26.2 C
Manado
Rabu, 28 Oktober 2020

Mendagri Kantongi Suksesor OD, Ini Prediksi PJS Gubernur, Bupati/Wali Kota

MANADOPOST.ID—Teka-teki siapa Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Sulut serta Pjs di lima kabupaten/kota, makin menguat. Beredar kabar, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) telah menunjuk pejabat Eselon I Kemendagri, untuk menjadi ‘suksesor’ Gubernur Sulut Olly Dondokambey, yang akan cuti kampanye.

“Suratnya sudah ada, yaitu pejabat eselon 1 di Kemendagri. Latar belakangnya dari kepolisian,” jelas salah satu pejabat Pemprov Sulut kepada Manado Post kemarin, sembari meminta namanya tak di-publish. Tambahnya lagi, pejabat tersebut saat ini menjabat sebagai Staf Khusus di Kemendagri. “Kalau tak salah berasal dari Bali,” pungkasnya.

Melihat bocoran tersebut, salah satu kandidat yang bakal mengisi posisi Pjs Gubernur Sulut merujuk pada nama Drs Sang Made Mahendra Jaya MH. Dirinya merupakan pejabat eselon 1 di Kemendagri. Sebelumnya bertugas di institusi Polri serta berasal dari Bali. Sebelumnya Mahendra bertugas sebagai Pamen di Mabes Polri dengan pangkat Kombespol.

Namun karena ditarik ke Kemendagri Desember 2019, dirinya dipromosi menjadi Brigjen Pol. Putra asal Bangli Bali ini juga pernah bertugas sebagai Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Bali, dengan pengalaman pernah sukses mengamankan Pilkada serentak 2018. Prestasi fenomenal lainnya, adalah membongkar sindikat internasional pembobol uang nasabah yang berasal dari Turki.

Gubernur Olly Dondokambey SE yang dikonfirmasi soal Pjs  Gubernur pada beberapa kesempatan mengatakan belum tahu. “Itu kewenangan Kemendagri. Begitu juga dengan Pjs di Kabupaten/Kota. Tugas kita hanya mengusulkan nama-nama saja,” kata Gubernur OD, di sejumlah kesempatan. Meski begitu, nama Sekprov Sulut Edwin Silangen, kemungkinan juga masuk bursa calon Pjs. Mengingat dirinya juga berstatus pejabat Eselon 1.

Tak hanya nama pjs gubernur. Prediksi nama-nama Pjs bupati/walikota di Sulut juga ramai beredar. Pjs Wali Kota Bitung terinformasi diisi Edison Humiang (Asisten I Setda Sulut Bidang Pemerintahan). Ini diperkuat dengan status Humiang sebagai mantan Sekretaris Kota (Sekkot) Bitung. Sementara Pjs Bupati Minahasa Utara terinformasi akan dijabat Clay June Dondokambey, saat ini Kepala Biro Umum Setprov Sulut.

Pjs Bupati Bolmong Selatan Praseno Hadi (Asisten Sekretaris Darah Provinsi Sulawesi Utara Bidang Perekonomian dan Pembangunan). Pjs Bupati Minsel Mecky Onibala (Inspektur Daerah Provinsi Sulawesi Utara). Pjs Bolmong Timur Christian Talumepa (Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Daerah Provinsi Sulawesi Utara)

Karo Pemerintahan Pemprov Sulut Jemmy Kumendong dikonfirmasi Manado Post, terkait lima nama pejabat eselon II Pemprov yang beredar, menyebutkan dirinya belum bisa memastikan. “Saya belum bisa memberikan keterangan sekarang terkait nama-nama Pjs tersebut. Nanti saja jika SK nya sudah ada,” katanya.

Menurutnya sampai saat ini nama-nama Pjs di kabupaten/kota masih tetap berproses. Dirinya membeber jika SK nya besok bisa saja sudah akan dijemput. “Mudah-mudahan SK nya besok di jemput,” kata dia.

