27.4 C
Manado
Rabu, 17 Agustus 2022

Operasional Holywings Manado Diminta Dievaluasi

MANADOPOST.ID—Keberadaan salah satu cafe ternama Holywings, sepertinya perlu dievaluasi. Setelah berbagai kasus viral tuntas, kini promo minuman beralkohol kepada pemilik nama Muhammad dan Maria menjadi sasaran kemarahan publik.

KERAS: Ratusan personel Laskar Manguni Indonesia menyambangi Holywings Manado untuk menyampaikan protes dan tuntutan permohonan maaf atas promo minol kepada pemilik nama Maria dan Muhammad , Sabtu (25/6).

Meskipun sudah menyampaikan permohonan maaf melalui rilis resmi, cafe yang lagi hits di sejumlah daerah tetap dituntut bertanggung jawab atas kericuhan yang terjadi di tengah publik akibat promo tersebut. Outlet Holywings di Kota Manado pun ikut digeruduk.

 

Sabtu (25/6), ratusan orang personel Laskar Manguni Indonesia (LMI) menyambangi cafe yang terletak di kawasan Megamas itu. Mereka meminta manajemen Holywings menyampaikan permintaan maaf serta pertanggungjawaban secara terbuka.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

 

Ketua Umum LMI Tonaas Wangko Pdt Hanny Pantouw memimpin ratusan orang anggotanya dalam aksi yang dimulai sekira 20.30 Wita tersebut. “Memang sudah ada permohonan maaf melalui statment media sosial dan rilis kepada media, tetapi itu belum cukup. Manajemen Holywings harus menunjukkan keseriusannya meminta maaf dengan statement resmi kepada awak media secara langsung agar disaksikan publik,” tuntut Pantouw, semalam.

 

Menurutnya, kreativitas manajemen Holywings sudah meluber. Pasalnya, pengunaan dua nama sakral dalam dua penganut agama terbesar di indonesia merupakan kesalahan fatal. Harus ada efek jera. Agar kejadian serupa tidak terulang. “Ini merupakan warning kepada pihak Holywings. Apabila tidak ditindaklanjuti, kami akan melakukan aksi bergelombang yang tentu akan merugikan Holywings sendiri,” ujarnya.

 

Diungkapkan, aksi dilakukan secara damai. Itu kenapa jumlah peserta terbatas. Padahal seharusnya ada sejumah ormas lain yang ingin ikut. Kata dia, pihaknya mendukung investasi maupun bisnis yang ikut mendongkrak ekonomi masyarakat. Tetapi harus dilakukan secara santun.

 

“Tadi banyak yang menuntut agar Holywings Manado ditutup. Tetapi kami tidak sampai disitu. Silahkan tetap beroperasi tetapi tolong taati kaidah hukum dan sosial kemasyarakatan. Menjalankan bisnis tempat hiburan seperti ini dengan membawa sentimen yang berhubungan dengan keagamaan sungguh tindakan tidak terpuji,” kecamnya.

 

Sebelumnya bahkan saat melakukan aksi, Pantouw menyebut LMI juga akan menemui Wali Kota Manado untuk mendesak evaluasi izin Holywings di Manado. Permintaan maaf yang dilakukan oleh Holywings di secarik kertas seperti tidak serius.

 

“Harus minta maaf. Soal hukum ini berjalan, minimal masyarakat tahu bahwa mereka ini tahu itu salah dan minta maaf. Kalau hal ini tidak dilakukan, ini akan jadi bola salju. Ini pun kalau tidak disikapi saya datang di sini, saya akan galang jadi gelombang lebih besar lagi,” tuturnya.

 

Manajer Holywings Manado Wellyam Saputra saat dikonfirmasi enggan banyak berkomentar. Dia mengaku takut salah bicara. Namun, atas nama Holywings dia meminta maaf atas promosi yang telah menyinggung perasaan umat Muslim, Kristen maupun Katolik. Juga kepada LMI yang melakukan aksi pada malam itu.

