25.4 C
Manado
Jumat, 19 Agustus 2022

Gila! Bukalapak Digugat 1 Triliun, Ini Penyebabnya 

MANADOPOST.ID – Bukalapak sementara diterpa masalah berat. Salah satu perusahaan e-commerce Indonesia ini digugat sebesar Rp1 triliun dan Rp90 miliar. Yang menggugat adalah PT Harmas Jalesveva, pemilik dan pengelola One Bell Park Mall.

Ternyata penyebabnya karena Bukalapak dianggap tak patuh dan melanggar kesepakatan. Hal itu terkait sewa-menyewa belasan lantai di gedung One Bell Park Mall.

Gugatan telah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Bahkan sidang kedua perkara yang teregistrasi dengan Nomor 294/Pdt.G/2021/PN/JKT.SEL itu telah digelar pada Senin (26/4/2021).

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Dalam sidang tersebut dibahas perihal rencana mediasi kedua belah pihak. Majelis hakim telah menetapkan hakim untuk menentukan jadwal pelaksanaan mediasi. Sidang akhirnya ditunda, hingga nanti mediasi dinyatakan selesai.

Muhammad Syakur Mandar, Kuasa hukum PT Harmas Jalesveva, berharap bisa tercapai titik temu dalam mediasi tersebut.

“Kita berharap di sidang mediasi yang sudah ditetapkan pada tanggal 17 Mei nanti, setelah lebaran, Bukalapak dan PT Leads Property beritikad baik untuk menyelesaikan apa yang menjadi kewajibannya,” ujar Syakur, Kamis (29/4/2021).

“Karena kita sama sekali tidak lalai dalam kewajiban kita sebagai penyedia gedung,” imbuhnya.

Selain Bukalapak, PT Harmas Jalasveca juga menggugat PT Leads Property Services Indonesia, marketing yang mengatur hubungan sewa-menyewa antara Bukalapak dengan Harmas.

Dia menegaskan, pihaknya yang justru mengalami kerugian dalam perkara ini.

“Kerugian-kerugian kita itu yang bersifat nyata, kerugian materil Rp90 miliar sekian,” kata dia.

MANADOPOST.ID – Bukalapak sementara diterpa masalah berat. Salah satu perusahaan e-commerce Indonesia ini digugat sebesar Rp1 triliun dan Rp90 miliar. Yang menggugat adalah PT Harmas Jalesveva, pemilik dan pengelola One Bell Park Mall.

Ternyata penyebabnya karena Bukalapak dianggap tak patuh dan melanggar kesepakatan. Hal itu terkait sewa-menyewa belasan lantai di gedung One Bell Park Mall.

Gugatan telah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Bahkan sidang kedua perkara yang teregistrasi dengan Nomor 294/Pdt.G/2021/PN/JKT.SEL itu telah digelar pada Senin (26/4/2021).

Dalam sidang tersebut dibahas perihal rencana mediasi kedua belah pihak. Majelis hakim telah menetapkan hakim untuk menentukan jadwal pelaksanaan mediasi. Sidang akhirnya ditunda, hingga nanti mediasi dinyatakan selesai.

Muhammad Syakur Mandar, Kuasa hukum PT Harmas Jalesveva, berharap bisa tercapai titik temu dalam mediasi tersebut.

“Kita berharap di sidang mediasi yang sudah ditetapkan pada tanggal 17 Mei nanti, setelah lebaran, Bukalapak dan PT Leads Property beritikad baik untuk menyelesaikan apa yang menjadi kewajibannya,” ujar Syakur, Kamis (29/4/2021).

“Karena kita sama sekali tidak lalai dalam kewajiban kita sebagai penyedia gedung,” imbuhnya.

Selain Bukalapak, PT Harmas Jalasveca juga menggugat PT Leads Property Services Indonesia, marketing yang mengatur hubungan sewa-menyewa antara Bukalapak dengan Harmas.

Dia menegaskan, pihaknya yang justru mengalami kerugian dalam perkara ini.

“Kerugian-kerugian kita itu yang bersifat nyata, kerugian materil Rp90 miliar sekian,” kata dia.

Most Read

Artikel Terbaru

/