23.4 C
Manado
Saturday, 4 February 2023

Calon Senator Sulut Superketat, Ini Sosok Mereka

MANADOPOST.ID – Bursa calon senator atau anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Sulawesi Utara, superketat. Kuota 4 kursi diprediksi potensi lahirkan kejutan. Sebanyak 11 orang sudah mendaftar di KPU Sulut.

Djafar Alkatiri, Abid Takalamingan, Stefanus BAN Liow, Aditya Anugrah Moha, Putri Rejeki Kasad, Joseph Pati, Cherish Heriette, Adriana Dondokambey, Maya Rumantir, Murphy Eldy Kuhu, dan Djenri Keintjem.

Empat diantaranya adalah incumbent periode 2019-2024. Yakni Cherish Harriette dengan raihan 180.224 suara, Maya Rumantir 168.086 suara, Djafar Alkatiri 147.210 suara dan Stefanus BAN Liow  125.099 suara.

“Empat nama yang duduk sebagai senator, setahu saya sampai saat ini mampu merawat para konsituennya dengan baik. Tapi ini momen politik, bisa saja berubah signifikan. Tergantung juga bagaimana pendekatan dan sosialisasi yang dilakukan,” nilai Pemerhati Politik Dr Michael Mamentu.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Sementara itu, warga yang lain mendorong para calon-calon senator terutama yang belum banyak dikenal masyarakat, untuk sekiranya aktif memperkenalkan diri ke publik. “Supaya warga sebagai pemilih bisa tahu bibit bebet dan bobotnya,” nilai Febri Chris, warga Tuminting yang juga sebagai daftar pemilih.

Adapun Manado Post merangkum sekilas mengenai bakal calon senator tersebut. Pertama adalah Cherish Harriette Mokoagow. Milenial berparas cantik ini terpilih pada Pemilu 2019 sampai akhir periode saat ini dengan raihan suara fantastis. Eks jurnalis ini adalah keponakan dari Yasti Soepredjo.  Darah cantik kelahiran 14 September 1995 ini berpeluang meraih suara signifikan dengan basis massa pemilih dari wilayah Bolmong Raya.

Kemudian ada nama Maya Rumantir. Sebelum menjadi anggota DPD RI, perempuan bernama lengkap Maya Olivia Rumantir adalah seorang model dan penyanyi bahkan pemeran film dengan peran Saskia dalam drama romantis Cinta di Balik Noda (1984). Maya Rumantir juga sempat menjadi Calon Gubernur Sulut dengan total harta yang ditaksir mencapai Rp 52 miliar.

Selanjutnya, Djafar Alkatiri. Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Periode Tahun 2009–2014 dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Periode 2019-2024 ini dikenal sebagai sosok yang kritis dan berani. Dirinya berkecimpung dalam berbagai organisasi di Provisi Sulawesi Utara.

Baca Juga:  Ada Kandidat DPD RI Keluhkan Akses Silon, Ini Kata Bawaslu

Berikutnya incumbent DPD RI yang terakhir adalah Eks Ketua P/KB Sinode GMIM Stefanus BAN Liow. Putra Rumoong, Amurang ini dilantik 29 September 2015 menjadi anggota DPD RI Sulawesi Utara PAW (Pengganti Antar Waktu) menggantikan Senator Maya Rumantir yang mencalonkan diri saat Pilgub Sulut lalu. Dosen FPTK IKIP Negeri Manado (1995-2008) dikenal berdedikasi dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota DPD yang kemudian maju dan terpilih sebagai senator periode 2019- 2024.

Nah, empat incumbent tersebut diprediksikan bakal menghadapi figur-figur lainnya di bursa Pemilu 2024 nanti yakni Abid Takalamingan, Aditya Anugrah Moha, Putri Rejeki Kasad, Joseph Pati, Adriana Dondokambey, Murphy Eldy Kuhu, dan Djenri Keintjem.

