31 C
Manado
Rabu, 28 Oktober 2020

Selang Dua Tahun, 2.840 Fintech Ilegal Ditutup

MANADOPOST.ID–Jutaan orang di negeri ini, sudah pernah merasakan kerugian akibat tertipu dengan investasi bodong. Alih-alih kapok, setiap tahun justru lebih banyak masyarakat yang terjebak.

Hal ini pun dibenarkan oleh Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam Lumban Tobing. Dia mengaku, tawaran dari fintech lending ilegal dan investasi tanpa izin masih banyak bermunculan di masyarakat  dan mengincar kalangan yang pendapatannya terdampak pandemi Covid-19.

Dia membeber, berdasarka data, selang 2018 hingga September 2020 ini, sebanyak 2.840 fintench ilegal dan tawaran investasi dari entitas yang tidak memiliki izin resmi ditutup.

“Khusus tahun ini,  kami menemukan 126 fintech peer-to-peer lending ilegal, serta 32 entitas investasi dan 50 perusahaan gadai tanpa izin,” sebutnya.

Ironisnya, lanjut dia,  penawaran fintech lending ilegal dan investasi tanpa izin yang sengaja memanfaatkan kesulitan keuangan sebagian masyarakat di masa pandemi ini. Fintech lending dan tawaran investasi ilegal ini hanya bikin rugi dan bukanlah solusi bagi masyarakat.

Menurutnya, pinjaman dari fintech lending ilegal selalu mengenakan bunga yang tinggi dan jangka waktu pinjaman pendek serta meminta semua akses data kontak di telepon genggam, yang digunakan untuk mengintimidasi saat penagihan.

“Semua temuan yang kami dapatkan, sudah diserahkan kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi untuk diblokir aksesnya di laman internet dan di aplikasi jaringan seluler,” tegasnya.

Lanjutnya, selain kegiatan fintech peer-to-peer lending ilegal, Satgas Waspada Investasi juga menghentikan 32  entitas yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat karena melakukan penipuan dengan menawarkan pemberian imbal hasil yang sangat tinggi dan tidak wajar. Selain itu banyak juga kegiatan yang menduplikasikan website entitas yang memiliki izin sehingga seolah-olah website tersebut resmi milik entitas yang berizin.

“Salah satu entitas yang diminta ditutup adalah aplikasi Alimama Indonesia  (almm.qdhtml.net) yang belakangan ramai diberitakan karena diduga melakukan penipuan dengan modus penghimpunan dana untuk mendapatkan bonus belanja,” bebernya.

“Kami meminta kepada masyarakat untuk tidak bertransaksi dengan usaha gadai swasta yang ilegal dan jika ingin melakukan transaksi dengan kegiatan usaha gadai agar dapat menggunakan usaha gadai yang terdaftar di OJK. Informasi mengenai daftar perusahaan yang tidak memiliki izin dari otoritas berwenang dapat diakses melalui Investor Alert Portal pada www.sikapiuangmu.ojk.go.id,” tutupnya. (ayu)

-

Artikel Terbaru

Paruntu-Panambunan Siap Menangkan Olly-Steven dan AA-RS

MANADOPOST.ID—Arus dukungan terus berdatangan kepada pasangan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw. Kini kembali terbentuk satu lagi dukungan datang dari kaum milenial, yakni Jaringan Anak Milenial (JAM) Sulut Hebat.

HR Hadiri Konsolidasi Internal Partai Nasdem Bitung

Calon Wakil Gubernur Sulut Dr Hendry CM Runtuwene STh MSi, Selasa (27/10) menghadiri Konsolidasi Internal Partai Nasdem Kota Bitung bertempat di Kelurahan Sagrat, Kecamatan Matuari.

Warga Minut Kepulauan Antusias Sambut VAP

Calon gubernur dan wakil gubernur Sulut, Dr (HC) Vonnie A Panambunan STh (VAP) dan Dr Hendry Runtuwene STh (HR), terus mendapat dukungan.

Samsung Home Appliances Hadirkan Solusi Hidup Sehat

MANADOPOST.ID—Samsung Electronics Indonesia hari ini resmi meluncurkan rangkaian Home Appliances terbaru untuk mendukung konsumen Indonesia yang kini melakukan sebagian besar kegiatan di rumah. Samsung Refrigerator Multidoor RF60 ciptakan kemudahan penyimpanan banyak bahan makanan dengan pengaturan suhu spesifik sesuai tipe makanan untuk menjaga kesegarannya.

Operasi Zebra di Minahasa Jaring Puluhan Pelanggar

MANADOPOST.ID--Senin (26/10) kemarin adalah hari pertama digelarnya Operasi Zebra Samrat 2020. Khusus untuk wilayah Polres Minahasa, puluhan personil terlibat dalam operasi tersebut.