24.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Mandiri Sulut KOM Challenge 2022 Spektakuler, Wagub: Bangkitkan Ekonomi Pariwisata Pasca Pandemi

MANADOPOST.ID— Iven sport tourism road bike terbesar dan paling spektakuler di luar Pulau jawa, Mandiri Sulut KOM Challenge 2022, berakhir Minggu (24/7). Lomba bersepeda yang dipadukan dengan panorama alam di beberapa wilayah di Sulawesi Utara (Sulut) sukses besar.

Beragam pujian dan apresiasi datang dari berbagai pihak. Peserta, masyarakat hingga pemerintah maupun komunitas olahraga di Bumi Nyiur Melambai. Diketahui, kegiatan yang dihelat selama dua hari sejak Sabtu (23/7) tersebut, ditutup dengan sajian keindahan Puncak Tetetana Kelurahan Kumelembuai, Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon.

Penggagas iven sekaligus Founder Mainsepeda.com Azrul Ananda mengakui keindahan alam dan panorama Sulut, lain dari yang lain. Bahkan dibandingkan dengan sejumlah trek sepeda yang pernah dijajal ‘Kepala Sekolah’ AA School of Suffering ini, tidak ada yang sespektakuler di Sulut.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“Bersepeda di Sulut, kita bisa menikmati lima hal. Pertama, di sini kita bisa lihat pantai. Kedua, ada Danau Linow yang memiliki tiga warna karena masuk dalam area panas bumi, ada gunungnya juga, sama kuliner khas Manado yang enak, plus kita sepanjang rute disambut sama keramahtamahan penduduk. Saya sudah bersepeda hingga ke beberapa spot di luar negeri. Tapi nyatanya, di Sulut ini luar biasa potensinya, tidak ada yang kayak begini. Sangat indah!” papar Azrul.

Dikatakannya lagi, sebelumnya di hari pertama, sebanyak 300 peserta yang datang dari 29 kota, 11 provinsi, dan 3 negara. Telah menuntaskan perjalanan sepanjang 126 kilometer yang melintasi dua kota, dan tiga kabupaten di Sulut.

Kata dia, peserta merasa puas. Baik oleh rutenya, sambutan ramah dari warga, serta menu makanan yang disajikan.
Rombongan start dari Kantor Gubernur Sulut, gowes santai sejauh 30 kilometer ke pit stop pertama di Papinus Sawangan, Minahasa Utara, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw termasuk dalam rombongan yang bertolak ke pit stop pertama. “Luar biasa. Sampai jumpa di tahun depan,” ujarnya.

Usai rehat 30 menit, perjalanan berlanjut ke pit stop kedua di Benteng Moraya, objek wisata bersejarah di Kabupaten Minahasa. Jaraknya 18,2 kilometer dari pit stop. Meski pendek, para peserta harus melalui medan rolling yang cukup menantang. Ditambah matahari mulai meninggi,” beber Azrul.

Sesampainya di Benteng Moraya, lanjut dia, peserta Mandiri Sulut KOM Challenge 2022 disambut dengan Tari Kabasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Minahasa serta Ormas Kristen Laskar Benteng Indonesia (OKLBI). Aksi mereka benar-benar menghibur para peserta.

“Pemerintah Kabupaten Minahasa sangat antusias karena di wilayah ini, kami disinggahi ratusan peserta Mandiri Sulut KOM Challenge 2022. Kami menyambut dengan hangat kedatangan teman-teman cyclist. Kalau bisa jalan-jalan dulu ke Danau Tondano,” ujar Sekkab Minahasa Frits Muntu.

Setelah beristirahat di Benteng Moraya, perjalanan dilanjutkan menuju pit stop ketiga di Danau Linow. Kali ini para peserta melalui tepi Danau Tondano yang begitu luas dan indah. Lalu melewati Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong, Kecamatan Tomohon Selatan. Menyusuri tepi Danau Linow, dan berhenti di Danau Linow Resort.

