alexametrics
27.4 C
Manado
Kamis, 26 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Ungkapan Hati Calon Istri Gerald Suatan Bikin Mewek: Sakit Sekali dengan Situasi Ini

MANADOPOST.ID— Meiskewaty Brek, calon istri Gerald Alen Suatan, pengantin pria yang tewas diduga melompat dari lantai 7 salah satu hotel berbintang di Manado, Minggu malam (30/5) mengungkapkan isi hatinya pasca kejadian naas itu.

Perempuan yang akrab disapa Meis ini mengaku sulit menghadapi situasi yang menimpa Alen. “Kau mengajariku untuk mencintai, setia dan bertahan dalam situasi apapun. Tetap bersama sampai maut memisahkan. Sakit sekali, dengan situasi ini,” tutur Meis.

Ungkapan hatinya itu, dia sampaikan lewat akun media sosial Alen. “Bagiku apa yang terjadi di luar kendalimu, itu bukan maumu karena kita berjuang bersama untuk mempersiapkan segalanya. Semua yang terjadi kuserahkan kepada Bapa di sorga, hanya Engkau yang tahu segalanya. Dengan iman kukatakan, sampai bertemu dirumah Bapa,” tambahnya.

Suasana rumah duka korban Gerald Farlen Suatan, Sabtu (29/5/2021). (Tim MP)

Meis juga menyampaikan permintaan di postingan itu. “Untuk kalian teman-teman Alen dan Meis di medsos, terima kasih dukungan kalian, dan saya  memohonkan jangan menyebarluaskan berita, gambar, video yang hanya menambah luka bagi saya dan keluarga. Saya sedang berusaha bangkit dengan tidak ingin melihat gambar atau video waktu kecelakaannya. Jika kalian di posisi saya, pasti kalian akan memahami sakit yang saya alami,” tukasnya.

Seperti diketahui, Jumat lalu warga Manado dibuat heboh. Alen diduga bunuh diri dengan cara loncat dari lantai 7 salah satu hotel di Manado. “Kejadian sekira pukul 14.00 Jumat (28/5) kemarin, telah terjadi peristiwa diduga bunuh diri lelaki atas nama Gerald Farlen Suatan, dengan melompat dari kamar 710 lantai 7 Hotel Peninsula Manado. Sehingga mengakibatkan lelaki tersebut meninggal dunia,” terang Kapolresta Manado, Kombes Pol Elvianus Laoli.

Suasana di rumah duka dari korban Gerald Suatan, tadi malam.

Ia mengatakan, menurut keterangan saksi, saat itu tiba-tiba Gerald Suatan masuk ke dalam kamar dan langsung berlari menuju balkon.

“Yang saat bersamaan saksi mendengar suara bunyi keras di pintu, dimana mendengar hal tersebut dan langsung melihat ke balkon. Mendapati korban sudah tidak ada, dimana diduga korban melompat ke luar dari lantai 7,” beber Laoli.

Sementara itu, pihak keluarga membantah Gerald Suatan bunuh diri. Menurut Jack Andalangi, paman sekaligus ayah angkat korban, Gerald tidak bunuh diri melainkan hanya terjatuh.

“Kemungkinan ia tidak melompat tapi terjatuh karena kelelahan. Saya coba minta informasi dari teman-temannya yang sedang bersama, bagaimana dia sebelum kejadian. Kata mereka dia enjoy saja,” ujar Jack, saat ditemui di rumah duka di Desa Tateli Tiga, Kecamatan Mandolang, Minahasa, Sabtu (29/5) malam.

Tidak hanya itu, alasan pamannya beranggapan demikian karena diperkuat keterangan adik korban yang mengatakan kakaknya tidak meloncat. “Kenapa saya bilang dia tidak loncat karena adiknya yang kelas 6 SD bilang kalau kakak Alen jatuh di sini,” tegas Om Jack, sapaan akrabnya.

