31.4 C
Manado
Rabu, 4 Agustus 2021
spot_img

Pemkab Sitaro Rapid Tes Pendatang

MANADOPOST.ID –  Sebanyak 12.000 orang di Kabupaten Kepulauan Sitaro yang telah divaksin. “Jadi dari data kemarin (Kamis, red) sudah ada 12.000 orang yang sudah divaksin oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) dari 61,174 orang yang wajib vaksin,” ungkap Kepala Dinkes Semuel Raule.

Hal itu berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang berumur dari 18 tahun ke atas. Dan dikatakannya lagi, bahwa saat ini telah ada surat edaran dari bupati mengenai para pelaku perjalanan yang akan tiba di daerah, harus melaksanakan isolasi mandiri di rumah atau pun di rumah singgah pemerintah kabupaten, kampung, atau kelurahan. “Karena di tiap kampung/kelurahan telah disediakan rumah singgah. Dan itu pun juga telah ada sejak 2020 lalu,” katanya.

Menurut Semuel, berdasarkan data siaran pers GTC Sulawesi Utara pada 24 Juni 2021 lalu bahwa di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) bertambah satu kasus terkonfirmasi Covid-19. “Satu kasus yang terkonfirmasi adalah seorang perempuan berumur 60 tahun, yang beralamatkan di Kampung Dame Kecamatan Siau Timur (Sitim). Namun beliau sudah meninggal di Rumah Sakit (RS) Sawang empat hari lalu dengan beberapa penyakit penyerta berat. Dan pemakaman juga telah dilakukan sesuai protokol kesehatan,” jelas Semuel.

Lebih lanjut ia mengatakan, melalui penelusuran riwayat penyakit, almarhum berkontak dengan keluarga yang datang dari luar daerah kurang lebih tiga minggu lalu sebelum beliau meninggal. Namun keluarga tersebut sudah kembali ke tempat asal. “Kontak erat yang diperiksa ada enam orang, dua orang di rapid antigen dan hasilnya positif. Dan saat ini sementara isolasi mandiri dengan pengawasan satuan tugas (satgas) kampung,” katanya. “Dan para tenaga kesehatan yang kontak dengan almarhum juga sudah di periksa rapid antigen dan hasilnya negatif,” beber Semuel.

Untuk itu dirinya pun tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat di Negeri 47 pulau, agar tidak lengah dan disiplin melaksanakan protokol kesehatan (Prokes) yakni dengan menerapkan 5M yakni memakai makser, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi membatasi mobilisasi dan interaksi. Karena dengan penerapan Prokes yang ketat dari masyarakat, maka itu kunci dalam menekan kasus penyebaran virus corona di Bumi Karamando.

“Bahkan sampai saat ini penjagaan secara ketat dilakukan di pintu-pintu masuk pelabuhan. Pelaksanaan rapid test antigen akan dilakukan jika diperlukan. Jadi akan ada saat tertentu untuk pemeriksaan acak apabila diperlukan. Namun yang dilakukan Dinkes sekerang adalah tracing dan testing bagi kontak erat,” pungkasnya. (dew/ewa)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru