alexametrics
24.4 C
Manado
Jumat, 20 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

WADUH! PA 212 Tolak Ahok Jadi Kepala Otoritas IKN, Novel Bamukmin: Kenapa Harus Dia?

MANADOPOST.ID – Persaudaraan Alumni (PA) 212 menolak jika Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menjadi Kepala Otorita IKN baru di Kalimantan Timur.

Hal itu terungkap dari pernyataa Wakil Sekjen PA 212 Novel Bamukmin.

Novel Bamukmin menyebut seakan Indonesia kekurangan sosok pemimpin.

“Kenapa harus ada Ahok? Padahal, Ahok produk gagal dan hanya bisa membuat gaduh negeri ini,” ucapnya, Jumat (28/1/2022).

Menurut Novel, masih banyak sosok pemimpin lainnya yang tepat untuk dijadikan kepala otorita IKN.

Ia menyebut putra-putri asli Kalimantan yang dinilai bisa menjadi pemimpin.

Lebih lanjut, Novel memberikan saran agar tak perlu memaksakan Ahok untuk menjadi pemimpin ibu kota negara baru.

“Keutuhan bangsa sangat terancam kalau dipaksakan juga karena berarti agenda IKN ini sangat diduga syarat kepentingan politik oligarki,” ujar Novel.

Ia berpendapat, hal ini sudah banyak yang menolak sehingga bisa dijadikan pertimbangan.

“Banyaknya penolakan dari berbagai unsur tentunya menjadi pertimbangan untuk rezim saat ini agar menghentikan berdirinya IKN karena sangat merugikan rakyat,” pungkasnya. (Suara)

MANADOPOST.ID – Persaudaraan Alumni (PA) 212 menolak jika Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang menjadi Kepala Otorita IKN baru di Kalimantan Timur.

Hal itu terungkap dari pernyataa Wakil Sekjen PA 212 Novel Bamukmin.

Novel Bamukmin menyebut seakan Indonesia kekurangan sosok pemimpin.

“Kenapa harus ada Ahok? Padahal, Ahok produk gagal dan hanya bisa membuat gaduh negeri ini,” ucapnya, Jumat (28/1/2022).

Menurut Novel, masih banyak sosok pemimpin lainnya yang tepat untuk dijadikan kepala otorita IKN.

Ia menyebut putra-putri asli Kalimantan yang dinilai bisa menjadi pemimpin.

Lebih lanjut, Novel memberikan saran agar tak perlu memaksakan Ahok untuk menjadi pemimpin ibu kota negara baru.

“Keutuhan bangsa sangat terancam kalau dipaksakan juga karena berarti agenda IKN ini sangat diduga syarat kepentingan politik oligarki,” ujar Novel.

Ia berpendapat, hal ini sudah banyak yang menolak sehingga bisa dijadikan pertimbangan.

“Banyaknya penolakan dari berbagai unsur tentunya menjadi pertimbangan untuk rezim saat ini agar menghentikan berdirinya IKN karena sangat merugikan rakyat,” pungkasnya. (Suara)

Most Read

Artikel Terbaru

/