25.4 C
Manado
Kamis, 7 Juli 2022

Ini Alasan Satgas Covid-19 Imbau Ibadah Natal Digelar Live Streaming

MANADO— Satgas Covid-19 memberikan keterangan lebih lanjut terkait Surat Edaran Gubernur Sulawesi Utara Nomor 440/20.9672/Tahun 2020, terkait pelaksanaan Ibadah Natal di masa pandemi Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“Dapat kami sampaikan, tindakan antisipasi adanya penyebaran Covid-19 lewat kegiatan keagamaan, bukan baru pertama kali dilaksanakan di Sulawesi Utara. Pada Mei 2020 ketika umat Islam akan merayakan Idul Fitri, Satgas Covid-19 juga membuat pengaturan tentang pembatasan pelaksanaan Salat Id berjamaah. Hal itu terjadi karena pada bulan bulan tersebut, signal epidemiologis mengindikasikan adanya peningkatan kasus yang sangat signifikan. Oleh karenanya perlu adanya pembatasan kegiatan yang berpotensi meningkatkan transmisi kasus ini,” beber Jubir Satgas Covid-19 Sulut dr Steaven Dandel MPH.

Fenomena yang sama, kata Dandel, terjadi juga pada November ini. “Selama 3 minggu terakhir akselerasi penambahan kasus terjadi dengan signifkan (lihat grafis di bawah),” ujarnya.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Lanjutnya, pada minggu terakhir bulan November ini, angka keterisian ruangan perawatan intensif (ICU) Covid-19 juga meningkat secara tajam. Khusus untuk RSUP Prof Kandou angkanya mencapai 90%. Sementara ruang isolasi angka keterisiannya ada diangka 36,18%.

“Kedua kondisi inilah yang mendorong Satgas Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk mengambil kebijakan tersebut di atas dan menghimbau para pemimpin gereja agar dapat menata pelaksanaan perayaan Natal agar tidak menjadi kegiatan yang rawan untuk transimisi Covid-19, lewat kegiatan ibadah live streaming. Apabila tidak dilakukan antisipasi secara dini, maka dikhawatirkan peningkatan jumlah kasus akan sangat membebani sistem kesehatan yang ada dan berpotensi katastropik, karena akan melumpuhkan juga pelayanan kesehatan bagi penyakit lainnya,” tandasnya.(mpid)

MANADO— Satgas Covid-19 memberikan keterangan lebih lanjut terkait Surat Edaran Gubernur Sulawesi Utara Nomor 440/20.9672/Tahun 2020, terkait pelaksanaan Ibadah Natal di masa pandemi Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“Dapat kami sampaikan, tindakan antisipasi adanya penyebaran Covid-19 lewat kegiatan keagamaan, bukan baru pertama kali dilaksanakan di Sulawesi Utara. Pada Mei 2020 ketika umat Islam akan merayakan Idul Fitri, Satgas Covid-19 juga membuat pengaturan tentang pembatasan pelaksanaan Salat Id berjamaah. Hal itu terjadi karena pada bulan bulan tersebut, signal epidemiologis mengindikasikan adanya peningkatan kasus yang sangat signifikan. Oleh karenanya perlu adanya pembatasan kegiatan yang berpotensi meningkatkan transmisi kasus ini,” beber Jubir Satgas Covid-19 Sulut dr Steaven Dandel MPH.

Fenomena yang sama, kata Dandel, terjadi juga pada November ini. “Selama 3 minggu terakhir akselerasi penambahan kasus terjadi dengan signifkan (lihat grafis di bawah),” ujarnya.

Lanjutnya, pada minggu terakhir bulan November ini, angka keterisian ruangan perawatan intensif (ICU) Covid-19 juga meningkat secara tajam. Khusus untuk RSUP Prof Kandou angkanya mencapai 90%. Sementara ruang isolasi angka keterisiannya ada diangka 36,18%.

“Kedua kondisi inilah yang mendorong Satgas Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk mengambil kebijakan tersebut di atas dan menghimbau para pemimpin gereja agar dapat menata pelaksanaan perayaan Natal agar tidak menjadi kegiatan yang rawan untuk transimisi Covid-19, lewat kegiatan ibadah live streaming. Apabila tidak dilakukan antisipasi secara dini, maka dikhawatirkan peningkatan jumlah kasus akan sangat membebani sistem kesehatan yang ada dan berpotensi katastropik, karena akan melumpuhkan juga pelayanan kesehatan bagi penyakit lainnya,” tandasnya.(mpid)

Most Read

Artikel Terbaru

/