32C
Manado
Kamis, 21 Januari 2021

Bea Cukai Musnakan Rokok dan MMEA Ilegal, Nilainya Capai Rp1,1 Miliar

MANADOPOST.ID— Rabu (25/11) kemarin, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Wilayah Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara) dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Manado dan Bitung di Kantor KPPBC Manado, memusnakan sekira 1,2 juta batang rokok illegal serta 36.397 botol minuman mengandung etil alcohol (MMEA) illegal dengan berbagai golongan dan merk. Yang nilainya mencapai Rp 1,01 miliar.

Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulbagtara Cerah Bangun mengungkapkan barang-barang yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil penindakan yang dilakukan oleh bea cukai bersama TNI/Polri, kejaksaan serta pemerintah daerah.

“Ini kami tindaki selama periode 2018,2019 dan 2020 dan sudah disetujui oleh menteri keuangan melalui Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), yang dimusnahkan ini merupakan barang bukti hasil pelanggaran cukai yang penyelesaiannya dilakukan dengan pengenaan denda,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, dalam kesempatan ini turut dimusnahkan 26.400 botol MMEA atau miras yang telah kadaluarsa dan tidak layak konsumsi.

“Barang yang dimusnahkan merupakan barang kena cukai yang ditindak karena melanggar undang-undang 39 tahun 2007 tentang cukai yang tidak dilekati pita cukai, dilekati pita cukai palsu dan juga bekas serta dilekati pita cukai yang bukan pada peruntukannya,” bebernya.

Dia berharap pemusnahan ini dapat memberikan efek jera kepada pelaku pelanggaran kepabeanan dan cukai sehingga mencegah kerugian Negara.

“Kami terus berkomitmen dalam menjalankan peran sebagai community protector dalam melindungi masyarakat dari barang-barang yang dilarang dan mengamankan keuangan negara melalui penegakan hukum,” tukas dia.

Di sisi lain Ekonom Sulut Dr Robert Winerungan mengatakan pemerintah harus tegas dalam menegakan aturan. Mana yang berpotensi investasi dan mana yang tidak. “Kalau illegal masuknya, barang-barang tersebut pasti merugikan Negara sebab tidak ada incomenya bagi Negara,” ungkapnya.

Dia melanjutkan, setiap barang tersebut yang masuk secara illegal wajib hukumnya bagi pemerintah untuk memusnahkannya. “Karena sudah melanggar aturan, regulasi dan undang-undang yang sudah ditetapkan,” tandasnya.

Diketahui kegiatan tersebut diikuti langsung Kepala Kantor Wilayah DJKN, KPKNL, serta seluruh kanwil DJBC Sulbagtara meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah dengan disaksikan secara daring mewakili Gubernur Sulut DR Agus Fatoni oleh Sekertaris Provinsi Sulut Edwin Silangen. (ayu)

Artikel Terbaru