Pertama adalah Abid Takalamingan. Abid telah cukup malang melintang berpolitik. Anggota DPRD Sulut Periode 2004-2009 dari PKS ini juga sekaligus pernah menjabat sebagai Ketua DPW PKS Sulut. Saat ini, Abid aktif dalam organisasi di antaranya sebagai Ketua Baznas Sulut.

Berikutnya ada Aditya Anugrah Moha atau ADM. Karir politik terbaik ADM tatkala dirinya mendapatkan kepercayaan untuk duduk di kursi DPR RI Periode 2014-2019 dari Partai Golongan Karya.

Di hari terakhir pemasukan dukungan bakal calon DPD RI, terlihat para tokoh masyarakat mendatangi kantor KPU Provinsi Sulawesi Utara dengan memakai pakaian adat sembari menyerahkan ribuan dukungan masyarakat untuk ADM supaya bisa maju sebagai calon DPD RI.

Bakal calon anggota DPD RI selanjutnya adalah Putri Rejeki Kasad. Perempuan berparas cantik dengan nama lengkap Putri Rejeki Kasad Mondo-Pangemanan SH MKn,  melakukan pendaftaran sebagai bakal calon pada akhir 2022 lalu di Kantor KPU Sulut. Putri dikenal sebagai Notaris- PPAT. Alumni

SMA Negeri 1 Manado ini menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Sam Ratulangi dan Universitas Airlangga Surabaya (Magister Kenotariatan).

Baca Juga:  TERBONGKAR! Ayah Brigadir J Ungkap Hal Tak Masuk Akal Kronologi Baku Tembak Versi Mabes Polri

Kemudian ada bakal calon Joseph Pati. Joseph merupakan senior Partai Golkar. Eks Anggota DPRD Sulut ini pernah menjabat anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Utara. Waktu itu, Joseph menggantikan Djelantik Mokodompit melalui PAW Tahun 2009.

Bakal calon anggota DPD selanjutnya adalah Adriana Dondokambey. Adriana adalah politisi PDI-P yang duduk di Komisi IX DPR RI Periode 2019-2024. Istri dari Hendrik Dotulong ini tembus ke senayan dengan raihan suara fantastis yakni mencapai 213.224. Jumlah tersebut diperkirakan tidak akan beda jauh, jika kemudian Adriana ditetapkan sebagai calon anggota DPD RI.

Dua bakal calon lainnya adalah Murphy Eldy Kuhu, dan Djenri Keintjem. Kuhu adalah seorang sosok profesional yang saat ini berkarir sebagai tenaga ahli pemberdayaan masyarakat di Kementerian Desa. Dirinya juga berkonsentrasi atau fokus di bidang profesional yakni community development.

Sedangkan Djenri Keintjem atau akrab disapa Djek, belum lama kembali ke senayan sebagai anggota DPR RI melalui  PAW. Dirinya menggantikan Alm Haji Herson Mayulu (H2M).

Terpisah, Salman Saelangi selaku Ketua Divisi Teknis KPU Sulut sebelumnya menjelaskan, bahwa sesuai regulasi yakni PKPU Nomor 10 Tahun 2022, awal ada penyerahan dukungan minimal sebanyak 2.000 dan tersebar di delapan kabupaten/kota. Kemudian ketika dukungan awal itu diserahkan secara administratif, dilakukan verifikasi administrasi. Dicek kecocokan dan kesesuaian terhadap status dukungan.

Jika memenuhi syarat, kata Salman, yakni minimal 2.000 dukungan dan tersebar di delapan kabupaten/kota, maka diberikan status MS atau Memenuhi Syarat. Tapi jika masih berada di bawah angka 2.000,  dinyatakan BMS atau Belum Memenuhi Syarat dan TMS. Jika ada dukungan yang BMS atau TMS, maka akan diberi status BMS. Namun demikian masih ada kesempatan kepada bakal calon untuk melakukan perbaikan dan sesuai tahapan ada dua kali masa perbaikan. Di mana perbaikan pertama sampai 22 Januari. “Dan berlangsung sampai 30 April,” terang Salman.(gre/vip)

MANADOPOST.ID – Bursa calon senator atau anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Sulawesi Utara, superketat. Kuota 4 kursi diprediksi potensi lahirkan kejutan. Sebanyak 11 orang sudah mendaftar di KPU Sulut.

