alexametrics
28.4 C
Manado
Sabtu, 21 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

SELAMAT HARI RAYA WAISAK: Ganjar Pranowo Dukung Borobudur Pusat Ibadah Umat Buddha Sedunia, Menag: Sukseskan Restorasi Borobudur

MANADOPOST.ID – Umat Buddha merayakan Hari Tri Suci Waisak 2565 Tahun Buddhis, Rabu (26/05/2021). Karena masih pandemi, perayaan dilakukan secara sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan.

Penjagaan di Candi Borobudur Selasa, (25/5/2021). Perayaan Waisak ke 2565 di Candi Borobudur Kabupaten Magelang resmi ditiadakan. Seperti halnya tahun 2020 lalu. Karena pandemi Covid-19. Umat Buddha pun dianjurkan cukup merayakan di beberapa wihara. Itu pun dibatasi hanya 30 persen. Bahkan diarahkan untuk dirayakan secara virtual. (LUQMAN SULISTIYAWAN/JAWA POS RADAR MAGELANG)

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan Selamat Hari Tri Suci Waisak 2565 Tahun Buddhis kepada umat Buddha di Indonesia. Menag mengapresiasi komitmen dan kepatuhan umat Buddha dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Ia juga mengajak umat untuk terus merawat kerukunan dan persaudaraan.

“Melalui momentum peringatan Hari Tri Suci Waisak 2565 tahun buddhis ini, saya berpesan kepada seluruh umat Buddha untuk terus merekatkan tali persaudaraan antarsesama,” ujar Gus Yaqut, sapaan akrabnya di Jakarta, Rabu (26/5).

Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut (Dok. JawaPos.com)

Menurut Menag, pesan merekatkan persaudaraan ini sejalan dengan ajaran yang tertuang dalam kitab suci Dhammapada bahwa ‘Kelahiran para Buddha merupakan sebab kebahagiaan.

“Saya berharap, umat Buddha terus dapat memiliki pikiran, ucapan, dan perilaku damai sebagai wujud nyata cahaya kebenaran dalam meningkatkan kualitas beragama dan kerukunan antarsesama,” pesannya.

Dirinya pun turut mengajak umat Buddha Indonesia untuk ikut serta dalam upaya pengembangan Candi Borobudur. Di mana pemerintah sendiri telah mengambil langkah strategis dalam merealisasikan program restorasi Borobudur yang berfokus pada nilai-nilai spiritual dan pendidikan dari situs Borobudur.

“Jadikanlah nilai-nilai luhur itu sebagai spirit untuk bangkit dan bersatu, bersama-sama menjadikan Candi Borobudur sebagai destinasi kunjungan religi agama Buddha dunia,” ajak dia.

“Mari sukseskan restorasi Borobudur. Saya yakin dan percaya bahwa dengan memahami kebenaran Dharma yang hakiki, umat Buddha Indonesia dapat mengambil peluang tersebut dengan sebaik-baiknya,” tandas Yaqut.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, merespons Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas yang menyatakan kesiapannya untuk mendukung promosi Candi Borobudur bagi pusat kegiatan keagamaan umat Buddha seluruh dunia. Bagi Ganjar Borobudur miliki potensi yang besar sebagai rumah ibadah umat Buddha.

Ganjar Pranowo

Menurut Ganjar, hal yang sama sebenarnya juga sudah menjadi gagasannya, sejak awal periode jabatannya memimpin Provinsi Jawa Tengah. “Bahkan, itu juga pernah saya sampaikan kepada Wakil Presiden (Wapres), Budiono, saat itu,” ungkap Ganjar, di Semarang, Jawa Tengah, belum lama ini.

Hanya saja, lanjutnya, perihal gagasan yang pernah disampaikannya pada momentum peringatan Waisak tersebut memang belum direspons oleh Pemerintah, sebelum akhirnya dibuka kembali oleh Menag. Karena itu, Gubernur pun juga sepakat dengan inisiatif Menag yang mendukung Candi Borobudur jadi pusat ibadah umat Budha dunia tersebut. “Tentunya ini berita yang menggembirakan,” katanya.

Gubernur juga menyampaikan, potensi menjadikan Borobudur sebagai rumah ibadah Buddha dunia sangat besar. Seperti yang pernah dibicarakannya dengan para Dante dan orang-orang yang aktif di organisasi agama Buddha. Dari pembicaraan itu, diketahui ada sekitar 500 juta umat Buddha dunia yang sangat aktif. Maka kalau itu bisa dilakukan, maka sebenarnya potensinya sangat besar.

Apalagi bagi kalangan umat Buddha dalam setahu minimal ada lima perayaan keagamaan. “Bayangkan saja, akan ada berapa juta orang yang berkunjung ke Borobudur dan itu bisa berkali-kali dalam setahun,” tambahnya. Dengan begitu, maka nilai religiusitas di kawasan candi peninggalan Buddha tersebut bakal semakin kuat. Juga dari sisi pergaulan antar agama dan pergaulan dengan masyarakat internasional.

Tentu akan banyak sekali manfaatnya. “Pada prinsipnya, saya sangat mendukung keinginan Menteri Agama RI tersebut,” tegasnya. Meski begitu, Ganjar juga berharap Menag merangkul semua pihak yang berkepentingan untuk berkomunikasi. Baiknya antar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) diajak duduk bareng dan saling mendukung.

