sulut 2024 mendatang merupakan figur yang sangat potensial. Terbukti, dari keterpilihan Janis di legislatif saat ini sudah yang ketiga kalinya, dan masih dirindukan masyarakat Sitaro untuk mencalonkan diri sebagai wakil Nusa Utara di DPRD Sulut.

Selanjutnya, Julinda Tatemba yang meraup suara kedua terbanyak di Pileg 2019 lalu dari kubu PDI Perjuangan sebanyak 1.736 suara. Serta nama Hans Kalangit Ketua Komisi III yang digadang-gadang bakal maju dalam perhelatan Pileg Deprov Sulut 2024 mendatang. Pria kelahiran Ulu Siau 16 Juni 1958 ini merupakan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sitaro, dan figur potensial dalam Pileg Deprov Sulut 2024 mendatang.

Kemudian ada kubu Nasdem, Evenson Liempepas yang berpeluang untuk maju dalam Pileg Deprov Sulut. Pria kelahiran Ulu Siau 6 September 1983, sebelumnya menjadi anggota DPRD Sitaro periode 2019-2024, 2009-2014 dari Partai Golkar.

Kemudian ada kubu Golkar nama Heddy Janis.  Pria asal Sitaro ini pernah dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Sitaro. Dan Janis pun sebelumnya pernah memegang jabatan Asisten III bidang Administrasi Umum, menggantikan pejabat sebelumnya Jhon H Palandung. Selanjutnya, ada nama Jotje Luntungan yang meraup suara 1.179 pada Pileg 2019 lalu. Luntungan digadang-gadang akan maju dalam Pileg Deprov Sulut 2024 mendatang.

Sementara itu Pengamat Politik Sitaro Erlan Jaya Salindeho saat dimintai tanggapan, bahwa dirinya berkeyakinan beberapa nama yang disebutkan akan memiliki peluang untuk unggul pada Pileg DPRD Provinsi mendatang. Namun semuanya tinggal bagaimana masing-masing figur mampu menyampaikan visi misi mereka, sehingga masyarakat Nusa Utara dapat diyakinkan.

Dari Wilayah Sangihe, suhu politik juga mulai menghangat jelang Pemilu Serentak 2024 mendatang. Dan tentunya akan ada figur baru yang layak ke DPRD Sulut khusus Dapil Nusa Utara untuk menduduki Gedung Cengkeh.

Misalnya dari Kabupaten Kepulauan Sangihe yakni Ferdy Panca Sinedu yang merupakan anggota DPRD Sangihe dari Partai Perindo yang sontak dikabarkan akan ke Deprov. Selain itu juga, ada Aditya Johanes Seliang, figur muda yang merupakan Ketua BM OD Sangihe yang digadang ke Deprov. Figur muda ini diwacanakan akan mewakili PDIP ke Deprov Sulut. Berikutnya ada Flori Sumerah. Flori yang merupakan pengusaha sukses juga masuk dalam daftar caleg DPRD Provinsi Potensial. Belakangan Flori banyak mendapatkan simpati masyarakat akan peran sertanya dalam membangun pertumbuhan ekonomi lewat keterbukaan lapangan kerja di Wilayah Nusa Utara.

Terakhir dari Di Kabupaten Bolmong ada 3 figur baru yang bakal menjadi penantang bagi incumbent di Bolaang Mongondow Raya (BMR). Mereka adalah Feramitha Tifanny Mokodompit MBA, Syahrudin Mokoagow dan I Ketut Sukadi.

Lalu bagaimana peluang ketiga figur baru di DPRD Sulut ini?. Feremitha mempunyai peluang yang sangat besar, sebab bagi Ketua KNPI Bolmong ini sudah menjadi populer di kalangan milenial Bolmong. Apalagi, Mitha -sapaan akrabnya- merupakan putri tercinta dari Penjabat Bupati Bolmong Ir Limi Mokodompit MM.

Sementara itu, Syahrudin Mokoagow hampir pasti akan menjadi calon di DPRD Sulut. Apalagi bagi Ketua PKS Bolmong ini sudah sangat berpengalaman dalam dunia perpolitikan karena sudah menjadi anggota DPRD Bolmong selama 3 periode. Disisi lain, I Ketut Sukadi juga memiliki kans mendapatkan kursi di DPRD Sulut, sebab kader partai Golkar yang mewakili etnis Bali di BMR telah menjadi anggota DPRD Bolmong 3 periode.

Disisi lain, secara keseluruhan para penantang incumbent akan berhamburan di BMR. Beredar kabar, Mantan Bupati Boltim Sehan Lanjar juga akan meramaikan percaturan politik di Sulut. Begitu juga Wali Kota Kotamobagu Ir Tatong Bara. Meskipun belum memastikan apakah akan menjadi calon DPR-RI atau DPRD Sulut, namun wali kota 2 periode ini sangat layak diperhitungkan.

Beberapa nama baru juga yang bakal menjadi calon DPRD Sulut yakni Siswa Mokodongan, Herry Coloay, Norma Makalalag dan Gabriel Tangkere. Meski belum memastikan keikutsertaannya pertarungan politik namun keempat nama ini merupakan kader BMR yang sangat potensial menjadi perwakilan di DPRD Sulut. (timmp/vip)

Most Read

Artikel Terbaru