“Meski capeknya lumayan, para peserta disambut oleh belasan penari cilik yang menampilkan Tari Kabasaran di pintu masuk Danau Linow Resort. Aksi penari dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tomohon ini disambut positif dari peserta. Banyak diantara mereka yang ikut menari juga,” kata Azrul.

Selama satu jam di pit stop ketiga, peserta Mandiri Sulut KOM Challenge 2022 disuguhi keindahan Danau Linow yang memiliki panorama indah. Tak pelak, sejumlah pesepeda langsung mengabadikan momen indah di spot unggulan pariwisata ala Kota Sejuk.

“Rute dan tanjakannya benar-benar gila. Yang lebih mantap adalah jalan dan view-nya bagus sekali. Semua cyclist harus mencoba gowes ke sini,” ucap peserta asal Makassar, Akbar Raspati Rajasa.

Tiba-tiba hujan deras mengguyur kawasan Danau Linow. Membuat suasana di danau yang memiliki tiga warna, yakni hijau, biru dan kuning kecoklatan itu, kian sejuk. Perjalanan dilanjutkan ketika hujan mulai reda. Akan tetapi, hujan deras kembali mengguyur ketika peleton melakukan re-grouping di Desa Tanawangko.

Setelah berhenti sejenak, peleton bergerak menuju Kota Manado. Peserta melalui pesisir pantai Manado dengan pemandangan Manado Tua. Kemudian peserta memasuki pusat kota dan finis di Kantor Gubernur Sulut sekitar Pukul 15.30 WITA.

“Rutenya bagus. Pemandangannya indah. Sambutan warganya juga sangat bagus. Banyak warga yang memberi semangat di pinggir jalan. Ini belum pernah saya temui sebelumnya. Jika digelar kembali tahun depan, kami akan mengajak lebih banyak teman ke sini,” kata dr Fara Vitantri Diah Candrani, SpOG(K)Onk, peserta dari Jakarta.

Beragam makanan dan kudapan khas Sulut menjadi santapan para peserta mulai dari start, selama pit stop, hingga di finis. Mulai dari lalampa (semacam lemper), kue cucur, kue kuk, apang, panada, mi cakalang, hingga nasi kuning.

“Selama Mas Azrul Ananda atau Mainsepeda.com yang membuat iven, makanannya selalu berlimpah. Unlimited untuk makanannya,” puji drFirdianto SpU. “Kue cucur dan kopinya mantap. Untuk mi cakalang nya, saya sudah habis dua porsi,” sambung dokter asal Jakarta tersebut seraya tertawa.

Berlanjut di hari kedua, trek Mandiri Sulut KOM Challenge makin menantang ketahanan fisik pesepeda. Pasalnya, kali ini rute yang ditempuh pesepeda, meski hanya 31 kilometer. Namun tanpa perhentian alias pit stop. Belum lagi saat berada di Desa Suluan, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa. Trek menanjak dan jalan yang berlubang, menuntut ketahanan fisik prima peserta. Namun demikian, jerih lelah peserta pun terbayar lunas kala menyentuh garis finish di Puncak Tetetana. Sajian pemandangan yang tiada dua nya, plus terpaan hawa sejuk, jadi pengobat mujarab.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw kala membuka kegiatan mengucapkan terimakasih banyak kepada Bank Mandiri dan penyelenggara yang telah menginisiasi iven ini. Kata Kandouw, Mandiri Sulut KOM Challenge 2022 diyakininya memberikan kontribusi positif bagi perputaran perekonomian Nyiur Melambai.

“Rute yang disiapkan memiliki nilai tambah dan keunggulan. Hal ini jadi promosi keindahan alam Sulut. Sekaligus jadi momentum rebound pertumbuhan ekonomi kita, rebound pariwisata kita dan rebound untuk kemajuan olahraga kita. Oleh karena itu, kami berharap keberhasilan event Mandiri Sulut KOM Challenge 2022 ini bisa memicu kehadiran event-event lain, baik lokal nasional maupun internasional di Bumi Nyiur Melambai,” sebut Wagub Kandouw.

Apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya pun dihaturkan Azrul Ananda kepada sponsor utama Bank Mandiri.
Bahkan, bagi Azrul sejak pertama menggelar iven sepeda di Sulut, Bank Mandiri selalu menjadi sponsor dan memberikan dukungan penuh.
“Ini kali kedua kami menggelar iven sepeda di Sulut. Dan Bank Mandiri selalu menjadi sponsor utama kami. Terima kasih Bank Mandiri,” katanya.

Di sisi lain, Regional Operation Head Bank Mandiri Region X Sulawesi & Maluku Edison Situmorang juga mengucap syukur atas terselenggaranya kegiatan ini.

Dia mengatakan, sebagai instansi perbankan, Mandiri memiliki aspirasi lokomotif untuk mengembangkan ekonomi dan sosial. “Kegiatan Mandiri Sulut KOM Challenge 2022 ini adalah bagian dari itu,” tekannya.

Dia juga berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Mulai dari pemerintah provinsi, hingga semua sponsor pendukung. “Terima kasih buat pak gubernur dan juga wakil gubernur, panitia penyelenggara. Semoga ini menjadi langkah awal untuk membangkitkan ekonomi,” kuncinya.

Adapun terselenggaranya serta suksesnya Mandiri Sulut KOM Challenge 2022 dipersembahkan Mainsepeda.com dan Bank Mandiri. Didukung oleh Pemprov Sulut, dan Manado Cycling Mania. Azawear.com, Strive, Pemkot Tomohon, Pemkot Manado, Pemkab Minahasa, dan Pemkab Minut sebagai official partners. Serta AA SoS, Wdnsdy Bike, SUB Jersey, Johnny Ray Cycling, Disway.id National Network, ISSI, Manado Post, Redo Coffee sebagai supporting partners. (jen)

MANADOPOST.ID— Iven sport tourism road bike terbesar dan paling spektakuler di luar Pulau jawa, Mandiri Sulut KOM Challenge 2022, berakhir Minggu (24/7). Lomba bersepeda yang dipadukan dengan panorama alam di beberapa wilayah di Sulawesi Utara (Sulut) sukses besar.

Beragam pujian dan apresiasi datang dari berbagai pihak. Peserta, masyarakat hingga pemerintah maupun komunitas olahraga di Bumi Nyiur Melambai. Diketahui, kegiatan yang dihelat selama dua hari sejak Sabtu (23/7) tersebut, ditutup dengan sajian keindahan Puncak Tetetana Kelurahan Kumelembuai, Kecamatan Tomohon Timur, Kota Tomohon.

Penggagas iven sekaligus Founder Mainsepeda.com Azrul Ananda mengakui keindahan alam dan panorama Sulut, lain dari yang lain. Bahkan dibandingkan dengan sejumlah trek sepeda yang pernah dijajal ‘Kepala Sekolah’ AA School of Suffering ini, tidak ada yang sespektakuler di Sulut.

“Bersepeda di Sulut, kita bisa menikmati lima hal. Pertama, di sini kita bisa lihat pantai. Kedua, ada Danau Linow yang memiliki tiga warna karena masuk dalam area panas bumi, ada gunungnya juga, sama kuliner khas Manado yang enak, plus kita sepanjang rute disambut sama keramahtamahan penduduk. Saya sudah bersepeda hingga ke beberapa spot di luar negeri. Tapi nyatanya, di Sulut ini luar biasa potensinya, tidak ada yang kayak begini. Sangat indah!” papar Azrul.

Dikatakannya lagi, sebelumnya di hari pertama, sebanyak 300 peserta yang datang dari 29 kota, 11 provinsi, dan 3 negara. Telah menuntaskan perjalanan sepanjang 126 kilometer yang melintasi dua kota, dan tiga kabupaten di Sulut.

