26 C
Manado
Sabtu, 31 Oktober 2020

Realokasi Dana Covid-19 di Sulut Tembus 521 Miliar

MANADOPOST.ID–Anggaran penanganan Coronavirus Disease 2019 (Co-vid-19) di Sulawesi Utara (Sulut) bertambah. Hal ini terungkap dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulut, melalui video teleconference dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.

Vicon tersebut diikuti Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw. Berbagai kesepakatan dan pelaksanaan dibahas dalam Musrenbang. OD mengatakan dua hal penting mengenai penanganan pandemi Covid-19 dan arah kebijakan perencanaan pembangunan Sulut tahun 2021, telah dibahas secara bersama.

OD mengungkapkan, pemprov maupun kabupaten/kota telah melaksanakan refocusing dan realokasi penggunaan APBD. Yang diantaranya digunakan untuk membantu masyarakat yang berada di golongan pendapatan terendah yang berjumlah 741.342 orang atau 182.026 kepala keluarga yang tersebar di 15 kabupaten/kota.

“APBD Provinsi Sulut mengalokasikan anggaran sebesar Rp171,5 miliar. Jika dijumlahkan kekuatan APBD Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sulut, ada kurang lebih Rp521 miliar yang menjadi refocusing dan realokasi APBD Tahun 2020 dalam penanganan Covid-19. Saya menyampaikan apresiasi kepada bupati dan wali kota yang telah melaksanakan refocusing dan realokasi anggaran APBD 2020 dan mengajak kita semua untuk bangkit dan berkolaborasi dalam menangani pandemi ini,” ungkapnya.

Diketahui, berdasarkan data Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sulut dua pekan lalu, total anggaran yang disiapkan berjumlah Rp404 miliar. Menurut OD, penanganan Covid-19 di Sulut dilaksanakan sejalan dengan arahan pemerintah pusat.

Yaitu ditujukan untuk bidang kesehatan, program jarring pengaman sosial dan bidang ekonomi. OD juga mengatakan, ada sembilan kelompok besar masyarakat yang terdampak akibat Covid-19.

Rata-rata bekerja di sektor informal, yaitu pekerja yang bergerak di bidang perdagangan dan jasa dengan skala Usaha Mikro dan Kecil, pekerja yang bergerak di bidang pertanian skala Usaha Mikro dan Kecil, pekerjayangbergerak di bidang pariwisata skala Usaha Mikro dan Kecil, pekerja yang bergerak di bidang transportasi skala Usaha Mikro dan Kecil.

“Kemudian pekerja yang bergerak di bidang industri skala Usaha Mikro dan Kecil, penduduky ang bekerja sebagai pemulung, penduduk lanjut usia, penduduk dengan kebutuhan khusus (Disabilitas) dan penduduk yang anggota keluarganya terindikasi ODP, PDP, suspect dan terinfeksi Covid-19,” paparnya.

Kemudian dengan memperhatikan kondisi ekstenal dan internal, maka dalam penyusunan strategi dan kebijakan pembangunan tahun 2021, Sulut mengacu pada kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan tema pembangunan, mempercepat pemulihan ketahanan ekonomi dan kehidupan masyarakat, dengan fokus, pemulihan industri, pariwisata dan investasi penguatan sistem kesehatan nasional.

“Sebagaimana tertuang dalam rancangan RIP Tahun 2021, Sulut menetapkan tema pembangunan yahun 2021 yaitu, mempercepat pemulihan ketahanan ekonomi dan kehidupan masyarakat didukung pengembangan pariwisata dan industri berbasis sumberdaya lokal,” paparnya.

Tambah dia, tahun 2021 adalah tahun terakhir pelaksanaan RPJMD 2016-2021, maka prioritas pembangunan di Sulut diarahkan untuk pencapaian sasaran pembangunan sebagaimana yang sudah ditetapkan di dalam RPJMD tersebut dengan fokus terhadap tujuh isu strategis.

“Yaitu penguatan ketahanan perekonomian daerah pasca pandemik Covid-19, memperkuat sektor pertanian dan pariwisata, penanggulangan kemiskinan, penanganan stunting, penyediaan SDM promotif dan preventif, dan sarpras kesehatan, peningkatan kualitas pendidikan, memperkecil tingkat pengangguran terbuka (TPT), pencapaian 100-0-100 infrastruktur (Air Bersih-Kawasan Kumuh-Sanitasi), infrastruktur konektivitas wilayah, dan energi, dan peningkatan kualitas pelayanan birokrasi berbasis elektronik,” ungkapnya.