Djafar Alkatiri, Abid Takalamingan, Stefanus BAN Liow, Aditya Anugrah Moha, Putri Rejeki Kasad, Joseph Pati, Cherish Heriette, Adriana Dondokambey, Maya Rumantir, Murphy Eldy Kuhu, dan Djenri Keintjem.

Empat diantaranya adalah incumbent periode 2019-2024. Yakni Cherish Harriette dengan raihan 180.224 suara, Maya Rumantir 168.086 suara, Djafar Alkatiri 147.210 suara dan Stefanus BAN Liow  125.099 suara.

“Empat nama yang duduk sebagai senator, setahu saya sampai saat ini mampu merawat para konsituennya dengan baik. Tapi ini momen politik, bisa saja berubah signifikan. Tergantung juga bagaimana pendekatan dan sosialisasi yang dilakukan,” nilai Pemerhati Politik Dr Michael Mamentu.

Sementara itu, warga yang lain mendorong para calon-calon senator terutama yang belum banyak dikenal masyarakat, untuk sekiranya aktif memperkenalkan diri ke publik. “Supaya warga sebagai pemilih bisa tahu bibit bebet dan bobotnya,” nilai Febri Chris, warga Tuminting yang juga sebagai daftar pemilih.

Adapun Manado Post merangkum sekilas mengenai bakal calon senator tersebut. Pertama adalah Cherish Harriette Mokoagow. Milenial berparas cantik ini terpilih pada Pemilu 2019 sampai akhir periode saat ini dengan raihan suara fantastis. Eks jurnalis ini adalah keponakan dari Yasti Soepredjo.  Darah cantik kelahiran 14 September 1995 ini berpeluang meraih suara signifikan dengan basis massa pemilih dari wilayah Bolmong Raya.

Kemudian ada nama Maya Rumantir. Sebelum menjadi anggota DPD RI, perempuan bernama lengkap Maya Olivia Rumantir adalah seorang model dan penyanyi bahkan pemeran film dengan peran Saskia dalam drama romantis Cinta di Balik Noda (1984). Maya Rumantir juga sempat menjadi Calon Gubernur Sulut dengan total harta yang ditaksir mencapai Rp 52 miliar.

Selanjutnya, Djafar Alkatiri. Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara Periode Tahun 2009–2014 dan Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Periode 2019-2024 ini dikenal sebagai sosok yang kritis dan berani. Dirinya berkecimpung dalam berbagai organisasi di Provisi Sulawesi Utara.

Baca Juga:  TERBONGKAR! Ayah Brigadir J Ungkap Hal Tak Masuk Akal Kronologi Baku Tembak Versi Mabes Polri

Berikutnya incumbent DPD RI yang terakhir adalah Eks Ketua P/KB Sinode GMIM Stefanus BAN Liow. Putra Rumoong, Amurang ini dilantik 29 September 2015 menjadi anggota DPD RI Sulawesi Utara PAW (Pengganti Antar Waktu) menggantikan Senator Maya Rumantir yang mencalonkan diri saat Pilgub Sulut lalu. Dosen FPTK IKIP Negeri Manado (1995-2008) dikenal berdedikasi dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota DPD yang kemudian maju dan terpilih sebagai senator periode 2019- 2024.

Nah, empat incumbent tersebut diprediksikan bakal menghadapi figur-figur lainnya di bursa Pemilu 2024 nanti yakni Abid Takalamingan, Aditya Anugrah Moha, Putri Rejeki Kasad, Joseph Pati, Adriana Dondokambey, Murphy Eldy Kuhu, dan Djenri Keintjem.

Pertama adalah Abid Takalamingan. Abid telah cukup malang melintang berpolitik. Anggota DPRD Sulut Periode 2004-2009 dari PKS ini juga sekaligus pernah menjabat sebagai Ketua DPW PKS Sulut. Saat ini, Abid aktif dalam organisasi di antaranya sebagai Ketua Baznas Sulut.

