alexametrics
31.4 C
Manado
Minggu, 29 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

MENGEJUTKAN, di Kandang Ganjar Pranowo, Gerindra tiba-tiba Ajak PDIP Koalisi Menangkan Pilpres

MANADOPOST.ID-Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, Jawa Tengah adalah provinsi yang memiliki geopolitik yang khas. Karena sejak Pemilu 1999 sampai 2019, PDIP selalu mendominasi Jateng sebagai pemenang pemilu. Berbeda dengan provinsi lainnya di Pulau Jawa yang selalu bergantian pemenangnya dalam setiap pemilu.

Untuk itu, Muzani meminta agar Partai Gerindra belajar kepada PDIP tentang cara mempertahankan kepercayaan rakyat seperti yang terjadi di Jawa Tengah. Karena, Gerindra pernah bekerjasama pada tahun 2009, lalu 2014 berpisah karena Gerindra oposisi. Dan kini kembali bersama dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

“Gerindra Jateng harus belajar dari bagaimana PDIP Jateng mengelola kepercayaan rakyat sehingga selalu menang dalam setiap pemilu. Kedepan kita ingin bekerjasama lagi untuk membesarkan dan membangun Indonesia,” kata Muzani saat peresmian kantor DPC Gerindra Kota Semarang yang juga dihadiri oleh pengurus DPD PDIP Jateng dan juga DPC PDIP Kota Semarang, Minggu (28/11).

Muzani juga menuturkan, secara geografis Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk sebesar 270 juta dan sekitar 17 ribu pulau, tidak mungkin satu kekuatan bisa menjangkau seluruhnya. Itulah yang menyebabkan semua kekuatan politik harus bekerjasama membangun masa depan Indonesia dan menyatukan diri dalam satu kekuatan. “Ingat PDIP dan Gerindra adalah kekuatan besar,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Muzani berharap, dengan diresmikannya antor DPC Gerindra Kota Semarang, maka kerja-kerja kader Gerindra di ibu kota provinsi Jawa Tengah bisa lebih giat lagi, terutama dalam melindungi kepentingan rakyat.

“Jika hal itu sungguh-sungguh dikerjakan partai, maka akan menyebabkan rakyat kepercayaan rakyat tidak luntur pada suatu partai. Dan rakyat akan tetap memilih pada pilihannya dalam pemilu,” tegasnya.

Namun, kata Muzani, apabila partai tidak bisa membuktikan itu dalam perjalan politiknya, maka kepercayaan rakyat akan lari. Itu sebabnya berkali-kali pipmpinan di pusat mengingatkan bahwa Gerindra adalah partai rakyat.

“Gerindra besar karena kepercayaan rakyat. Sedapat mungkin kita harus menjadi kawan rakyat dikala suka atau duka. Jangan jauh dari rakyat apalagi khianati rakyat. Dengan begitu di Jateng paling tidak kita bisa menyaingi PDIP,” ujar Muzani disambut gelak tawa.

Menurut Muzani, cita-cita partai yang belum terwujud adalah menjadikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai presiden. Tanpa sungkan, ia menyampaikan harapannya dapat bekerjasama dengan PDIP untuk maksud tersebut.

“Kita sama-sama bercita-cita membangun Indonesia dan kita sama-sama membela kepentingan rakyat. Kenapa kita tidak bekerjasama untuk mencapai tujuan itu. Untuk apa kita pengkerengan yang membuat kegaduhan, padahal kita bisa bekerjasama,” tutup Wakil Ketua MPR itu.

Dalam acara ini, turut dihadiri Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Baginda Hasibuan dan pengurus DPC PDIP Kota Semarang Rukiyanto. Sementara di Gerindra hadir juga politikus Dapil Jateng I Sugiono.

