alexametrics
25.4 C
Manado
Selasa, 21 September 2021
spot_img

Keluarga Sudah Punya Firasat Ferry Gantung Diri, Ponsel Aktif 3 Hari, SMS Sang Anak Tak Berbalas

MANADOPOST.ID—  Keluarga FK alias Ferry, tersangka kasus pembunuhan bocah asal Koha Marsela Sulu, sudah punya firasat anggota keluarganya itu gantung diri.

Anak Ferry, Ledy K menuturkan, dia sudah punya firasat ayahnya gantung diri pasca melarikan diri.

“Namanya ayah-anak, ada ikatan batin. Saya bilang ke keluarga, dia (Ferry, red) sudah bunuh diri, tapi di jauh. Itu firasat seorang anak. Saya juga dapat tanda-tanda (Ferry bunuh diri, red),” katanya, saat dihubungi Rabu malam lalu (26/5).

Dia bercerita, di hari mayat Marsela Sulu ditemukan, ibunya menelepon, menanyakan apa sang ayah ada bersamanya. “Selama tiga hari sejak Jumat, ponsel aktif. Tapi pas telepon kami tidak dijawab. Sampai tiga hari telepon masih aktif,” bebernya.

Dia juga sempat mengirim SMS ke sang ayah, tapi tak berbalas. “Saya bilang, papa menyerahkan diri saja. Bertanggung jawab kalau memang melakukan kesalahan,” lanjutnya.

Ferry diketahui akhirnya ditemukan setelah seminggu buron. Dia ditemukan di sekitaran sungai Koha, dengan kondisi mengenaskan, diduga gantung diri.

Penemuan mayat Ferry dibenarkan sang anak, Ledy K. Pasca mengetahui ayahnya gantung diri, dia penulis pesan haru di media sosial. “Biarpun didapat dengan keadaan seperti itu (meninggal, red) saya tetap sayang papa. Selamat jalan papa,” tulisnya dalam logat Manado.

Dia mengaku akan terus mengenang kebaikan sang ayah. “Kita nda akan lia papa pe kekurangan, tapi akan selalu inga papa pe bae dan sayang pa kita, Kiky, deng papa p cucu-cucu,” lanjutnya.

Dia menambahkan, pembunuhan yang dilakukan akan menjadi tanggung jawab ayahnya di akhirat. “We Love You Father,” tandasnya.

Seperti diketahui, warga Sulawesi Utara (Sulut) Jumat (21/5) dibuat geger. Seorang bocah 13 tahun, Marsela Sulu, ditemukan tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan di perkebunan Desa Koha, Kecamatan Mandolang, Minahasa.

Sela, sapaan akrab korban, diduga diperkosa dan dibunuh oleh Ferry.

Kasus hilangnya Sela sempat viral di media sosial. Bocah tak berdosa ini ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di Desa Koha, Jaga Satu, Kecamatan Mandolang, tepatnya di perkebunan Karumama, di bawah pohon pala.(tan)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru