Sabtu, 3 Juni 2023

PA 212 TURUN TANGAN! Novel Bamukmin Sebut Ucapan Edy Mulyadi Bentuk Bela Rakyat Kalimantan

- Rabu, 26 Januari 2022 | 15:23 WIB
Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin
Wasekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin

MANADOPOST.ID - Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA 212), Novel Bamukmin menyoroti viralnya sosok Edy Mulyadi yang menyebut Kalimantan sebagai tempat jin buang anak. Dilansir dari Galamedia/Pikiran Rakyat, Novel menilai, Edy hanyalah membela masyarakat Kalimantan yang daerahnya ditetapkan sebagai ibu kota negara (IKN) baru. “Apa yang diucapkan Edy Mulyadi adalah bentuk pembelaan terhadap rakyat Kalimantan agar jangan menjadi korban kepentingan oligarki,” ujarnya dilansir melalui berbagai sumber Rabu (26/1/2022) Novel berpendapat apa yang disampaikan Edy tidak termasuk ke dalam unsur SARA, sehingga tidak bisa dipidanakan. Edy, kata Novel, lebih berbicara soal lokasi IKN baru. “Dari yang saya amati tak lain beliau berbicara pada konteks tempat atau lokasi hutan dengan penuh bekas pertambangan,” jelasnya. Lebih lanjut, pentolan 212 itu menyebut kehebohan polemik Edy menjadi pengalihan isu dari pihak pemerintah terkait pemindahan IKN. “Kepentingan oligarki sedang terganggu dan Edy Mulyadi pun telah minta maaf kepada rakyat Kalimantan,” tandasnya. Seperti diketahui, Edy sempat menjadi sorotan publik menyusul ucapannya yang dinilai menghina daerah Kalimantan. Edy memicu kemarahan publik usai pernyataannya dalam video yang menyebut lokasi Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan sebagai tempat jin buang anak. Dalam video yang beredar, Edy mengibaratkan pemindahan IKN layaknya menukar lokasi elite dengan lokasi yang disebutnya tempat jin membuang anak. Pernyataan Edy pun memicu amarah suku Dayak di Kalimantan. Mereka menuntut Edy untuk meminta maaf dan datang ke Kalimantan untuk menjalani hukuman secara adat. Menanggapi ini, politikus PKS, Tifatul Sembiring menuturkan bahwa kejadian Edy itu tak perlu dibesar-besarkan. Menurut Tifatul, Edy tidak melakukan penghinaan apapun. “Nggak ada kalimat menghina. Yang menghina yang mana? Nggak ada delik hukumnya juga. SARA juga enggak ada,” katanya saat Pelantikan Dewan Pakar DPP PKS Senin, 24 Januari 2022. Diketahui pula, Edy sempat menjadi calon legislatif PKS, namun berakhir gagal. (Galamedia/Pikiran Rakyat)

Editor: Chanly Mumu (UKW: 17401)

Tags

Terkini

X