alexametrics
26.4 C
Manado
Kamis, 26 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Terungkap Pengakuan Terakhir Tersangka Pembunuh Marsela Sulu, Minta Maaf Atas Perbuatannya

MANADOPOST.ID— Ledy K, mengaku tak habis pikir apa yang merasuki ayahnya, FK alias Ferry, hingga nekat melakukan perbuatan keji kepada Marsela Sulu (13).

Apalagi kata dia, keluarga mereka masih punya hubungan kekerabatan. “Makanya kaget pada saat ada kerabat kami inbox, katanya papa saya jadi tersangka,” katanya saat dihubungi Rabu lalu (26/5).

Dia bercerita, Kamis malam sebelum mayat Marsela ditemukan, ayahnya membuat pengakuan. Pengakuan itu disampaikan saat ada ibadah di rumah mereka.

“Jadi saya dengar dari orang-orang, saat di ibadah itu, katanya papa sempat minta maaf. Minta maaf karena papa yang terakhir bawa (Marsela Sulu). Rasa bersalah  karena Sela cuma diturunkan begitu saja,” tuturnya.

Dia juga menuturkan, punya firasat ayahnya gantung diri pasca melarikan diri. “Namanya ayah-anak, ada ikatan batin. Saya bilang ke keluarga, dia (Ferry, red) sudah bunuh diri, tapi di jauh. Itu firasat seorang anak. Saya juga dapat tanda-tanda (Ferry bunuh diri, red),” katanya.

Dia bercerita, di hari mayat Marsela Sulu ditemukan, ibunya menelepon, menanyakan apa sang ayah ada bersamanya. “Selama tiga hari sejak Jumat, ponsel aktif. Tapi pas kami telepon tidak dijawab. Sampai tiga hari telepon masih aktif,” bebernya.

Dia juga sempat mengirim SMS ke sang ayah, tapi tak berbalas. “Saya bilang, papa menyerahkan diri saja. Bertanggung jawab kalau memang melakukan kesalahan,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Ferry akhirnya ditemukan setelah seminggu buron. Dia ditemukan di sekitaran sungai Koha, dengan kondisi mengenaskan, diduga gantung diri.

Penemuan mayat Ferry dibenarkan sang anak, Ledy K. Pasca mengetahui ayahnya gantung diri, dia penulis pesan haru di media sosial. “Biarpun didapat dengan keadaan seperti itu (meninggal, red) saya tetap sayang papa. Selamat jalan papa,” tulisnya dalam logat Manado.

Dia mengaku akan terus mengenang kebaikan sang ayah. “Kita nda akan lia papa pe kekurangan, tapi akan selalu inga papa pe bae dan sayang pa kita, Kiky, deng papa p cucu-cucu,” lanjutnya.

Dia menambahkan, pembunuhan yang dilakukan akan menjadi tanggung jawab ayahnya di akhirat. “We Love You Father,” tandasnya.(tan)

MANADOPOST.ID— Ledy K, mengaku tak habis pikir apa yang merasuki ayahnya, FK alias Ferry, hingga nekat melakukan perbuatan keji kepada Marsela Sulu (13).

Apalagi kata dia, keluarga mereka masih punya hubungan kekerabatan. “Makanya kaget pada saat ada kerabat kami inbox, katanya papa saya jadi tersangka,” katanya saat dihubungi Rabu lalu (26/5).

Dia bercerita, Kamis malam sebelum mayat Marsela ditemukan, ayahnya membuat pengakuan. Pengakuan itu disampaikan saat ada ibadah di rumah mereka.

“Jadi saya dengar dari orang-orang, saat di ibadah itu, katanya papa sempat minta maaf. Minta maaf karena papa yang terakhir bawa (Marsela Sulu). Rasa bersalah  karena Sela cuma diturunkan begitu saja,” tuturnya.

Dia juga menuturkan, punya firasat ayahnya gantung diri pasca melarikan diri. “Namanya ayah-anak, ada ikatan batin. Saya bilang ke keluarga, dia (Ferry, red) sudah bunuh diri, tapi di jauh. Itu firasat seorang anak. Saya juga dapat tanda-tanda (Ferry bunuh diri, red),” katanya.

Dia bercerita, di hari mayat Marsela Sulu ditemukan, ibunya menelepon, menanyakan apa sang ayah ada bersamanya. “Selama tiga hari sejak Jumat, ponsel aktif. Tapi pas kami telepon tidak dijawab. Sampai tiga hari telepon masih aktif,” bebernya.

Dia juga sempat mengirim SMS ke sang ayah, tapi tak berbalas. “Saya bilang, papa menyerahkan diri saja. Bertanggung jawab kalau memang melakukan kesalahan,” lanjutnya.

Seperti diketahui, Ferry akhirnya ditemukan setelah seminggu buron. Dia ditemukan di sekitaran sungai Koha, dengan kondisi mengenaskan, diduga gantung diri.

Penemuan mayat Ferry dibenarkan sang anak, Ledy K. Pasca mengetahui ayahnya gantung diri, dia penulis pesan haru di media sosial. “Biarpun didapat dengan keadaan seperti itu (meninggal, red) saya tetap sayang papa. Selamat jalan papa,” tulisnya dalam logat Manado.

Dia mengaku akan terus mengenang kebaikan sang ayah. “Kita nda akan lia papa pe kekurangan, tapi akan selalu inga papa pe bae dan sayang pa kita, Kiky, deng papa p cucu-cucu,” lanjutnya.

Dia menambahkan, pembunuhan yang dilakukan akan menjadi tanggung jawab ayahnya di akhirat. “We Love You Father,” tandasnya.(tan)

Most Read

Artikel Terbaru

/