28.4 C
Manado
Jumat, 30 Juli 2021

Polri-TNI Berupaya Percepat Vaksinasi di Indonesia

MANADOPOST.ID— Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berupaya mempercepat vaksinasi di Indonesia. Salah satu terobosannya dengan menginstruksikan membentuk gerai vaksin presisi. Sigit menuturkan bahwa gerai vaksin presisi ini didirikan di semua kantor kepolisian di Indonesia dari tingkat Polda hingga polsek. ”Melayani semua masyarakat yang belum vaksin,” paparnya.

Yang menarik, untuk vaksinasi di gerai itu tidak terbatas dengan KTP domisili. Di berbagai tempat vaksinasi, memang biasanya harus sesuai dengan KTP. Kondisi itu membuat warga yang KTP tidak sesuai dengan domisili menjadi sulit mendapat vaksin. ”Syaratnya KTP Indonesia, tidak terbatas dengan domisili. Warga daerah manapun bisa vaksin di gerai ,” tegasnya.

Dia menjelaskan, gerai ini didirikan demi mencapai target vaksinasi 1 juta orang perhari. Yang Polri sendiri mewujudkan program itu pada 26 Juni yang lalu. ”Kami berupaya pertahankan vaksinasi 1 juta per hari,” jelasnya dalam keterangan tertulisnya.

Bagian lain, Polri juga melatih 2.284 orang untuk menjadi trace Covid 19. Kadivhumas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, pelatihan tracer ini bentuk tanggungjawab Polri dan kewajiban menjalankan tugas melayani masyarakat dalam pandemic. ”Semuanya anggota kepolisian dari berbagai satuan,” jelasnya.

Dia mengatakan, pelatihan digelar dari 29 Juni hingga 1 Juli agar jajaran kepolisian memahami tugas tracer tersebut. ”tapi semua tetap menjaga diri dan terus mendata siapa saja yang terkena Covid 19,” paparnya.

Sejak Senin (28/6) TNI melaksanakan serbuan vaksinasi di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran Jakarta. Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Walubi. Kemarin (29/6) Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau langsung serbuan vaksinasi di lokasi tersebut. Berdasar data yang diperoleh Jawa Pos, lewat serbuan vaksinasi tersebut TNI dan Walubi menarget sepuluh ribu orang per hari disuntik vaksin Covid-19.

Menurut Hadi serbuan vaksinasi di JIExpo  akan sangat membantu instansinya mengejar target. Dia menyatakan bahwa TNI mendapat tugas untuk memvaksinasi 200 ribu masyarakat per hari. Tugas serupa diberikan pemerintah kepada Polri. Sehingga total TNI – Polri harus memvaksinasi 400 ribu masyarakat per hari. “Target lebih dari satu juta vaksin setiap hari sesuai dengan program pemerintah, dan bahkan bisa dua kali lipat menjadi harapan kita semua,” ungkap dia kemarin.

Orang nomor satu di tubuh TNI tersebut memastikan bahwa instansinya tidak akan berhenti mengejar target. “Kalau perlu siang malam (dilaksanakan serbuan vaksinasi) untuk mencapai target tersebut,” tegas Hadi. Pria yang pernah bertugas sebagai Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) itu menyatakan, seluruh jajaran TNI tidak boleh gentar berperang melawan Covid-19. “Saya tegaskan, Prajurit TNI harus selalu bergerak untuk melaksanakan serbuan vaksinasi bagi masyarakat. Jika tenaga kesehatan kurang, maka TNI akan siap mendukung untuk menambah jumlah Nakes,” tambahnya.

Karena itu, setelah menambah 176 tenaga kesehatan untuk membantu pelayanan di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet, kemarin TNI menambah lagi 400 tenaga kesehatan. Seluruhnya disebar ke berbagai titik di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Selain JIExpo, serbuan vaksinasi di Gelora Bung Karno (GBK) juga akan dimaksimalkan. “Nanti gabungan TNI – Polri di GBK, yang bisa dilaksanakan dua kali lipat, tiga kali lipat dari kekuatan yang ada di sini (JIExpo, Red),” bebernya.

Untuk mendapat vaksinasi di JIExpo, masyarakat cukup mendaftar melalui laman http://loket.com/event/tnibersamawalubi agar bisa didata oleh panitia pelaksana. Selain itu, mereka harus berumur minimal 18 tahun dan memiliki KTP. Di samping JIExpo, kemarin serbuan vaksinasi juga dilakukan oleh TNI AL di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. Kemudian jajaran TNI AU pun melangsungkan serbuan vaksinasi di satuan-satuan seperti Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur dan Pangkalan Udara TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Lebih lanjut, Hadi menyampaikan bahwa pihaknya juga melaksanakan arahan Presiden Joko Widodo untuk mengupayakan pengendalian sebaran Covid-19. Yakni lewat PPKM skala mikro berbasis RT dan RW. “PPKM Mikro kami laksanakan 3T yakni testing, tracing dan treatment. Tentunya untuk bisa melaksanakan sesuai dengan target diperlukan penebalan di setiap kelurahan,” jelas dia.  “Sudah kami lakukan dengan mengirim tenaga kesehatan untuk memperkuat di wilayah-wilayah kelurahan, tenaganya adalah dari TNI maupun Polri,” tambahnya. (jawapos)

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Artikel Terbaru