alexametrics
25.4 C
Manado
Sabtu, 28 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Menteri Basuki Targetkan Bendungan Kuwkaw-Lolak Diresmikan 2022

MANADOPOST.ID–Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Utara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau progres pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara, Kamis (24/2).

Menteri Basuki mengungkapkan bahwa pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan (Kuwkaw) utamanya diperuntukkan untuk pengendalian banjir Kota Manado dan sekitarnya untuk debit banjir 470 m3/detik, dimana Kota Manado pernah mengalami banjir bandang pada tahun 2014.

“Bendungan Kuwil saat ini progresnya sudah 76,3% kira-kira bulan Agustus 2022 sudah bisa diisi air (impounding). Satu lagi bendungan di Sulawesi Utara yang akan selesai di tahun 2022 adalah Bendungan Lolak dengan progres yang lebih besar sekitar 89%,” kata Menteri Basuki.

Tampak Bendungan Kuwil Kawangkoan yang didesign khusus memiliki objek wisata kebudayaan waruga. Progres fisik bendungan kini mencapai 76,3 persen.

Di samping pengendalian banjir, Bendungan Kuwkaw juga akan dimanfaatkan sebagai penyediaan air baku untuk Kota Manado, Kupaten Minahasa Utara, Kota Bitung dan Kawasan Ekonomi Khhsus (KEK) Bitung sebesar 4.500 liter/detik, PLTM dengan kapasitas 2 x 0,70 MW serta pengembangan pariwisata.

Bendungan Kuwkaw memiliki kapasitas tampung 23,37 juta m3 dan luas genangan 139 hektare. Bendungan ini dibangun sejak 2016 dengan total biaya konstruksi Rp 1,9 triliun yang terbagi menjadi tiga paket pekerjaan konstruksi. Untuk paket pertama, pembangunannya dikerjakan oleh PT Wijaya Karya – DMT, KSO, paket dua dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) Tbk, dan paket ketiga dikerjakan oleh PT Wijaya Karya – Nindya, KSO.

Direktur Bendungan dan Danau Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Airlangga Mardjono mengatakan, Bendungan Kuwkaw akan dilengkapi dengan pintu air di bagian pelimpahnya sebagai upaya pengendalian banjir.

“Bendungan ini berada di atas Kota Manado sehingga sangat efektif untuk pengendalian banjir. Jadi dalam satu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano ada dua tampungan air, pertama ada tampungan air alami Danau Tondano dan Bendungan Kuwil Kawangkoan,” ujarnya.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I, I Komang Sudana mengatakan, saat ini pekerjaan utama yang dilaksanakan di Bendungan Kuwkaw adalah penyelesaian tubuh bendungan/main dam. “Kemudian ada penataan kawasan, penutupan terowongan satu lagi dan nanti terakhir pekerjaan hidromekanikal ,” ujarnya.

Sementara untuk Bendungan Lolak memiliki luas area genangan 97,46 hektar, yang direncanakan saat beroperasi akan memasok air irigasi seluas 2.214 hektar, mendukung penyediaan air baku 500 liter/detik, pariwisata, konservasi air dan memiliki potensi tenaga listrik 2,43 megawatt. “Kami targetkan Mei 2022 mulai impounding,” kata Komang.

Bendungan Lolak memiliki luas area genangan 97,46 hektar, yang direncanakan saat beroperasi akan memasok air irigasi seluas 2.214 hektar, mendukung penyediaan air baku 500 liter/detik, pariwisata, konservasi air dan memiliki potensi tenaga listrik 2,43 megawatt.

Kontrak pembangunan Bendungan Lolak dibagi menjadi dua paket yakni paket pertama senilai sebesar Rp830 miliar dengan kontraktor PT. Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) Tbk. Selanjutnya untuk Paket II senilai Rp821 miliar dikerjakan kontraktor PT. PP (Persero) Tbk – PT. Asfhri Putralora (Kerjasama Operasi/KSO).

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian, Direktur Bendungan dan Danau Kementerian PUPR Airlangga Mardjono, Kepala BWS Sulawesi I I Komang Sudana, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi I Recky Walter Lahope, Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Sulut Sutopo, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara Erik A. Singarimbun dan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Utara Komang Raka Maharthana. (Desmianti Babo)

MANADOPOST.ID–Dalam kunjungan kerjanya ke Provinsi Sulawesi Utara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau progres pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan di Kabupaten Minahasa Utara, Kamis (24/2).