Pada pilkada serentak tahun 2020 ini, diketahui selain pemilihan gubernur untuk Sulut lima tahun kedepan, akan ada 7 Kabupaten/Kota yang juga masuk dalam pilkada, yakni Tomohon, Manado, Minut, Bitung, Minsel, Bolsel dan Boltim. Dari ketujuh daerah tersebut, ada lima yang harus diisi dengan Pjs yakni Bitung, Minsel, Minut, Bolsel, Boltim.

Nama-nama pejabat Pemprov yang akan mengisi Pjs pun beredar. Salah satu sumber resmi menyebut kelima nama yang beredar tersebut hampir pasti yang akan menjadi Pjs. “Iya, namun ada satu yang dikaburkan,” beber sumber resmi.

Di sisi lain, beredarnya, informasi nama pejabat sementara (Pjs) Bupati Bolmong Selatan (Bolsel) akan diisi Praseno Hadi selaku Asisten Sekretaris Darah Provinsi Sulawesi Utara Bidang Perekonomian dan Pembangunan, ditanggapi Bupati Hi Iskandar Kamaru. Melalui juru bicaranya, Aldy Setiawan Gobel mengatakan hal ini belum final.

“Sebab masih menunggu undangan resmi dari pemprov,” terang Gobel, saat dihubungi, melalui aplikasi WhatsApp, Kamis (24/9) kemarin. Senada, Sekertaris Kabupaten (Sekkab) Bolsel Marzanzius Arvan Ohy, ketika ditanyai kebenaran informasi ini pun mengaku tidak tahu. “Belum tahu bro,” tulisnya singkat, melalui pesan WhatsApp.

Terkait peluang para Pjs kepala daerah, pakar pemerintahan Dr Stefanus Sampe menyebutkan, penempatan Pjs harus benar-benar mempertimbangkan beberapa kemampuan. Seperti kompetensi, profesionalitas, manajerial publik dan pengalaman dari seseorang yang akan ditempatkan pada posisi tersebut.

“Biasanya yang ditempatkan pada posisi tersebut adalah birokrat senior yang telah mengerti betul tata pemerintahan dan administrasi publik. Syarat lain yang tidak kalah penting adalah netralitas dari Pjs. Syarat ini sangat penting khususnya dalam penyelenggaraan pemerintahan selama perhelatan pemilihan kepala daerah di daerahnya,” jelas Sampe.

Lanjut dia, Pjs dituntut untuk tidak memihak atau menguntungkan salah satu kandidat melalui kebijakan-kebijakan atau tingkah lakunya. Netralitas PJS ini sangat diperlukan untuk menjaga netralitas birokrasi yang dikendalikannya. Pjs juga harus mampu menetralisir ASN atau birokrasi dibawahnya yang mungkin telah terkotak-kotak atau telah berpihak pada salah satu kandidat calon.

Pjs harus tegas dan menindak ASN yang mulai bertindak partial dengan memihak pada salah satu calon. “Pengawasan terhadap netralitas ASN atau birokrasi dibawahnya sangat perlu dilakukan oleh Pjs selama pilkada agar pilkada di daerahnya dapat berjalan dengan jujur dan adil. Karena bagaimanapun juga Pjs memiliki tanggung jawab yang besar untuk suksesnya pilkada di daerah yang dipimpinnya,” tuturnya lagi.

Lebih jauh, Sampe menyebut karier Pjs sebagai birokrat yang profesional dipertaruhkan selama menduduki jabatan kepala daerah selama berlangsungnya pilkada. Karena itu dikatakannya Pjs harus mampu bersikap netral dan memastikan mesin birokrasinya juga netral.

