23C
Manado
Minggu, 11 April 2021

Sesi Tanggapan SMSI Paling Banyak Soroti Ex-Officio BIPRA dan Syamas

Dukung Tak Lagi Ex-Officio, Pdt Billy Johanis: Ketua BIPRA Hanya Dijadikan Batu Loncatan

MANADOPOST.ID-Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) ke-80 Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) tahun 2021, berlangsung alot. Terutama pada saat sesi tanggapan peserta. Para peserta sidang berebutan mengambil kesempatan untuk melontarkan tanggapan. Menanggapi isi draft perubahan Tata Gereja 2016.

Tapi pimpinan sidang Ketua Sinode Pdt Dr Hein Arina dan Sekretaris Pdt Evert Tangel, mampu mengendalikan jalannya sidang. Peserta diberi kesempatan merata. Artinya, semua 57 cluster, diberikan jatah 2 perwakilan untuk berbicara. Cukup adil, karena satu cluster rata rata terdiri dari 2 wilayah. Jadi satu wilayah, satu orang yang menyampaikan tanggapan. Masing-masing pembicara diberi waktu 3 menit. Banyak yg masih ingin berbicara, tapi waktu sudah habis.

“Gunakan waktu yang hanya tiga menit. Jadi bicara harus singkat padat jelas dan langsung pada pokok permasalahan . Jangan berprinsip, asal so bicara. Sehingga hanya asal asal bicaranya.. Karena orang Minahasa terkenal jago jago bicara dan alergi mike. Jadi harus yang penting, urgen, serta substansi pokok pembahasan, ” celetuk salah satu peserta di gereja Moria Sasaran, salah satu cluster lokasi sidang.

Banyak yang ingin bicara. Kendati hanya diberikan kesempatan 2 peserta setiap cluster, tapi ada yang sampai 3 orang yang maju di depan mike. Bersyukur lewat virtual. Sehingga panitia bisa langsung mute mike-nya . Macam macam tanggapan peserta. “Soal cerai hidup, kami penatua syamas menerimanya. Tapi bagaimana dengan pendeta yang CH, ” kata salah satu peserta dari Tondano.

“Kami mendukung periode Ketua jemaat itu 5 tahun baru rolling. Tapi tolong ada pengecualian kami ketua jemaat di kepulauan. Kalau boleh kasih turun 3 tahun sudah di rolling, ” kata peserta lainnya disambut tawa.

Bahkan Pnt Oktavianus Kerap sudah di luar konteks. Karena sidang ini untuk perubahan tata Gereja, dia sudah bicara pencalonan Ketua Sinode. “Kami mendukung Pdt Hein Arina untuk kembali jadi Ketua Sinode GMIM, ” tegas Pnt Kerap disambut tepuk tangan.

Peserta sidang lainnya Pdt Billy Johanis dengan nada tinggi tegas menyatakan, mendukung Ketua BIPRA tidak lagi Ex-Officio Badan Pekerjaan Majelis di semua aras. “Selama ini Ketua BIPRA hanya dijadikan batu loncatan untuk maju sebagai calon anggota legislatif, anggota DPD, bahkan calon kepala daerah,” tegas Pdt Billy.

Pdt Lucky Rumopa juga menyampaikan, agar sidang penetapan dipercepat. “Saya amati, semua peserta yang bicara, mengatakan bahwa pada dasarnya menerima apapun keputusan sidang perubahan taat gereja. Kalau begitu kita jangan berlama lama lagi. Pimpinan sidang langsung saja ke sesi voting,” ujar Pdt Rumopa.

Tapi Pdt Tangel masih tetap memberikan kesempatan semua cluster untuk mengutus dua pemberi tanggapan. Semua cluster harus kebagian. Akhirnya semua cluster dan hampir semua wilayah kebagian untuk bicara. Sesi tanggapan ini berlangsung hampir 5 jam. Pantauan Manado Post, paling banyak peserta yang bicara, menyoroti soal Ex-Officio Ketua BIPRA dan Syamas berubah Diaken.

“Masih ada lagi yang mau bicara? Sudah habis ya?, ” kata Pdt Tangel. Setelah memastikan semua cluster sudah kebagian kesempatan bicara, Pdt Tengel menyerahkan ke Pdt Hein Arina.

“Kami menghitung total yang memberi tanggapan sebanyak 99 peserta. Umumnya memberikan masukan, pemikiran, pandangan, konsep, yang sifatnya mengusulkan. Semuanya diberikan apresiasi sebagai gereja, ” Ujar Pdt Arina.

Lebih banyak menyetujui dan menerima dengan catatan. Pdt Arina pun langsung memimpin jalannya e-voting. Yang divoting pertama, terkait konsep perubahan Tata Gereja, tapi di luar Ex-Officio dan Diaken. Karena dua itu akan divoting sendiri.
Pertanyaan yang dilakukan secara e-voting adalah, “Apakah saudara setuju atau tidak dengan isi konsep perubahan tata gereja GMIM 2021 kecuali rumusan tentang exofficio ketua pelayanan komisi pelayanan kategorial di smua aras dan rumusan istilah diaken? Dari 1.676 peserta yang memberikan suara, 1.174 setuju. Melebihi 1/2 + 1 (879).

Sehingga mayoritas peserta SMSI ke-80 GMIM tahun 2021, setuju Ketua BPMS 2 periode di jabatan yang sama. Poin lainnya yang disetujui terkait pertanyaan di atas.

E-voting kedua, para peserta SMSI ke-80 GMIM ditanyakan: “Apakah saudara setuju atau tidak rumusan ketua komisi pelayanan kategorial TIDAK LAGI menjadi ex-officio Badan Pekerja Majelis di semua aras? Dari 1.605 suara, sebanyak 1.284 peserta menyatakan setuju. Melebihi 1/2 + 1 (804).

Jadi Ketua Komisi Bapa, Ibu, Pemuda, Remaja, Anak (BIPRA) tidak lagi Ex-Officio Badan Pekerja Majelis di semua aras. Baik di aras jemaat, wilayah, dan di Sinode. Ketua BIPRA posisinya seperti Penatua kolom. Sehingga mereka dapat dipilih sebagai wakil ketua, sekretaris, dan anggota badan pekerja di semua aras. Begitu juga e-voting soal penyebutan syamas dan diaken. Mayoritas atau 1.058 dari 1.604 yang hadir menyetujui syamas diganti sebutan diaken.(*)

Artikel Terbaru