Kata dia, peserta merasa puas. Baik oleh rutenya, sambutan ramah dari warga, serta menu makanan yang disajikan.
Rombongan start dari Kantor Gubernur Sulut, gowes santai sejauh 30 kilometer ke pit stop pertama di Papinus Sawangan, Minahasa Utara, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw termasuk dalam rombongan yang bertolak ke pit stop pertama. “Luar biasa. Sampai jumpa di tahun depan,” ujarnya.

Usai rehat 30 menit, perjalanan berlanjut ke pit stop kedua di Benteng Moraya, objek wisata bersejarah di Kabupaten Minahasa. Jaraknya 18,2 kilometer dari pit stop. Meski pendek, para peserta harus melalui medan rolling yang cukup menantang. Ditambah matahari mulai meninggi,” beber Azrul.

Sesampainya di Benteng Moraya, lanjut dia, peserta Mandiri Sulut KOM Challenge 2022 disambut dengan Tari Kabasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Minahasa serta Ormas Kristen Laskar Benteng Indonesia (OKLBI). Aksi mereka benar-benar menghibur para peserta.

“Pemerintah Kabupaten Minahasa sangat antusias karena di wilayah ini, kami disinggahi ratusan peserta Mandiri Sulut KOM Challenge 2022. Kami menyambut dengan hangat kedatangan teman-teman cyclist. Kalau bisa jalan-jalan dulu ke Danau Tondano,” ujar Sekkab Minahasa Frits Muntu.

Setelah beristirahat di Benteng Moraya, perjalanan dilanjutkan menuju pit stop ketiga di Danau Linow. Kali ini para peserta melalui tepi Danau Tondano yang begitu luas dan indah. Lalu melewati Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong, Kecamatan Tomohon Selatan. Menyusuri tepi Danau Linow, dan berhenti di Danau Linow Resort.

“Meski capeknya lumayan, para peserta disambut oleh belasan penari cilik yang menampilkan Tari Kabasaran di pintu masuk Danau Linow Resort. Aksi penari dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tomohon ini disambut positif dari peserta. Banyak diantara mereka yang ikut menari juga,” kata Azrul.

Selama satu jam di pit stop ketiga, peserta Mandiri Sulut KOM Challenge 2022 disuguhi keindahan Danau Linow yang memiliki panorama indah. Tak pelak, sejumlah pesepeda langsung mengabadikan momen indah di spot unggulan pariwisata ala Kota Sejuk.

“Rute dan tanjakannya benar-benar gila. Yang lebih mantap adalah jalan dan view-nya bagus sekali. Semua cyclist harus mencoba gowes ke sini,” ucap peserta asal Makassar, Akbar Raspati Rajasa.

Tiba-tiba hujan deras mengguyur kawasan Danau Linow. Membuat suasana di danau yang memiliki tiga warna, yakni hijau, biru dan kuning kecoklatan itu, kian sejuk. Perjalanan dilanjutkan ketika hujan mulai reda. Akan tetapi, hujan deras kembali mengguyur ketika peleton melakukan re-grouping di Desa Tanawangko.

Setelah berhenti sejenak, peleton bergerak menuju Kota Manado. Peserta melalui pesisir pantai Manado dengan pemandangan Manado Tua. Kemudian peserta memasuki pusat kota dan finis di Kantor Gubernur Sulut sekitar Pukul 15.30 WITA.

“Rutenya bagus. Pemandangannya indah. Sambutan warganya juga sangat bagus. Banyak warga yang memberi semangat di pinggir jalan. Ini belum pernah saya temui sebelumnya. Jika digelar kembali tahun depan, kami akan mengajak lebih banyak teman ke sini,” kata dr Fara Vitantri Diah Candrani, SpOG(K)Onk, peserta dari Jakarta.

