29.4 C
Manado
Kamis, 11 Agustus 2022

Lagi, PA 212 Serang Anies Baswedan! Gegara Citayam Fashion Week Jadi Sarang LGBT

MANADOPOST.ID – Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin akhirnya ikut menyalahkan Gubernur Anies Baswedan dan Pemprov DKI atas gelaran fenomena Citayam Fashion Week (CFW) di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

Menurut PA 212 gelaran CFW itu sejatinya sudah tak bisa dibiarkan lagi. Pasalnya gelaran CFW tersebut sudah menjadi ajang aksi komunitas LGBT.

“CFW harus ditertibkan oleh Pemprov DKI karena semakin membawa dampak yang buruk bagi ketertiban dan moral warga Jakarta. Apalagi jelas menjadi ajang aksi bejat para LGBT,” kata Novel, Kamis (28/7/2022).

CFW yang digagas sekumpulan anak muda dari Sudirman, Citayam, Bojonggede, Depok ( SCBD ) itu juga dinilai sudah keluar dari fungsinya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

“CFW itu sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Novel juga menduga fenomena CFW itu menjadi tempat tumbuh berkembangnya bibit-bibit LGBT.

Bahkan, kata dia, ajang CFW itu sudah menjadi tempat kemaksiatan dan perkaderan para LGBT.

“Dari situ bisa timbul bibit-bibit LGBT baru yang terkader dengan sendirinya dan kemaksiatan lainnya. Dan memang jadi jauh dari pancasila dan budaya ketimuran indonesia,” tegas Novel.

Sebelumnya, pihak kepolisian menutup sementara lokasi Citayam Fashion Week (CFW) di kawasan Stasiun MRT Dukuh.

Alasan penutupan gelaran CFW tersebut karena mengakibatkan kemacetan di Jalan Jenderal Sudirman.

“Penutupan sementara, dalam waktu kurang lebih setengah jam, bisa dinormalkan lagi,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin, Rabu (27/7/2022). (fir/pojoksatu)

MANADOPOST.ID – Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin akhirnya ikut menyalahkan Gubernur Anies Baswedan dan Pemprov DKI atas gelaran fenomena Citayam Fashion Week (CFW) di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

Menurut PA 212 gelaran CFW itu sejatinya sudah tak bisa dibiarkan lagi. Pasalnya gelaran CFW tersebut sudah menjadi ajang aksi komunitas LGBT.

“CFW harus ditertibkan oleh Pemprov DKI karena semakin membawa dampak yang buruk bagi ketertiban dan moral warga Jakarta. Apalagi jelas menjadi ajang aksi bejat para LGBT,” kata Novel, Kamis (28/7/2022).

CFW yang digagas sekumpulan anak muda dari Sudirman, Citayam, Bojonggede, Depok ( SCBD ) itu juga dinilai sudah keluar dari fungsinya.

“CFW itu sudah tidak berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Novel juga menduga fenomena CFW itu menjadi tempat tumbuh berkembangnya bibit-bibit LGBT.

Bahkan, kata dia, ajang CFW itu sudah menjadi tempat kemaksiatan dan perkaderan para LGBT.

“Dari situ bisa timbul bibit-bibit LGBT baru yang terkader dengan sendirinya dan kemaksiatan lainnya. Dan memang jadi jauh dari pancasila dan budaya ketimuran indonesia,” tegas Novel.

Sebelumnya, pihak kepolisian menutup sementara lokasi Citayam Fashion Week (CFW) di kawasan Stasiun MRT Dukuh.

Alasan penutupan gelaran CFW tersebut karena mengakibatkan kemacetan di Jalan Jenderal Sudirman.

“Penutupan sementara, dalam waktu kurang lebih setengah jam, bisa dinormalkan lagi,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin, Rabu (27/7/2022). (fir/pojoksatu)

Most Read

Artikel Terbaru

/