Diketahui, Jawa Tengah saat ini dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo, yang belakangan namanya menjadi salah satu unggulan dalam bursa Capres pengganti Presiden Jokowi.(jawapos)

MANADOPOST.ID-Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, Jawa Tengah adalah provinsi yang memiliki geopolitik yang khas. Karena sejak Pemilu 1999 sampai 2019, PDIP selalu mendominasi Jateng sebagai pemenang pemilu. Berbeda dengan provinsi lainnya di Pulau Jawa yang selalu bergantian pemenangnya dalam setiap pemilu.

Untuk itu, Muzani meminta agar Partai Gerindra belajar kepada PDIP tentang cara mempertahankan kepercayaan rakyat seperti yang terjadi di Jawa Tengah. Karena, Gerindra pernah bekerjasama pada tahun 2009, lalu 2014 berpisah karena Gerindra oposisi. Dan kini kembali bersama dalam koalisi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

“Gerindra Jateng harus belajar dari bagaimana PDIP Jateng mengelola kepercayaan rakyat sehingga selalu menang dalam setiap pemilu. Kedepan kita ingin bekerjasama lagi untuk membesarkan dan membangun Indonesia,” kata Muzani saat peresmian kantor DPC Gerindra Kota Semarang yang juga dihadiri oleh pengurus DPD PDIP Jateng dan juga DPC PDIP Kota Semarang, Minggu (28/11).

Muzani juga menuturkan, secara geografis Indonesia adalah negara besar dengan jumlah penduduk sebesar 270 juta dan sekitar 17 ribu pulau, tidak mungkin satu kekuatan bisa menjangkau seluruhnya. Itulah yang menyebabkan semua kekuatan politik harus bekerjasama membangun masa depan Indonesia dan menyatukan diri dalam satu kekuatan. “Ingat PDIP dan Gerindra adalah kekuatan besar,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Muzani berharap, dengan diresmikannya antor DPC Gerindra Kota Semarang, maka kerja-kerja kader Gerindra di ibu kota provinsi Jawa Tengah bisa lebih giat lagi, terutama dalam melindungi kepentingan rakyat.

“Jika hal itu sungguh-sungguh dikerjakan partai, maka akan menyebabkan rakyat kepercayaan rakyat tidak luntur pada suatu partai. Dan rakyat akan tetap memilih pada pilihannya dalam pemilu,” tegasnya.

Namun, kata Muzani, apabila partai tidak bisa membuktikan itu dalam perjalan politiknya, maka kepercayaan rakyat akan lari. Itu sebabnya berkali-kali pipmpinan di pusat mengingatkan bahwa Gerindra adalah partai rakyat.

“Gerindra besar karena kepercayaan rakyat. Sedapat mungkin kita harus menjadi kawan rakyat dikala suka atau duka. Jangan jauh dari rakyat apalagi khianati rakyat. Dengan begitu di Jateng paling tidak kita bisa menyaingi PDIP,” ujar Muzani disambut gelak tawa.

Menurut Muzani, cita-cita partai yang belum terwujud adalah menjadikan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai presiden. Tanpa sungkan, ia menyampaikan harapannya dapat bekerjasama dengan PDIP untuk maksud tersebut.

“Kita sama-sama bercita-cita membangun Indonesia dan kita sama-sama membela kepentingan rakyat. Kenapa kita tidak bekerjasama untuk mencapai tujuan itu. Untuk apa kita pengkerengan yang membuat kegaduhan, padahal kita bisa bekerjasama,” tutup Wakil Ketua MPR itu.

Dalam acara ini, turut dihadiri Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Baginda Hasibuan dan pengurus DPC PDIP Kota Semarang Rukiyanto. Sementara di Gerindra hadir juga politikus Dapil Jateng I Sugiono.

Diketahui, Jawa Tengah saat ini dipimpin Gubernur Ganjar Pranowo, yang belakangan namanya menjadi salah satu unggulan dalam bursa Capres pengganti Presiden Jokowi.(jawapos)

Most Read

Artikel Terbaru

/