Beragam makanan dan kudapan khas Sulut menjadi santapan para peserta mulai dari start, selama pit stop, hingga di finis. Mulai dari lalampa (semacam lemper), kue cucur, kue kuk, apang, panada, mi cakalang, hingga nasi kuning.

“Selama Mas Azrul Ananda atau Mainsepeda.com yang membuat iven, makanannya selalu berlimpah. Unlimited untuk makanannya,” puji drFirdianto SpU. “Kue cucur dan kopinya mantap. Untuk mi cakalang nya, saya sudah habis dua porsi,” sambung dokter asal Jakarta tersebut seraya tertawa.

Berlanjut di hari kedua, trek Mandiri Sulut KOM Challenge makin menantang ketahanan fisik pesepeda. Pasalnya, kali ini rute yang ditempuh pesepeda, meski hanya 31 kilometer. Namun tanpa perhentian alias pit stop. Belum lagi saat berada di Desa Suluan, Kecamatan Tombulu, Kabupaten Minahasa. Trek menanjak dan jalan yang berlubang, menuntut ketahanan fisik prima peserta. Namun demikian, jerih lelah peserta pun terbayar lunas kala menyentuh garis finish di Puncak Tetetana. Sajian pemandangan yang tiada dua nya, plus terpaan hawa sejuk, jadi pengobat mujarab.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw kala membuka kegiatan mengucapkan terimakasih banyak kepada Bank Mandiri dan penyelenggara yang telah menginisiasi iven ini. Kata Kandouw, Mandiri Sulut KOM Challenge 2022 diyakininya memberikan kontribusi positif bagi perputaran perekonomian Nyiur Melambai.

“Rute yang disiapkan memiliki nilai tambah dan keunggulan. Hal ini jadi promosi keindahan alam Sulut. Sekaligus jadi momentum rebound pertumbuhan ekonomi kita, rebound pariwisata kita dan rebound untuk kemajuan olahraga kita. Oleh karena itu, kami berharap keberhasilan event Mandiri Sulut KOM Challenge 2022 ini bisa memicu kehadiran event-event lain, baik lokal nasional maupun internasional di Bumi Nyiur Melambai,” sebut Wagub Kandouw.

Apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya pun dihaturkan Azrul Ananda kepada sponsor utama Bank Mandiri.
Bahkan, bagi Azrul sejak pertama menggelar iven sepeda di Sulut, Bank Mandiri selalu menjadi sponsor dan memberikan dukungan penuh.
“Ini kali kedua kami menggelar iven sepeda di Sulut. Dan Bank Mandiri selalu menjadi sponsor utama kami. Terima kasih Bank Mandiri,” katanya.

Di sisi lain, Regional Operation Head Bank Mandiri Region X Sulawesi & Maluku Edison Situmorang juga mengucap syukur atas terselenggaranya kegiatan ini.

Dia mengatakan, sebagai instansi perbankan, Mandiri memiliki aspirasi lokomotif untuk mengembangkan ekonomi dan sosial. “Kegiatan Mandiri Sulut KOM Challenge 2022 ini adalah bagian dari itu,” tekannya.

Dia juga berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat. Mulai dari pemerintah provinsi, hingga semua sponsor pendukung. “Terima kasih buat pak gubernur dan juga wakil gubernur, panitia penyelenggara. Semoga ini menjadi langkah awal untuk membangkitkan ekonomi,” kuncinya.

Adapun terselenggaranya serta suksesnya Mandiri Sulut KOM Challenge 2022 dipersembahkan Mainsepeda.com dan Bank Mandiri. Didukung oleh Pemprov Sulut, dan Manado Cycling Mania. Azawear.com, Strive, Pemkot Tomohon, Pemkot Manado, Pemkab Minahasa, dan Pemkab Minut sebagai official partners. Serta AA SoS, Wdnsdy Bike, SUB Jersey, Johnny Ray Cycling, Disway.id National Network, ISSI, Manado Post, Redo Coffee sebagai supporting partners. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/