Keluarga melalui pamannya juga menyesali pemberitaan miring terkait korban yang di mata keluarga adalah sosok mandiri dan pekerja keras. “Kami dari keluarga juga menyesali banyak yang membully dan memberitakan yang tidak benar mengenai Alen,” tandasnya.(tim mp/tan)

MANADOPOST.ID— Meiskewaty Brek, calon istri Gerald Alen Suatan, pengantin pria yang tewas diduga melompat dari lantai 7 salah satu hotel berbintang di Manado, Minggu malam (30/5) mengungkapkan isi hatinya pasca kejadian naas itu.

Perempuan yang akrab disapa Meis ini mengaku sulit menghadapi situasi yang menimpa Alen. “Kau mengajariku untuk mencintai, setia dan bertahan dalam situasi apapun. Tetap bersama sampai maut memisahkan. Sakit sekali, dengan situasi ini,” tutur Meis.

Ungkapan hatinya itu, dia sampaikan lewat akun media sosial Alen. “Bagiku apa yang terjadi di luar kendalimu, itu bukan maumu karena kita berjuang bersama untuk mempersiapkan segalanya. Semua yang terjadi kuserahkan kepada Bapa di sorga, hanya Engkau yang tahu segalanya. Dengan iman kukatakan, sampai bertemu dirumah Bapa,” tambahnya.

Suasana rumah duka korban Gerald Farlen Suatan, Sabtu (29/5/2021). (Tim MP)

Meis juga menyampaikan permintaan di postingan itu. “Untuk kalian teman-teman Alen dan Meis di medsos, terima kasih dukungan kalian, dan saya  memohonkan jangan menyebarluaskan berita, gambar, video yang hanya menambah luka bagi saya dan keluarga. Saya sedang berusaha bangkit dengan tidak ingin melihat gambar atau video waktu kecelakaannya. Jika kalian di posisi saya, pasti kalian akan memahami sakit yang saya alami,” tukasnya.

Seperti diketahui, Jumat lalu warga Manado dibuat heboh. Alen diduga bunuh diri dengan cara loncat dari lantai 7 salah satu hotel di Manado. “Kejadian sekira pukul 14.00 Jumat (28/5) kemarin, telah terjadi peristiwa diduga bunuh diri lelaki atas nama Gerald Farlen Suatan, dengan melompat dari kamar 710 lantai 7 Hotel Peninsula Manado. Sehingga mengakibatkan lelaki tersebut meninggal dunia,” terang Kapolresta Manado, Kombes Pol Elvianus Laoli.

Suasana di rumah duka dari korban Gerald Suatan, tadi malam.

Ia mengatakan, menurut keterangan saksi, saat itu tiba-tiba Gerald Suatan masuk ke dalam kamar dan langsung berlari menuju balkon.

“Yang saat bersamaan saksi mendengar suara bunyi keras di pintu, dimana mendengar hal tersebut dan langsung melihat ke balkon. Mendapati korban sudah tidak ada, dimana diduga korban melompat ke luar dari lantai 7,” beber Laoli.

Sementara itu, pihak keluarga membantah Gerald Suatan bunuh diri. Menurut Jack Andalangi, paman sekaligus ayah angkat korban, Gerald tidak bunuh diri melainkan hanya terjatuh.

“Kemungkinan ia tidak melompat tapi terjatuh karena kelelahan. Saya coba minta informasi dari teman-temannya yang sedang bersama, bagaimana dia sebelum kejadian. Kata mereka dia enjoy saja,” ujar Jack, saat ditemui di rumah duka di Desa Tateli Tiga, Kecamatan Mandolang, Minahasa, Sabtu (29/5) malam.

Tidak hanya itu, alasan pamannya beranggapan demikian karena diperkuat keterangan adik korban yang mengatakan kakaknya tidak meloncat. “Kenapa saya bilang dia tidak loncat karena adiknya yang kelas 6 SD bilang kalau kakak Alen jatuh di sini,” tegas Om Jack, sapaan akrabnya.

Keluarga melalui pamannya juga menyesali pemberitaan miring terkait korban yang di mata keluarga adalah sosok mandiri dan pekerja keras. “Kami dari keluarga juga menyesali banyak yang membully dan memberitakan yang tidak benar mengenai Alen,” tandasnya.(tim mp/tan)

Most Read

Artikel Terbaru

/