alexametrics
24.4 C
Manado
Senin, 23 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

WADUH! Giliran Majelis Adat Sunda Marah Akibat Kelakuan Edy Mulyadi, Ini Penyebabnya

MANADOPOST.ID – Giliran Majelis Adat Sunda marah akibat kelakuan Edy Mulyadi.

Dilansir dari CNN Indonesia, Pupuhu Dewan Karatuan Majelis Agung Adat Sunda, Ari Mulia Subagdja, mengaku marah karena aktivis media sosial Edy Mulyadi mengenakan iket Sunda saat melontarkan pernyataan yang dianggap menghina warga Kalimantan Timur.

“Secara khusus kami juga ikut marah terhadap sikap Edy Mulyadi karena mengenakan iket kepala yang merupakan atribut adat masyarakat Sunda saat dia menyampaikan kata-kata yang menyakitkan terhadap saudara kami dari suku Dayak,” kata Ari dalam keterangan video di akun Twitter @Lady_Zeebo, Selasa (25/1/2022).

Dia juga mengaku ikut merasakan kemarahan warga Kalimantan khususnya suku Dayak yang tersinggung dengan pernyataan Edy Mulyadi. Menurutnya, pihak Majelis Adat Sunda perlu menegur Edy atas kejadian tersebut.

“Saya selaku pupuhu agung atau Ketum Dewan Karatuan Majelis Adat Sunda dan atas nama masyarakat adat Sunda ikut marah dan merasakan getar batin saudara-saudara kami di Kalimantan. Khususnya masyarakat adat Dayak yang perasaan kolektifnya terciderai oleh pernyataan Edy Mulyadi dkk,” ucap Ari.

“Kami atas nama Majelis Adat Sunda merasa perlu menegur saudara Edy Mulyadi yang telah menggunakan atribut adat Sunda saat melukai hati saudara kami masyarakat adat Dayak,” sambung dia.

Sebagai informasi, Edy Mulyadi dilaporkan puluhan warga Kalimantan Timur akibat polemik pernyataannya yang mengkritik Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Dalam sebuah video singkat yang beredar di media sosial, Edy menyebut bahwa wilayah Kaltim sebagai ‘tempat jin buang anak’ sehingga aneh jika ibu kota pindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Dia juga menyebut bahwa segmentasi orang-orang di Kaltim adalah ‘kuntilanak’ hingga ‘genderuwo’.

Pernyataan itu kemudian menjadi viral di media sosial. Ia pun dilaporkan ke Polda Sulawesi Utara (Sulut) oleh kader Partai Gerindra bernama Conny Lolyta Rumondor. Polisi kini tengah menyelidiki perkara tersebut. (CNN Indonesia)

MANADOPOST.ID – Giliran Majelis Adat Sunda marah akibat kelakuan Edy Mulyadi.

Dilansir dari CNN Indonesia, Pupuhu Dewan Karatuan Majelis Agung Adat Sunda, Ari Mulia Subagdja, mengaku marah karena aktivis media sosial Edy Mulyadi mengenakan iket Sunda saat melontarkan pernyataan yang dianggap menghina warga Kalimantan Timur.

“Secara khusus kami juga ikut marah terhadap sikap Edy Mulyadi karena mengenakan iket kepala yang merupakan atribut adat masyarakat Sunda saat dia menyampaikan kata-kata yang menyakitkan terhadap saudara kami dari suku Dayak,” kata Ari dalam keterangan video di akun Twitter @Lady_Zeebo, Selasa (25/1/2022).

Dia juga mengaku ikut merasakan kemarahan warga Kalimantan khususnya suku Dayak yang tersinggung dengan pernyataan Edy Mulyadi. Menurutnya, pihak Majelis Adat Sunda perlu menegur Edy atas kejadian tersebut.

“Saya selaku pupuhu agung atau Ketum Dewan Karatuan Majelis Adat Sunda dan atas nama masyarakat adat Sunda ikut marah dan merasakan getar batin saudara-saudara kami di Kalimantan. Khususnya masyarakat adat Dayak yang perasaan kolektifnya terciderai oleh pernyataan Edy Mulyadi dkk,” ucap Ari.

“Kami atas nama Majelis Adat Sunda merasa perlu menegur saudara Edy Mulyadi yang telah menggunakan atribut adat Sunda saat melukai hati saudara kami masyarakat adat Dayak,” sambung dia.

Sebagai informasi, Edy Mulyadi dilaporkan puluhan warga Kalimantan Timur akibat polemik pernyataannya yang mengkritik Ibu Kota Negara (IKN) baru.

Dalam sebuah video singkat yang beredar di media sosial, Edy menyebut bahwa wilayah Kaltim sebagai ‘tempat jin buang anak’ sehingga aneh jika ibu kota pindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Dia juga menyebut bahwa segmentasi orang-orang di Kaltim adalah ‘kuntilanak’ hingga ‘genderuwo’.

Pernyataan itu kemudian menjadi viral di media sosial. Ia pun dilaporkan ke Polda Sulawesi Utara (Sulut) oleh kader Partai Gerindra bernama Conny Lolyta Rumondor. Polisi kini tengah menyelidiki perkara tersebut. (CNN Indonesia)

Most Read

Artikel Terbaru

/