24.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

489 Dokter Residen Dapat Insentif 75 Juta

MANADOPOST.ID— Sebanyak 489 Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran (PPDS Faked) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado terima insentif sebesar Rp 75 juta.

Insentif tersebut telah diserahkan secara simbolis oleh Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto kepada perwakilan PPDS Unsrat di Aula Faked Unsrat, Selasa (25/8).

Dalam sambutannya, Menkes Terawan mengatakan pihaknya selalu melihat dan mendengar apa yang dikeluhkan dan apa yang diinginkan. Dia selalu berusaha bagaimana mensiasatinya agar semuanya bisa terlaksana. Apa yang menjadi kebutuhan daerah apa yang menjadi kebutuhan para medis selalu dibicarakan secara intens dan tindak lanjut secara cepat.

“Namun semua memang punya proses, disitulah kami langsung mengkoordinasikan dengan para wakil rakyat di Komisi IX sehingga terwujudlah insentif untuk seluruh PPDS dari Presiden RI, saya sebagai Menteri Kesehatan sebagai perantaranya saja. Walaupun dikatakan penuntun acara hanya yang terdampak tapi kan semuanya terdampak pandemi Covid-19. Jadi 489 PPDS akan menerima insentif, hanya saja ada satu syarat dan syarat ini harus dijalankan dan tidak boleh ditolak, yaitu serahkan nomor rekening pribadi jangan punya tetangga supaya kepala Badan PPSDM Kesehatan Ri tidak salah alamat,” candanya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Pihaknya akan menunggu Rektor Unsrat atau Dekan Faked untuk menyerahkan lengkap nomor rekening para PPDS. “Karena setidaknya insentif ini bisa mengurangi beban untuk membayar SPP. Besarannya adalah 12,5 juta perorang perbulan dan akan kami kirimkan langsung enam bulan jadi jumlah seluruhnya ada 75 Juta, saudara-saudara ini mewakili teman-teman PPDS di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Katanya, karena saya juga pernah menjadi PPDS mendengar cerita para PPDS saya juga turut merasakan apa yang kalian rasakan. Kiranya insentif ini bermanfaat menjadi berkat dan kiranya kita semua tetap sehat, tetap semangat dan ingat meskipun jadi PPDS jangan lupa bahagia. Bahagianya PPDS dengan bahagianya menteri lain, bahagianya PPDS dengan dokter yang tidak PPDS berbeda, sendiri-sendiri bahagianya dan rasakanlah itu sebagai pembahagiaan.

Misalnya, saat kita operasi tidak berhenti-berhenti kita harus bahagia. Kan tidak mungkin kita berhenti ditengah jalan pasti harus diselesaikan.

“Saya percaya adik-adikku PPDS semua ingin melayani dan terus melayani tanpa henti saya percaya kalian selalu dilindungi dan diberkati oleh Tuhan. Saya percaya saudara-saudara PPDS semua adalah calon Menteri Kesehatan, karena saya dulu pernah jadi PPDS dan belum pernah membayakan jadi Menteri Kesehatan,” ucapnya.

Dirinya meminta para PPDS tidak boleh patah semangat dan terus melayani. Melayanilah dengan tulus ikhlas.

“Memang disaat kondisi pandemi seperti ini kita harus makin bijak dalam melihat dan menilai berita itu bagaimana apa yang tepat apa yang kurang tepat apa yang bisa mensuport kondisi yang saat ini dan kita harus yakin bahwa kita harus penuh optimisme, tanpa optimisme tidak mungkin kita bisa melewati pandemi ini. Kuncinya adalah laksanakan dengan disiplin protokol kesehatan, dimanapun berada terlebih para PPDS selalu ingat diruang-ruang ganti, ditempat-tempat makan, ditempat-tempat ngobrol selalu hati-hati, disiplin disiplin disiplin menerapkan protokol kesehatan,” tukasnya. (Lina Pendong)

MANADOPOST.ID— Sebanyak 489 Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran (PPDS Faked) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado terima insentif sebesar Rp 75 juta.

