26C
Manado
Senin, 1 Maret 2021

Sidang MK Perdana, Kuasa Hukum SB-RG Beber Banyak Pelanggaran di Pilkada Boltim 2020

JAKARTA, MANADOPOST.JAWAPOS.COM – Sidang perdana terkait gugatan tim kuasa hukum pasangan calon (paslon) Drs H Suhendro Boromoa MSi – Drs Rusdi Gumalangit (SB-RG) digelar Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (29/1).

Pada kesempatan itu, tim kuasa hukum SB-RG membeberkan banyak pelanggaran yang terjadi dalam Pilkada Boltim 2020 dengan termohon KPU Boltim.

Harli Muin SH MA MT, Kuasa Hukum SB-RG mengatakan, pihaknya mendalilkan banyak pelanggaran yang menciderai demokrasi dan hak konstitusi SB-RG.

Di antaranya, tim SB-RG mendalilkan pelanggaran 140 pengguna surat keterangan (suket) pengganti e-KTP di sejumlah TPS yang tidak sama.

“Kemudian penggunaan kabel ties (Pileg) 2019 dan kotak suara yang sudah dibuka. Artinya, kotak suara yang menggunakan kabel ties 2019 berarti sudah dibuka. Karena pengadaan kabel ties Pilkada 2020 itu cukup,” ujarnya.

Selain itu, ada temuan beberapa pemilih mencoblos dua kali di TPS. Ada juga kotak suara yang masih dibuka pada pukul 14.00 saat pemilihan 9 Desember. Padahal seharusnya sudah tidak boleh.

“Kuncinya juga soal keberatan-keberatan kita di Bawaslu Boltim tidak pernah ditindaklanjuti. Mereka tidak melakukan penyelidikan. Ada lima laporan kita yang tidak ditindaklanjuti. Jadi hak konstitusi kita yang belum selesai,” jelasnya.

Dia juga membeber ada keberatan saksi di TPS tidak diselesaikan. “Ada tiga keberatan itu tidak diselesaikan. Kata KPU diselesaikan di PPK. Tapi juga tidak diselesaikan,” katanya.

Sementara Irwan Gustaf Lalegit SH, Kuasa Hukum SB-RG yang lain mengatakan, intinya ditemukan ada kecurangan yang bersifat TSM (terstruktur, sistematis, dan masif) di Pilkada Boltim 2020.

“Kita minta MK untuk mengesampingkan pasal 158 ayat 2 UU 10/2016 karena ditemukan adanya kecurangan yang bersifat TSM,” katanya.

Diketahui, sidang pendahuluan Penanganan Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Bupati Boltim 2020 dipimpin Hakim Konstitusi Arief Hidayat didampingi Manahan MP Sitompul dan Saldi Isra. Sidang selanjutnya akan digelar 9 Februari nanti. (can)

Artikel Terbaru