25 C
Manado
Rabu, 25 November 2020

Lolos Seleksi CPNS, Ini Dokumen yang Wajib Dilengkapi

MANADOPOST.ID—Rekonsiliasi integrasi hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) seleksi CPNS 2019 telah rampung. Hasil telah diserahkan Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada seluruh instansi, kemarin (28/10). Selanjutnya, akan diumumkan serentak oleh masing-masing instansi besok (30/10).

Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Hukum dan Kerja Sama BKN Paryono menuturkan, Bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi akan diarahkan melakukan pemberkasan secara digital melalui akun masing-masing peserta di https://sscn.bk.go.id. Peserta diminta mengisi daftar riwayat hidup (DRH) dan mengunggahnya sejumlah dokumen lain.

Setidaknya, ada sembilan jenis dokumen ‘sakti’. Karena wajib dilengkapi peserta berdasarkan peraturan BKN Nomor 14 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis Pengadaan PNS. Yakni, pas foto terbaru berpakaian formal dengan latar belakang berwarna merah,ijazah asli untuk lulusan dalam negeri /ijazah penyetaraan Dikti untuk lulusan luar negeri, transkrip asli, surat pernyataan 5 poin yang mengacu pada peraturan BKN 14/2018, surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang masih berlaku saat pemberkasan.

Kemudian, surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari dokter yang berstatus PNS atau dokter yang bekerja pada unit pelayanan kesehatan, surat keterangan tidak mengonsumsi/menggunakan narkoba dan zat-zat adiktif lainnya dari unit pelayanan kesehatan pemerintah, bukti pengalaman kerja yang telah dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang (apabila memiliki masa kerja), dan DRH yang sudah ditandatangani. “Kelengkapan dokumen pemberkasan ini akan digunakan sebagai dasar pengusulan Nomor Induk Pegawai (NIP),” tutur Paryono, kemarin (28/10).

Dia menjelaskan, proses penetapan NIP CPNS 2019 akan dilaksanakan secara elektronik (paperless) oleh BKN. Ada dua sistem aplikasi yang digunakan, Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) dan aplikasi pendukung dokumen elektronik (DOCUDigital) melalui https://docudigital.bkn.go.id. ”Penandatanganan pertimbangan teknis (Pertek) penetapan NIP pun akan dilakukan secara digital (digital signature),” katanya.

Sementara, lanjut dia, bagi peserta yang tidak dinyatakan lulus dapat mengajukan sanggahan dengan mengunggah bukti sanggahan ke portal SSCN. Sanggahan hanya bisa dilakukan satu kali, dengan masa sanggah selama 3 setelah pengumuman hasil akhir seleksi CPNS. Terhadap sanggahan tersebut, instansi diberikan kesempatan menjawab sanggahan peserta dalam kurun waktu 4 hari sejak pengumuman diterbitkan.

Selanjutnya, bagi peserta yang mengundurkan diri dapat menyampaikan surat pernyataan pengunduran diri di portal SSCN. Paryono mengatakan, peserta yang mengundurkan diri hanya dapat digantikan peserta lain jika pengunduran diri terjadi sebelum NIP ditetapkan BKN.

Sementara, peserta lain yang dapat menggantikan adalah peserta selanjutnya dari peringkat tertinggi sesuai hasil integrasi nilai SKD dan SKB pada lowongan formasi jabatan. “Tentunya yang ditetapkan dengan keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK),” pungkasnya.(jp/gnr)

SYARAT LANJUTAN:

  1. Bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi akan diarahkan melakukan pemberkasan secara digital melalui akun masing-masing peserta di https://sscn.bk.go.id.
  2. Peserta diminta mengisi daftar riwayat hidup (DRH) dan mengunggahnya sejumlah dokumen lain.
  3. Pas foto terbaru berpakaian formal dengan latar belakang berwarna merah, ijazah asli untuk lulusan dalam negeri /ijazah penyetaraan Dikti untuk lulusan luar negeri, transkrip asli.
  4. Surat pernyataan 5 poin yang mengacu pada peraturan BKN 14/2018, surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) yang masih berlaku saat pemberkasan.
  5. SK sehat jasmani dan rohani dari dokter yang berstatus PNS atau dokter yang bekerja pada unit pelayanan Kesehatan.
  6. surat keterangan tidak mengonsumsi/menggunakan narkoba dan zat-zat adiktif lainnya dari unit pelayanan kesehatan pemerintah.
  7. Bukti pengalaman kerja yang telah dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang (apabila memiliki masa kerja), dan DRH yang sudah ditandatangani.
  8. Kelengkapan dokumen pemberkasan ini akan digunakan sebagai dasar pengusulan Nomor Induk Pegawai (NIP).
  9. Proses penetapan NIP CPNS 2019 akan dilaksanakan secara elektronik (paperless) oleh BKN.
  10. Peserta yang tidak dinyatakan lulus dapat mengajukan sanggahan dengan mengunggah bukti sanggahan ke portal SSCN. Sanggahan hanya bisa dilakukan satu kali, dengan masa sanggah selama 3 setelah pengumuman hasil akhir seleksi CPNS.

*Sumber: BKN, Diolah Manado Post

-

Artikel Terbaru

Zaman Kapolri Idham Azis, tidak Ada Anjak yang Habis Sekolah

Dalam Apel Kasatwil 2020 di Mabes Polri pada Rabu (25/11), Kapolri Jenderal Idham Azis menyampaikan perihal pembinaan personel kepolisian. Ada hukuman dan penghargaan bagi anggotanya. Bahkan, seluruh personel Bhayangkara akan mendapatkan jabatan sesuai dengan kompetensi individu.

Perselisihan Dua Desa, Kapolres Turun Tangan

MANADOPOST.ID- Anak-anak muda di dua desa yakni Desa Tenga dan Desa Pakuure, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) belum lama ini sempat terjadi perselisihan.

Lansia 80 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Sungai

MANADOPOST.ID--Desterina Talamuda (80), warga Kuma Kecamatan Essang Selatan, ditemukan tak bernyawa di Sungai Liumbarango.

Hadirkan Ketum GMNI, Liow Apresiasi Bedah Buku OD-SK

MANADOPOST.ID--Mahasiswa dan generasi milenial Sulut mengikuti Diskusi bedah buku ‘Moving Forward: Memahami Revolusi Mental dan Politics of Hope Dalam Kepemimpinan Aksi Nyata dan Tata Kelola Pemerintahan ODSK’ di Grand Puri Hotel Manado, Rabu (25/11).

Percepat dan Perluas ETP Daerah

MANADOPOST.ID--Bupati Sitaro Evangelian Sasingen didampingi Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Herry Bogar menghadiri webinar akselerasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), secara virtual di Media Center Sitaro, Selasa (24/11).