Insentif tersebut telah diserahkan secara simbolis oleh Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto kepada perwakilan PPDS Unsrat di Aula Faked Unsrat, Selasa (25/8).

Dalam sambutannya, Menkes Terawan mengatakan pihaknya selalu melihat dan mendengar apa yang dikeluhkan dan apa yang diinginkan. Dia selalu berusaha bagaimana mensiasatinya agar semuanya bisa terlaksana. Apa yang menjadi kebutuhan daerah apa yang menjadi kebutuhan para medis selalu dibicarakan secara intens dan tindak lanjut secara cepat.

“Namun semua memang punya proses, disitulah kami langsung mengkoordinasikan dengan para wakil rakyat di Komisi IX sehingga terwujudlah insentif untuk seluruh PPDS dari Presiden RI, saya sebagai Menteri Kesehatan sebagai perantaranya saja. Walaupun dikatakan penuntun acara hanya yang terdampak tapi kan semuanya terdampak pandemi Covid-19. Jadi 489 PPDS akan menerima insentif, hanya saja ada satu syarat dan syarat ini harus dijalankan dan tidak boleh ditolak, yaitu serahkan nomor rekening pribadi jangan punya tetangga supaya kepala Badan PPSDM Kesehatan Ri tidak salah alamat,” candanya.

Pihaknya akan menunggu Rektor Unsrat atau Dekan Faked untuk menyerahkan lengkap nomor rekening para PPDS. “Karena setidaknya insentif ini bisa mengurangi beban untuk membayar SPP. Besarannya adalah 12,5 juta perorang perbulan dan akan kami kirimkan langsung enam bulan jadi jumlah seluruhnya ada 75 Juta, saudara-saudara ini mewakili teman-teman PPDS di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Katanya, karena saya juga pernah menjadi PPDS mendengar cerita para PPDS saya juga turut merasakan apa yang kalian rasakan. Kiranya insentif ini bermanfaat menjadi berkat dan kiranya kita semua tetap sehat, tetap semangat dan ingat meskipun jadi PPDS jangan lupa bahagia. Bahagianya PPDS dengan bahagianya menteri lain, bahagianya PPDS dengan dokter yang tidak PPDS berbeda, sendiri-sendiri bahagianya dan rasakanlah itu sebagai pembahagiaan.

Misalnya, saat kita operasi tidak berhenti-berhenti kita harus bahagia. Kan tidak mungkin kita berhenti ditengah jalan pasti harus diselesaikan.

“Saya percaya adik-adikku PPDS semua ingin melayani dan terus melayani tanpa henti saya percaya kalian selalu dilindungi dan diberkati oleh Tuhan. Saya percaya saudara-saudara PPDS semua adalah calon Menteri Kesehatan, karena saya dulu pernah jadi PPDS dan belum pernah membayakan jadi Menteri Kesehatan,” ucapnya.

Dirinya meminta para PPDS tidak boleh patah semangat dan terus melayani. Melayanilah dengan tulus ikhlas.

“Memang disaat kondisi pandemi seperti ini kita harus makin bijak dalam melihat dan menilai berita itu bagaimana apa yang tepat apa yang kurang tepat apa yang bisa mensuport kondisi yang saat ini dan kita harus yakin bahwa kita harus penuh optimisme, tanpa optimisme tidak mungkin kita bisa melewati pandemi ini. Kuncinya adalah laksanakan dengan disiplin protokol kesehatan, dimanapun berada terlebih para PPDS selalu ingat diruang-ruang ganti, ditempat-tempat makan, ditempat-tempat ngobrol selalu hati-hati, disiplin disiplin disiplin menerapkan protokol kesehatan,” tukasnya. (Lina Pendong)

Most Read

Artikel Terbaru

/