23C
Manado
Minggu, 11 April 2021

Efek Simpang Vaksin AstraZaneca Tak Bahayakan Keselamatan Penerima

MANADOPOST.ID— Sebanyak 50.000 dosis Vaksin Covid-19 AsraZeneca (AZ), Selasa lalu (23/3) tiba di Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Dari jumlah itu, baru sekira 4.905 yang digunakan. Tadi sore (27/3), Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara mengumumkan untuk sementara vaksinasi Covid-19 menggunakan Vaksin AZ di-stop.

Kepala Dinas Kesehatan Sulut dr Debie Kalalo MScPH menerangkan, penghentian ini sifatnya sementara dengan tujuan untuk dilakukan pemantauan terhadap kasus-kasus Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) oleh Komite Daerah (Komda) KIPI. “Sebagian besar KIPI yang dilaporkan sifatnya ringan dan telah teratasi setelah dilakukan penanganan,”tutur Kalalo.

Lanjut dia, jejala KIPI ini adalah Efek Simpang dari Vaksin AZ yang sebenarnya telah disebutkan di dalam Emergency Use Authorization dari vaksin ini. “Sampai saat ini tidak ada dari Efek Simpang ini yang berbahaya bagi keselamatan penerima vaksin,” ungkap Kalalo.

Kalalo menambahkan, pemantauan oleh Komda KIPI terutama diarahkan untuk menjawab pertanyaan kenapa angka kejadian KIPI ini cukup signifikan di Sulawesi Utara, bila dibandingkan dengan daerah lainnya. “Jawaban ini diperlukan untuk antisipasi pelaksanaan vaksinasi lanjutan dan sekaligus juga sebagai bahan edukasi untuk masyarakat. Kelanjutan vaksinasi Covid 19 dengan Vaksin AZ ini akan menunggu hasil pemantauan ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Sulut, yang juga Jubir Satgas Covid-19 Pemprov Sulut dr Steven Dandel MPH membeber, penghentian pemakaian Vaksin AZ dilakukan sebagai langkah kehati-hatian, lantaran kejadian Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) sebesar 5-10 persen dari total yang divaksin AZ.

“KIPI ini hadir dalam bentuk gejala demam, menggigil, nyeri badan, nyeri tulang, mual dan muntah. Kami perlu mempersiapkan komunikasi resiko kepada masyarakat untuk dapat menerima fakta ini. Supaya tidak terjadi kepanikan di masyarakat,” sebutnya.

Lanjut dia, dalam Emergency Use Authorization (EUA) vaksin AZ, sebenarnya telah disebutkan bahwa KIPI ini adalah efek simpang (adverse effect) dari vaksin AZ yang sifatnya sangat sering terjadi (very common artinya 1 di antara 10 suntikan) dan sering terjadi (common -1 di antara 10 sd 1 di antara 100).

“Langkah ini juga perlu dilakukan untuk menyesuiakan pola dan pendekatan vaksinasi terutama yang targetnya adalah unit usaha atau institusi. Supaya tidak dilakukan dalam waktu yang bersamaan terhadap karyawannya. Tetapi bertahap, agar supaya unit usaha tidak perlu ditutup kalau ada banyak karyawan yg terdampak KIPI,” tambahnya.

“Komunikasi resiko yang diambil, langkah pertamanya didahului dengan investigasi oleh Komda KIPI bersama Dinkes, Kemenkes dan WHO, sebelum dilakukan media release,” tukasnya.

Sementara itu, Leonardo, salah warga Manado yang menerima vaksin AZ, mengaku mengalami nyeri di dada usai divaksin. “Selesai vaksin mengantuk. Sampai di rumah, terasa nyeri di dada,” tutur THL di salah satu instansi pemerintah ini.

Esoknya lanjut dia, kakinya juga ikut nyeri. “Bangun tidur kaki ikut nyeri. Waktu tanya ke dokter/perawat yang suntik vaksin, katanya itu gejala biasa,” tandasnya.(mpid)

Artikel Terbaru