Berikutnya ada Aditya Anugrah Moha atau ADM. Karir politik terbaik ADM tatkala dirinya mendapatkan kepercayaan untuk duduk di kursi DPR RI Periode 2014-2019 dari Partai Golongan Karya.

Di hari terakhir pemasukan dukungan bakal calon DPD RI, terlihat para tokoh masyarakat mendatangi kantor KPU Provinsi Sulawesi Utara dengan memakai pakaian adat sembari menyerahkan ribuan dukungan masyarakat untuk ADM supaya bisa maju sebagai calon DPD RI.

Bakal calon anggota DPD RI selanjutnya adalah Putri Rejeki Kasad. Perempuan berparas cantik dengan nama lengkap Putri Rejeki Kasad Mondo-Pangemanan SH MKn,  melakukan pendaftaran sebagai bakal calon pada akhir 2022 lalu di Kantor KPU Sulut. Putri dikenal sebagai Notaris- PPAT. Alumni

SMA Negeri 1 Manado ini menyelesaikan pendidikan tinggi di Universitas Sam Ratulangi dan Universitas Airlangga Surabaya (Magister Kenotariatan).

Baca Juga:  Kabar Terbaru Kasus JAK: Golkar Kembali Surati DPRD, Ditandatangani CEP, Minta JAK Diaktifkan

Kemudian ada bakal calon Joseph Pati. Joseph merupakan senior Partai Golkar. Eks Anggota DPRD Sulut ini pernah menjabat anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sulawesi Utara. Waktu itu, Joseph menggantikan Djelantik Mokodompit melalui PAW Tahun 2009.

Bakal calon anggota DPD selanjutnya adalah Adriana Dondokambey. Adriana adalah politisi PDI-P yang duduk di Komisi IX DPR RI Periode 2019-2024. Istri dari Hendrik Dotulong ini tembus ke senayan dengan raihan suara fantastis yakni mencapai 213.224. Jumlah tersebut diperkirakan tidak akan beda jauh, jika kemudian Adriana ditetapkan sebagai calon anggota DPD RI.

Dua bakal calon lainnya adalah Murphy Eldy Kuhu, dan Djenri Keintjem. Kuhu adalah seorang sosok profesional yang saat ini berkarir sebagai tenaga ahli pemberdayaan masyarakat di Kementerian Desa. Dirinya juga berkonsentrasi atau fokus di bidang profesional yakni community development.

Sedangkan Djenri Keintjem atau akrab disapa Djek, belum lama kembali ke senayan sebagai anggota DPR RI melalui  PAW. Dirinya menggantikan Alm Haji Herson Mayulu (H2M).

Terpisah, Salman Saelangi selaku Ketua Divisi Teknis KPU Sulut sebelumnya menjelaskan, bahwa sesuai regulasi yakni PKPU Nomor 10 Tahun 2022, awal ada penyerahan dukungan minimal sebanyak 2.000 dan tersebar di delapan kabupaten/kota. Kemudian ketika dukungan awal itu diserahkan secara administratif, dilakukan verifikasi administrasi. Dicek kecocokan dan kesesuaian terhadap status dukungan.

Jika memenuhi syarat, kata Salman, yakni minimal 2.000 dukungan dan tersebar di delapan kabupaten/kota, maka diberikan status MS atau Memenuhi Syarat. Tapi jika masih berada di bawah angka 2.000,  dinyatakan BMS atau Belum Memenuhi Syarat dan TMS. Jika ada dukungan yang BMS atau TMS, maka akan diberi status BMS. Namun demikian masih ada kesempatan kepada bakal calon untuk melakukan perbaikan dan sesuai tahapan ada dua kali masa perbaikan. Di mana perbaikan pertama sampai 22 Januari. “Dan berlangsung sampai 30 April,” terang Salman.(gre/vip)

Most Read

Artikel Terbaru