27.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

Tak Hanya Mencuri, Pria Ini Dua Kali Cabuli Korban, Ngakunya Anggota Polisi

MANADOPOST.ID–Malang yang dialami seorang gadis sebut saja Melati (disamarkan,red). Pasalnya, Melati menjadi korban pencurian dan pemerkosaan berinisial ST alias Stedy (35), berprofesi sebagai petani yang berdomisili di Desa Winorangian.

Timsus Maleo Polda Sulut kolaborasi dengan Resmob Polres Mitra melakukan pengungkapan dan penangkapan residivis pelaku curas dan rudapaksa berantai yang terjadi di wilayah hukum Polres Mitra.

Informasi dirangkum penangkapan dipimpin langsung Katimsus Maleo Kompol Elly Maramis, sekitar pukul 00.30 Wita, Rabu (25/11).

Penangkapan berdasarkan Surat Perintah Nomor : Sprin/846/VIII/OPS.1/2020, tanggal 25 Agustus 2020, LP/40/V/2020/Sulut/Res Mitra/sek-blg, LP/Vl/2020/Sulut/Res Mitra/sek-blg dan STPL/76/Xl/2020/Sek-Rat.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Diketahui, aksi ST terjadi Sabtu, (7/11) sekitar Pukul 23.30 Wita bertempat di jalan lingkar Lowu Utara dan di dalam sebuah perkebunan Lamet Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara.

Saat itu, korban bersama pacarnya DK melewati jalan lingkar Lowu Utara dihadang pelaku.
Disitu pun pelaku dan mengaku sebagai seorang Polisi, memperdayai korban bersama pacarnya dan mendokongkan senjata ke arah leher DK.

Pelaku mengancam DK kekasih korban untuk menyerahkan, dan membuka sandi pengaman telepon selulernya (HP).

Selanjutnya pelaku membawa korban dengan alasan menemaninya untuk patroli dengan sepeda motor dengan rute Ratahan – Wioi – Perkebunan Lamet. Melihat ada kesempatan pelaku pun berhenti di sebuah gubuk kecil di Perkebunan Lamet dan melakukan rudapaksa terhadap korban sebanyak 2 kali.

Setelah selesai menyalurkan hasratnya, pelaku langsung membawa korban dengan sepeda motornya untuk mengantar korban di Kelurahan Tosuraya Selatan, tepatnya dekat Pos Covid-19.

Pada saat itu, pelaku langsung melarikan diri, sedang korban menuju pos COVID untuk mencari kekasihnya DK.

Pelaku merupakan residivis kasus pencabulan dan pernah masuk pada tahun 2010. Pelaku sudah banyak melakukan pencurian di wilayah hukum Polres Mitra dengan modus mengaku sebagai anggota Polri untuk menakut-nakuti calon korbannya.

Terkait hal tersebut, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengingatkan warga agar berhati-hati dengan aksi-aksi kejahatan yang terjadi, terutama saat berada di tempat sepi.

“Waspada aksi kejahatan dimana saja, terutama di tempat-tempat sepi. Hindari melewati tempat sepi sendirian, apalagi di malam hari,” pesan Abast.

Sementara itu, Kapolres Mitra AKBP Rudi Hartono SIK, melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Hasbi SIK Pelaku diamankan di rumahnya di Desa Winorangian Satu, Kecamatan Tombatu Utara.

Pada saat penangkapan pelaku sempat melarikan diri ke arah belakang. Namun dengan posisi rumah yang sudah dikepung oleh anggota Sat Reskrim Polres Mitra bersama Tim Maleo Polda Sulut pelaku berhasil diamankan.

“Dari hasil pemeriksaan, motif pelaku mengaku anggota Polri dan membawa senjata api jenis air softgun supaya korban tidak melakukan perlawan,” pungakas Kasat Reskrim Muhammad Hasbi.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya 4 buah hp, home teater, sebuah motor Beat Street putih, 1 buah baju sweater yang digunakan saat melakukan curas dan pemerkosaan berantai, uang tunai sebesar Rp. 170.000 dan 4 buah dompet.(ctr-05)

MANADOPOST.ID–Malang yang dialami seorang gadis sebut saja Melati (disamarkan,red). Pasalnya, Melati menjadi korban pencurian dan pemerkosaan berinisial ST alias Stedy (35), berprofesi sebagai petani yang berdomisili di Desa Winorangian.

