alexametrics
27.4 C
Manado
Minggu, 22 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Keluarga Pengantin yang Jatuh dari Lantai 7 Hotel Sebut Bukan Bunuh Diri, Ini Penjelasan Paman Korban

MANADOPOST.ID – Warga Sulawesi Utara (Sulut) baru-baru ini dihebohkan dengan kasus dugaan bunuh diri seorang pengantin pria bernama Gerald Farlen Suatan. Gerald diduga bunuh diri dengan cara melompat dari lantai tujuh di salah satu hotel di Manado.

Namun pihak keluarga membantah korban bunuh diri. Menurut Jack Andalangi, paman sekaligus ayah angkat korban, Gerald tidak bunuh diri melainkan hanya terjatuh.

“Kemungkinan ia tidak melompat tapi terjatuh karena kelelahan. Saya coba minta informasi dari teman-temannya yang sedang bersama, bagaimana dia sebelum kejadian. Kata mereka dia enjoy saja,” ujar Jack, saat ditemui di rumah duka di Desa Tateli Tiga, Kecamatan Mandolang, Minahasa, Sabtu (29/5/2021) malam.

Tidak hanya itu, alasan pamannya beranggapan demikian karena diperkuat keterangan adik korban yang mengatakan kakaknya tidak meloncat.

“Kenapa saya bilang dia tidak loncat karena adiknya yang kelas 6 SD bilang kalau kakak Alen jatuh di sini,” tegas Om Jack, sapaan akrabnya.

Keluarga melalui pamannya juga menyesali pemberitaan miring terkait korban yang di mata keluarga adalah sosok mandiri dan pekerja keras.

“Kami dari keluarga juga menyesali banyak yang membuli dan memberitakan yang tidak benar mengenai Alen,” tandasnya penuh haru. (Tim MP/chanly)

MANADOPOST.ID – Warga Sulawesi Utara (Sulut) baru-baru ini dihebohkan dengan kasus dugaan bunuh diri seorang pengantin pria bernama Gerald Farlen Suatan. Gerald diduga bunuh diri dengan cara melompat dari lantai tujuh di salah satu hotel di Manado.

Namun pihak keluarga membantah korban bunuh diri. Menurut Jack Andalangi, paman sekaligus ayah angkat korban, Gerald tidak bunuh diri melainkan hanya terjatuh.

“Kemungkinan ia tidak melompat tapi terjatuh karena kelelahan. Saya coba minta informasi dari teman-temannya yang sedang bersama, bagaimana dia sebelum kejadian. Kata mereka dia enjoy saja,” ujar Jack, saat ditemui di rumah duka di Desa Tateli Tiga, Kecamatan Mandolang, Minahasa, Sabtu (29/5/2021) malam.

Tidak hanya itu, alasan pamannya beranggapan demikian karena diperkuat keterangan adik korban yang mengatakan kakaknya tidak meloncat.

“Kenapa saya bilang dia tidak loncat karena adiknya yang kelas 6 SD bilang kalau kakak Alen jatuh di sini,” tegas Om Jack, sapaan akrabnya.

Keluarga melalui pamannya juga menyesali pemberitaan miring terkait korban yang di mata keluarga adalah sosok mandiri dan pekerja keras.

“Kami dari keluarga juga menyesali banyak yang membuli dan memberitakan yang tidak benar mengenai Alen,” tandasnya penuh haru. (Tim MP/chanly)

Most Read

Artikel Terbaru

/