Hal itu dipandang perlu agar masyarakat menjadi paham akan diarahkan ke mana. “Saya kira langkah-langkahnya harus disiapkan dengan baik dan kelompok masyarakat yang ada di sana harus diajak bicara agar bisa saling memahami,” kuncinya. (jawapos/republika/vip)

MANADOPOST.ID – Umat Buddha merayakan Hari Tri Suci Waisak 2565 Tahun Buddhis, Rabu (26/05/2021). Karena masih pandemi, perayaan dilakukan secara sederhana dengan menerapkan protokol kesehatan.

Penjagaan di Candi Borobudur Selasa, (25/5/2021). Perayaan Waisak ke 2565 di Candi Borobudur Kabupaten Magelang resmi ditiadakan. Seperti halnya tahun 2020 lalu. Karena pandemi Covid-19. Umat Buddha pun dianjurkan cukup merayakan di beberapa wihara. Itu pun dibatasi hanya 30 persen. Bahkan diarahkan untuk dirayakan secara virtual. (LUQMAN SULISTIYAWAN/JAWA POS RADAR MAGELANG)

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan Selamat Hari Tri Suci Waisak 2565 Tahun Buddhis kepada umat Buddha di Indonesia. Menag mengapresiasi komitmen dan kepatuhan umat Buddha dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Ia juga mengajak umat untuk terus merawat kerukunan dan persaudaraan.

“Melalui momentum peringatan Hari Tri Suci Waisak 2565 tahun buddhis ini, saya berpesan kepada seluruh umat Buddha untuk terus merekatkan tali persaudaraan antarsesama,” ujar Gus Yaqut, sapaan akrabnya di Jakarta, Rabu (26/5).

Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut (Dok. JawaPos.com)

Menurut Menag, pesan merekatkan persaudaraan ini sejalan dengan ajaran yang tertuang dalam kitab suci Dhammapada bahwa ‘Kelahiran para Buddha merupakan sebab kebahagiaan.

“Saya berharap, umat Buddha terus dapat memiliki pikiran, ucapan, dan perilaku damai sebagai wujud nyata cahaya kebenaran dalam meningkatkan kualitas beragama dan kerukunan antarsesama,” pesannya.

Dirinya pun turut mengajak umat Buddha Indonesia untuk ikut serta dalam upaya pengembangan Candi Borobudur. Di mana pemerintah sendiri telah mengambil langkah strategis dalam merealisasikan program restorasi Borobudur yang berfokus pada nilai-nilai spiritual dan pendidikan dari situs Borobudur.

“Jadikanlah nilai-nilai luhur itu sebagai spirit untuk bangkit dan bersatu, bersama-sama menjadikan Candi Borobudur sebagai destinasi kunjungan religi agama Buddha dunia,” ajak dia.

“Mari sukseskan restorasi Borobudur. Saya yakin dan percaya bahwa dengan memahami kebenaran Dharma yang hakiki, umat Buddha Indonesia dapat mengambil peluang tersebut dengan sebaik-baiknya,” tandas Yaqut.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, merespons Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas yang menyatakan kesiapannya untuk mendukung promosi Candi Borobudur bagi pusat kegiatan keagamaan umat Buddha seluruh dunia. Bagi Ganjar Borobudur miliki potensi yang besar sebagai rumah ibadah umat Buddha.

Ganjar Pranowo

Menurut Ganjar, hal yang sama sebenarnya juga sudah menjadi gagasannya, sejak awal periode jabatannya memimpin Provinsi Jawa Tengah. “Bahkan, itu juga pernah saya sampaikan kepada Wakil Presiden (Wapres), Budiono, saat itu,” ungkap Ganjar, di Semarang, Jawa Tengah, belum lama ini.

Hanya saja, lanjutnya, perihal gagasan yang pernah disampaikannya pada momentum peringatan Waisak tersebut memang belum direspons oleh Pemerintah, sebelum akhirnya dibuka kembali oleh Menag. Karena itu, Gubernur pun juga sepakat dengan inisiatif Menag yang mendukung Candi Borobudur jadi pusat ibadah umat Budha dunia tersebut. “Tentunya ini berita yang menggembirakan,” katanya.

Gubernur juga menyampaikan, potensi menjadikan Borobudur sebagai rumah ibadah Buddha dunia sangat besar. Seperti yang pernah dibicarakannya dengan para Dante dan orang-orang yang aktif di organisasi agama Buddha. Dari pembicaraan itu, diketahui ada sekitar 500 juta umat Buddha dunia yang sangat aktif. Maka kalau itu bisa dilakukan, maka sebenarnya potensinya sangat besar.

Apalagi bagi kalangan umat Buddha dalam setahu minimal ada lima perayaan keagamaan. “Bayangkan saja, akan ada berapa juta orang yang berkunjung ke Borobudur dan itu bisa berkali-kali dalam setahun,” tambahnya. Dengan begitu, maka nilai religiusitas di kawasan candi peninggalan Buddha tersebut bakal semakin kuat. Juga dari sisi pergaulan antar agama dan pergaulan dengan masyarakat internasional.

Tentu akan banyak sekali manfaatnya. “Pada prinsipnya, saya sangat mendukung keinginan Menteri Agama RI tersebut,” tegasnya. Meski begitu, Ganjar juga berharap Menag merangkul semua pihak yang berkepentingan untuk berkomunikasi. Baiknya antar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) diajak duduk bareng dan saling mendukung.

Hal itu dipandang perlu agar masyarakat menjadi paham akan diarahkan ke mana. “Saya kira langkah-langkahnya harus disiapkan dengan baik dan kelompok masyarakat yang ada di sana harus diajak bicara agar bisa saling memahami,” kuncinya. (jawapos/republika/vip)

Most Read

Artikel Terbaru

/