 

“Manajemen di pusat telah menyampaikan permintaan maaf. Kami pun sudah menempelkan permintaan maaf itu di depan outlet. Tetapi tuntutan dari LMI akan kami lanjutkan ke pusat,” tutupnya. (jen)

MANADOPOST.ID—Keberadaan salah satu cafe ternama Holywings, sepertinya perlu dievaluasi. Setelah berbagai kasus viral tuntas, kini promo minuman beralkohol kepada pemilik nama Muhammad dan Maria menjadi sasaran kemarahan publik.

KERAS: Ratusan personel Laskar Manguni Indonesia menyambangi Holywings Manado untuk menyampaikan protes dan tuntutan permohonan maaf atas promo minol kepada pemilik nama Maria dan Muhammad , Sabtu (25/6).

Meskipun sudah menyampaikan permohonan maaf melalui rilis resmi, cafe yang lagi hits di sejumlah daerah tetap dituntut bertanggung jawab atas kericuhan yang terjadi di tengah publik akibat promo tersebut. Outlet Holywings di Kota Manado pun ikut digeruduk.

 

Sabtu (25/6), ratusan orang personel Laskar Manguni Indonesia (LMI) menyambangi cafe yang terletak di kawasan Megamas itu. Mereka meminta manajemen Holywings menyampaikan permintaan maaf serta pertanggungjawaban secara terbuka.

 

Ketua Umum LMI Tonaas Wangko Pdt Hanny Pantouw memimpin ratusan orang anggotanya dalam aksi yang dimulai sekira 20.30 Wita tersebut. “Memang sudah ada permohonan maaf melalui statment media sosial dan rilis kepada media, tetapi itu belum cukup. Manajemen Holywings harus menunjukkan keseriusannya meminta maaf dengan statement resmi kepada awak media secara langsung agar disaksikan publik,” tuntut Pantouw, semalam.

 

Menurutnya, kreativitas manajemen Holywings sudah meluber. Pasalnya, pengunaan dua nama sakral dalam dua penganut agama terbesar di indonesia merupakan kesalahan fatal. Harus ada efek jera. Agar kejadian serupa tidak terulang. “Ini merupakan warning kepada pihak Holywings. Apabila tidak ditindaklanjuti, kami akan melakukan aksi bergelombang yang tentu akan merugikan Holywings sendiri,” ujarnya.

 

Diungkapkan, aksi dilakukan secara damai. Itu kenapa jumlah peserta terbatas. Padahal seharusnya ada sejumah ormas lain yang ingin ikut. Kata dia, pihaknya mendukung investasi maupun bisnis yang ikut mendongkrak ekonomi masyarakat. Tetapi harus dilakukan secara santun.

 

“Tadi banyak yang menuntut agar Holywings Manado ditutup. Tetapi kami tidak sampai disitu. Silahkan tetap beroperasi tetapi tolong taati kaidah hukum dan sosial kemasyarakatan. Menjalankan bisnis tempat hiburan seperti ini dengan membawa sentimen yang berhubungan dengan keagamaan sungguh tindakan tidak terpuji,” kecamnya.

 

Sebelumnya bahkan saat melakukan aksi, Pantouw menyebut LMI juga akan menemui Wali Kota Manado untuk mendesak evaluasi izin Holywings di Manado. Permintaan maaf yang dilakukan oleh Holywings di secarik kertas seperti tidak serius.

 

“Harus minta maaf. Soal hukum ini berjalan, minimal masyarakat tahu bahwa mereka ini tahu itu salah dan minta maaf. Kalau hal ini tidak dilakukan, ini akan jadi bola salju. Ini pun kalau tidak disikapi saya datang di sini, saya akan galang jadi gelombang lebih besar lagi,” tuturnya.

 

Manajer Holywings Manado Wellyam Saputra saat dikonfirmasi enggan banyak berkomentar. Dia mengaku takut salah bicara. Namun, atas nama Holywings dia meminta maaf atas promosi yang telah menyinggung perasaan umat Muslim, Kristen maupun Katolik. Juga kepada LMI yang melakukan aksi pada malam itu.

 

“Manajemen di pusat telah menyampaikan permintaan maaf. Kami pun sudah menempelkan permintaan maaf itu di depan outlet. Tetapi tuntutan dari LMI akan kami lanjutkan ke pusat,” tutupnya. (jen)

Most Read

Artikel Terbaru

/