28.6 C
Manado
Kamis, 13 Mei 2021
spot_img
spot_img

Awak KRI Nanggala Terima Bintang Jasa & Naik Pangkat, Istri Lettu Sigar Tulis Pesan Mengharukan

MANADOPOST.ID— Awak kapal selam KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Utara Bali resmi mendapatkan Bintang Jalasena Nararya dan kenaikan pangkat luar biasa.

Anugerah itu diserahkan dalam upacara militer dipimpin Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto, Kamis (29/4) di Hanggar 2 Bandara Juanda Surabaya.

Salah satu yang menerima yakni Lettu Laut (T) Anm Rhesa Tri Utomo Sigar STr Han. “Selamat atas kenaikan pangkatnya, suamiku! Kamu keren banget bisa dapet piagam gelar, tanda jasa dan kepahlawanan! Aku bangga banget jadi istri seorang pahlawan,” tulis istri Lettu Sigar, Anasthasia Christina, di akun media sosialnya.


Thasia—sapaan akrabnya, pun terkenang kata-kata sang suami sebelum meninggal. “Kami yang membentuk aku hingga bisa jadi kaya gini. Dari awal masuk sekolah kapal selam, kami selalu kasih aku film tentang kapal selam. Sebenernya aku gamau karena  takut tapi kamu bilang ‘Kamu harus ngerti. biar kami paham, ini resiko pekerjaanku, kalau ini terjadi sewaktu-waktu sama aku, kami udah harus siap. Jangan banyak ngeluh ya, disinilah aku bisa cari uang’. Sekarang aku paham kenapa dari dulu kami maksa aku buat belajar. Terima kasih sudah menjadikan aku perempuan yang kuat!” lanjutnya.

Diketahui, Lettu Rhesa adalah Kepala Divisi Mesin Besar KRI Nanggala-402. Kapal selam buatan Jerman itu, hilang kontak di perairan Bali dan dinyatakan tenggelam.

Rhesa diketahui masih berkerabat dengan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto. Oma dan opa (kakek-nenek, red) Letda Rhesa, adalah Leentje Rumbay dan Willem Theodorus Sigar. Leentje Rumbay diketahui asal Papakelan, Tondano, Kabupaten Minahasa. Sementara Willem Theodorus Sigar adalah sepupu Dora Sigar, ibu Menhan Prabowo.

Rhesa merupakan bungsu dari tiga dari bersaudara, anak pasangan Letkol (Inf) Simson Godfried Sigar dan Indah Sigar. Letkol Simson diketahui adalah salah satu anggota TNI yang gugur dalam peristiwa kecelakaan helikopter di Timor Timur (Timtim), 4 Juni 1998.(*)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru