alexametrics
24.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Jokowi dan Megawati Disebut Perang Dingin, Beda Paham Soal Pemilu 2024, PDIP Ngotot Tolak Diundur

MANADOPOST.ID – Hubungan Presiden Jokowi dan Megawati Soekarnoputri dikabarkan retak. PDIP dengan tegas menolak Pemilu 2024 ditunda. Di sisi lain malah koalisi seperti PKB dan PAN yang bersikeras Pemilu diundur.

Dilansir dari pojoksatu.id, keretakan antara Presiden Jokowi dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu tergambar dari penegasan yang disampaikan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto yang tegas menolak Pemilu 2024 diundur.

Sementara para petinggi partai koalisi Jokowi, seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sudah terang mendukung penundaan Pemilu 2024.

Begitu juga Menteri Investasi Bahlil Lahadalia yang sudah lebih dulu mengutarakan hal tersebut.

“Keretakan ini memperlihatkan perang dingin antara Jokowi vs Megawati,” ujar Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbie, Minggu (27/2).

Menurut Muslim, Presiden Jokowi terlihat memanfaatkan Cak Imin cs yang mendukung penundaan Pemilu 2024 untuk berhadapan dengan Megawati dan kelompok yang ingin Pemilu tetap digelar pada 2024.

“Jika Jokowi tetap berada di belakang Cak Imin cs dan berjuang keras dengan berbagai pengkondisian, maka itu dapat dikatakan Jokowi sejatinya mau perpanjang kekuasaan dengan berbagai cara termasuk langgar konsitusi sekalipun,” jelas Muslim. (pojoksatu)

MANADOPOST.ID – Hubungan Presiden Jokowi dan Megawati Soekarnoputri dikabarkan retak. PDIP dengan tegas menolak Pemilu 2024 ditunda. Di sisi lain malah koalisi seperti PKB dan PAN yang bersikeras Pemilu diundur.

Dilansir dari pojoksatu.id, keretakan antara Presiden Jokowi dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu tergambar dari penegasan yang disampaikan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto yang tegas menolak Pemilu 2024 diundur.

Sementara para petinggi partai koalisi Jokowi, seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan sudah terang mendukung penundaan Pemilu 2024.

Begitu juga Menteri Investasi Bahlil Lahadalia yang sudah lebih dulu mengutarakan hal tersebut.

“Keretakan ini memperlihatkan perang dingin antara Jokowi vs Megawati,” ujar Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbie, Minggu (27/2).

Menurut Muslim, Presiden Jokowi terlihat memanfaatkan Cak Imin cs yang mendukung penundaan Pemilu 2024 untuk berhadapan dengan Megawati dan kelompok yang ingin Pemilu tetap digelar pada 2024.

“Jika Jokowi tetap berada di belakang Cak Imin cs dan berjuang keras dengan berbagai pengkondisian, maka itu dapat dikatakan Jokowi sejatinya mau perpanjang kekuasaan dengan berbagai cara termasuk langgar konsitusi sekalipun,” jelas Muslim. (pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/