30.4 C
Manado
Rabu, 29 Juni 2022

Banner Mobile (Anymind)

Sosok Profesi Terduga Teroris Rencanakan Bom Gereja di Papua, Ada Perempuan

- Advertisement -

MANADOPOST.ID – Tim Densus 88 Antiteror mengamankan 10 orang terduga teroris di Merauke, Papua. Sebelumnya mereka diduga hendak melakukan bom bunuh diri. Mereka diduga hendak aksi bom bunuh diri di sejumlah gereja di Merauke, Jagebob, Kurik, Semangga, dan Tanah Miring.

Mereka punya perencanaan itu bukan hari ini saja, kapan saja mereka bisa lakukan, tapi pihak kepolisian sudah lakukan antisipasi. “Jangan sampai tiba-tiba kan kita kecolongan, itu yang kita tidak mau. Kecolongan itu kita tidak mau.” tegas Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji, Minggu (30/5/2021).

Dipaparkannya, ke-10 terduga teroris yang diamankan tersebut di antaranya ada perempuan yang mempunyai anak lima bulan.

“Kita terus mengembangkan, ini yang dikhawatirkan. Didikan mereka ke orang lain itu yang sangat berbahaya. Kemungkinan ada penambahan terduga,” bebernya.

- Advertisement -

Sangaji menambahkan, ke-10 terduga teroris mempunyai beberapa profesi mulai pekerja teknik hingga karyawan ekspedisi.

“Profesi mereka banyak macam yah, ada pekerja teknik tukang las yang bagus, merakit senjata, ada yang pengantar barang, mungkin dengan jasa ekspedisi itu, dia bisa ngantar barang-barang berbahaya dengan leluasa,” pungkasnya. (jawapos/inews)

MANADOPOST.ID – Tim Densus 88 Antiteror mengamankan 10 orang terduga teroris di Merauke, Papua. Sebelumnya mereka diduga hendak melakukan bom bunuh diri. Mereka diduga hendak aksi bom bunuh diri di sejumlah gereja di Merauke, Jagebob, Kurik, Semangga, dan Tanah Miring.

Mereka punya perencanaan itu bukan hari ini saja, kapan saja mereka bisa lakukan, tapi pihak kepolisian sudah lakukan antisipasi. “Jangan sampai tiba-tiba kan kita kecolongan, itu yang kita tidak mau. Kecolongan itu kita tidak mau.” tegas Kapolres Merauke AKBP Untung Sangaji, Minggu (30/5/2021).

Dipaparkannya, ke-10 terduga teroris yang diamankan tersebut di antaranya ada perempuan yang mempunyai anak lima bulan.

“Kita terus mengembangkan, ini yang dikhawatirkan. Didikan mereka ke orang lain itu yang sangat berbahaya. Kemungkinan ada penambahan terduga,” bebernya.

Sangaji menambahkan, ke-10 terduga teroris mempunyai beberapa profesi mulai pekerja teknik hingga karyawan ekspedisi.

“Profesi mereka banyak macam yah, ada pekerja teknik tukang las yang bagus, merakit senjata, ada yang pengantar barang, mungkin dengan jasa ekspedisi itu, dia bisa ngantar barang-barang berbahaya dengan leluasa,” pungkasnya. (jawapos/inews)

Most Read

Artikel Terbaru

/