Menteri Basuki mengungkapkan bahwa pembangunan Bendungan Kuwil Kawangkoan (Kuwkaw) utamanya diperuntukkan untuk pengendalian banjir Kota Manado dan sekitarnya untuk debit banjir 470 m3/detik, dimana Kota Manado pernah mengalami banjir bandang pada tahun 2014.

“Bendungan Kuwil saat ini progresnya sudah 76,3% kira-kira bulan Agustus 2022 sudah bisa diisi air (impounding). Satu lagi bendungan di Sulawesi Utara yang akan selesai di tahun 2022 adalah Bendungan Lolak dengan progres yang lebih besar sekitar 89%,” kata Menteri Basuki.

Tampak Bendungan Kuwil Kawangkoan yang didesign khusus memiliki objek wisata kebudayaan waruga. Progres fisik bendungan kini mencapai 76,3 persen.

Di samping pengendalian banjir, Bendungan Kuwkaw juga akan dimanfaatkan sebagai penyediaan air baku untuk Kota Manado, Kupaten Minahasa Utara, Kota Bitung dan Kawasan Ekonomi Khhsus (KEK) Bitung sebesar 4.500 liter/detik, PLTM dengan kapasitas 2 x 0,70 MW serta pengembangan pariwisata.

Bendungan Kuwkaw memiliki kapasitas tampung 23,37 juta m3 dan luas genangan 139 hektare. Bendungan ini dibangun sejak 2016 dengan total biaya konstruksi Rp 1,9 triliun yang terbagi menjadi tiga paket pekerjaan konstruksi. Untuk paket pertama, pembangunannya dikerjakan oleh PT Wijaya Karya – DMT, KSO, paket dua dikerjakan oleh PT Nindya Karya (Persero) Tbk, dan paket ketiga dikerjakan oleh PT Wijaya Karya – Nindya, KSO.

Direktur Bendungan dan Danau Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PUPR Airlangga Mardjono mengatakan, Bendungan Kuwkaw akan dilengkapi dengan pintu air di bagian pelimpahnya sebagai upaya pengendalian banjir.

“Bendungan ini berada di atas Kota Manado sehingga sangat efektif untuk pengendalian banjir. Jadi dalam satu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano ada dua tampungan air, pertama ada tampungan air alami Danau Tondano dan Bendungan Kuwil Kawangkoan,” ujarnya.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I, I Komang Sudana mengatakan, saat ini pekerjaan utama yang dilaksanakan di Bendungan Kuwkaw adalah penyelesaian tubuh bendungan/main dam. “Kemudian ada penataan kawasan, penutupan terowongan satu lagi dan nanti terakhir pekerjaan hidromekanikal ,” ujarnya.

Sementara untuk Bendungan Lolak memiliki luas area genangan 97,46 hektar, yang direncanakan saat beroperasi akan memasok air irigasi seluas 2.214 hektar, mendukung penyediaan air baku 500 liter/detik, pariwisata, konservasi air dan memiliki potensi tenaga listrik 2,43 megawatt. “Kami targetkan Mei 2022 mulai impounding,” kata Komang.

Bendungan Lolak memiliki luas area genangan 97,46 hektar, yang direncanakan saat beroperasi akan memasok air irigasi seluas 2.214 hektar, mendukung penyediaan air baku 500 liter/detik, pariwisata, konservasi air dan memiliki potensi tenaga listrik 2,43 megawatt.

Kontrak pembangunan Bendungan Lolak dibagi menjadi dua paket yakni paket pertama senilai sebesar Rp830 miliar dengan kontraktor PT. Pembangunan Perumahan (PP) (Persero) Tbk. Selanjutnya untuk Paket II senilai Rp821 miliar dikerjakan kontraktor PT. PP (Persero) Tbk – PT. Asfhri Putralora (Kerjasama Operasi/KSO).

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian, Direktur Bendungan dan Danau Kementerian PUPR Airlangga Mardjono, Kepala BWS Sulawesi I I Komang Sudana, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi I Recky Walter Lahope, Kepala Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) Sulut Sutopo, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara Erik A. Singarimbun dan Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Utara Komang Raka Maharthana. (Desmianti Babo)

Most Read

Artikel Terbaru

/