Timsus Maleo Polda Sulut kolaborasi dengan Resmob Polres Mitra melakukan pengungkapan dan penangkapan residivis pelaku curas dan rudapaksa berantai yang terjadi di wilayah hukum Polres Mitra.

Informasi dirangkum penangkapan dipimpin langsung Katimsus Maleo Kompol Elly Maramis, sekitar pukul 00.30 Wita, Rabu (25/11).

Penangkapan berdasarkan Surat Perintah Nomor : Sprin/846/VIII/OPS.1/2020, tanggal 25 Agustus 2020, LP/40/V/2020/Sulut/Res Mitra/sek-blg, LP/Vl/2020/Sulut/Res Mitra/sek-blg dan STPL/76/Xl/2020/Sek-Rat.

Diketahui, aksi ST terjadi Sabtu, (7/11) sekitar Pukul 23.30 Wita bertempat di jalan lingkar Lowu Utara dan di dalam sebuah perkebunan Lamet Kecamatan Ratahan Kabupaten Minahasa Tenggara.

Saat itu, korban bersama pacarnya DK melewati jalan lingkar Lowu Utara dihadang pelaku.
Disitu pun pelaku dan mengaku sebagai seorang Polisi, memperdayai korban bersama pacarnya dan mendokongkan senjata ke arah leher DK.

Pelaku mengancam DK kekasih korban untuk menyerahkan, dan membuka sandi pengaman telepon selulernya (HP).

Selanjutnya pelaku membawa korban dengan alasan menemaninya untuk patroli dengan sepeda motor dengan rute Ratahan – Wioi – Perkebunan Lamet. Melihat ada kesempatan pelaku pun berhenti di sebuah gubuk kecil di Perkebunan Lamet dan melakukan rudapaksa terhadap korban sebanyak 2 kali.

Setelah selesai menyalurkan hasratnya, pelaku langsung membawa korban dengan sepeda motornya untuk mengantar korban di Kelurahan Tosuraya Selatan, tepatnya dekat Pos Covid-19.

Pada saat itu, pelaku langsung melarikan diri, sedang korban menuju pos COVID untuk mencari kekasihnya DK.

Pelaku merupakan residivis kasus pencabulan dan pernah masuk pada tahun 2010. Pelaku sudah banyak melakukan pencurian di wilayah hukum Polres Mitra dengan modus mengaku sebagai anggota Polri untuk menakut-nakuti calon korbannya.

Terkait hal tersebut, Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast mengingatkan warga agar berhati-hati dengan aksi-aksi kejahatan yang terjadi, terutama saat berada di tempat sepi.

“Waspada aksi kejahatan dimana saja, terutama di tempat-tempat sepi. Hindari melewati tempat sepi sendirian, apalagi di malam hari,” pesan Abast.

Sementara itu, Kapolres Mitra AKBP Rudi Hartono SIK, melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Hasbi SIK Pelaku diamankan di rumahnya di Desa Winorangian Satu, Kecamatan Tombatu Utara.

Pada saat penangkapan pelaku sempat melarikan diri ke arah belakang. Namun dengan posisi rumah yang sudah dikepung oleh anggota Sat Reskrim Polres Mitra bersama Tim Maleo Polda Sulut pelaku berhasil diamankan.

“Dari hasil pemeriksaan, motif pelaku mengaku anggota Polri dan membawa senjata api jenis air softgun supaya korban tidak melakukan perlawan,” pungakas Kasat Reskrim Muhammad Hasbi.

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya 4 buah hp, home teater, sebuah motor Beat Street putih, 1 buah baju sweater yang digunakan saat melakukan curas dan pemerkosaan berantai, uang tunai sebesar Rp. 170.000 dan 4 buah dompet.(ctr-05)

Most Read

Artikel Terbaru

/