Lebih jauh, Gubernur Olly menerangkan kondisi global pandemi Covid-19 ini mempengaruhi pencapaian target pembangunan makro yang telah ditetapkan. Sehingga akan dilakukan koreksi terhadap proyeksi target indikator makro pembangunan Sulut, yaitu pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka, tingkat kemiskinan, PDRB, inflasi dan indeks pembangunan manusia (IPM).

“Kelaiatan ekonomi Sulawesi Utara bertumpu pada sektor pertanian yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pembentukan struktur ekonomi daerah. Karena itu, apabila semua Kabupaten/ Kota terus mendorong sektor pertanian sehingga dapat tumbuh secara positif, maka saya optimis Sulawesi Utara Tahun 2021 dapat bertumbuh positif diatas rata-rata nasional. Menjadi harapan kami, Pemerintah dan Masyarakat Sulut, boleh menjadi provinsi yang memberikan kontribusi positif untuk pembangunan nasional dalam mewujudkan Indonesia Maju melalui Transformasi ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengatakan, dari hasil Musrenbang, Jembatan Bitung-Lembeh dan Tol Manado Amurang disetujui.

“Jadi usulan Pak Gubernur Olly Dondokambey, terkait tol tiga daerah dan pembangunan Jembatan Bitung-Lembeh telah disetujui Bappenas. Untuk trase sudah ada, sehingga pembebasan lahan kedepan sudah bisa dilakukan. Yang pasti, buku biru Bapenas sudah masuk untuk dua pembangunan tersebut,” bebernya.

Selain Jembatan Bitung-Lembeh dan Tol Minut-Minahasa-Minsel, Kandouw juga mengatakan, Kepala Bapennas masih memberikan kesempatan Gubemur untuk mengusul lima kegiatan berskala besar.

“Kalau bukan Gubernur OD yang menjabat sebagai gubernur jangan harap itu semua disetujui pemerintah pusat. Jadi nanti pemerintah pusat akan mengkaji apa lima kegiatan berskala besar yang akan diberikan lagi,” tandas Kandouw.(ewa/gnr)

-

Artikel Terbaru

Selisih dengan CEP-SSL 40%, Ini Alasan OD-SK Tetap Perkasa

MANADOPOST.ID—Petahana Olly Dondokambey-Steven Kandouw sangat perkasa. Tingkat elektabilitas mencapai 64,3. Selisih dengan jawara kedua Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar (CEP-SSL) capai 40 persen. Di mana paslon nomor urut 1 ini hanya mendapat 22,3 persen.

LSI: OD-SK Unggul 64,3

MANADOPOST.ID—Kurang dari dua bulan pelaksanaan pilkada 9 Desember mendatang, pasangan incumbent Olly Dondokambey dan Steven Kandouw (OD-SK) tetap bertengger di posisi pertama.

Pjs Bupati Minsel Warning Kepsek

MANADOPOST.ID—Pjs Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Meiki Onibala, kembali mengeluarkan warning keras. Kali ini, diarahkan ke kepala sekolah (kepsek) di Minsel. Terkait sikap dalam menghadapi kontestasi Pilkada 2020.

Ketua Bapilu Demokrat Dukung JPAR-Ai

MANADOPOST.ID--Target utama Partai Demokrat merebut kemenangan di Kota Manado sepertinya tak didukung kader sendiri. Teranyar, Ketua Bapilu Demokrat Sulut Darmawati Dareho memilih mendukung pasangan calon Julyeta Paulina Amelia Runtuwene-Harley Mangindaan (JPAR-Ai). Dibanding memenangkan Ketua Demokrat Sulut Mor Bastiaan yang berpasangan dengan Hanny Joost Pajouw.

Anggaran JKN-KIS Minahasa Digeser Tangani Covid-19

MANADOPOST.ID—Pandemi Covid-19 di Kabupaten Minahasa berdampak pada pergeseran anggaran. Salah satunya pergeseran anggaran yang dilakukan terhadap pembayaran iuran BPJS Kesehatan.