Untuk pertimbangan daerah asal sebenarnya tidak terlalu mendesak sejauh Pjs itu mengenali betul daerah yang dipimpinnya itu dan tetap menjaga profesionalitas dan netralitas dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik khususnya selama pilkada. Karena sebagai ASN mereka harus siap untuk ditempatkan dimana saja diperlukan di wilayah NKRI,” tutupnya.(cw-01/gnr)

CALON PJS GUBERNUR

DI 7 PROVINSI,

TERMASUK SULUT:

 

Sekretaris Jenderal

Muhammad Hudori

 

Inspektur Jenderal

Tumpak Haposan Simanjuntak

 

Direktur Jenderal

 

– Politik dan Pemerintahan Umum

Bahtiar Baharuddin

– Bina Administrasi Kewilayahan

Safrizal

– Otonomi Daerah

Akmal M Piliang

– Bina Pembangunan Daerah

Muhammad Hudori

– Bina Pemerintahan Desa

Nata Irawan

– Bina Keuangan Daerah

Ardian Noervianto

– Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Zudan Arif Fakrulloh

 

Kepala Badan

– Penelitian dan Pengembangan

Agus Fatoni

– Pengembangan Sumber Daya Manusia

Teguh Setyabudi

 

Staf Ahli

– Bidang Hukum dan Kesatuan Bangsa

Didik Suprayitno

 

Bidang Pemerintahan

Suhajar Diantoro

 

Bidang Kemasyarakatan dan Hubungan Antar Lembaga

Hari Nurcahya Murni

 

Bidang Ekonomi dan Pembangunan

Hamdani

 

Staf Khusus

Sang Made Mahendra Jaya

Kastorius Sinaga

Apep Fajar Kurniawan

*Sumber: Diolah Manado Post

 

PREDIKSI  PJS GUBERNUR  BUPATI/WALI KOTA:

 

  1. Pjs Gubernur Sulut Drs Sang Made Mahendra Jaya MH

(Staf Khusus Kemendagri RI)

 

  1. Pjs Wali Kota Bitung Edison Humiang

(Asisten I Setprov Sulut Bidang Pemerintahan)

 

  1. Pjs Bupati Minahasa Utara Clay June Dondokambey

(Biro Umum Setprov Sulawesi Utara)

 

  1. Pjs Bupati Bolmong Selatan Praseno Hadi

(Asisten Sekretaris Provinsi Sulut Bidang Perekonomian dan Pembangunan)

 

  1. Pjs Bupati Minsel Mecky Onibala

(Inspektur Daerah Provinsi Sulawesi Utara)

 

  1. Pjs Bupati Bolmong Timur Christian Talumepa

(Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Daerah Sulawesi Utara)

-

Artikel Terbaru

SGR Kunjungi Pasar Tradisional dan Posko Pemenangan Likupang

Calon Bupati Minahasa Utara (Minut) Shintia G Rumumpe (SGR), Rabu (28/10) berbelanja kebutuhan rumah tangga di Pasar Tradisional Likupang.

Berbelanja di Pasar Sukur dan Kema, SGR Cek Kondisi Pedagang

Calon Bupati Minahasa Utara (Minut) Shintia G Rumumpe (SGR), Rabu (28/10) berbelanja dan menyapa pedagang di Pasar Sukur dan Kema, Rabu (28/10).

Bahaya! Sudah Enam Bulan, Bekas Longsor Belum Diperbaiki

MANADOPOST.ID—Bekas longsoran di salah satu badan jalan penghubung Kecamatan Tahuna Barat dan Kecamatan Kendahe terus membesar.

Pekan Depan, Sekolah Tatap Muka Kembali Aktif

MANADOPOST.ID--Proses belajar tatap muka di  Kota Kotamobagu mulai diperbolehkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) daerah setempat, sebagaimana surat edaran bernomor 400/DISDIK-KK01424/2020.

50 Desa Kembali Aktifkan Gugus Tugas

MANADOPOST.ID--- Guna memaksimalkan pencegahan penularan covid-19 di setiap desa, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) membentuk Tim Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 di setiap Desa.