23.4 C
Manado
Jumat, 1 Juli 2022

Banner Mobile (Anymind)

Pengucapan Syukur Manado: Terbatas Tapi Tetap Bersyukur

- Advertisement -

MANADOPOST.ID— Minggu (30/8) hari ini, warga Kota Manado bersyukur atas berkat Tuhan. Hari pengucapan syukur dirayakan seluruh masyarakat kota Tinutuan. Namun ada yang berbeda dari tahun sebelumnya.

Kali ini dirayakan dengan sederhana dalam tatanan kehidupan baru. Guna melakukan pencegahan Covid-19. Namun sukacita iman tetap tumbuh. Tidak mengurangi rasa syukur atas berkat yang diberikan Tuhan. Pasalnya ucapan syukur harus dipanjatkan dalam segala situasi.

Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) mengatakan thanksgiving Kota Manado, juga merupakan rangkaian event Manado Fiesta yang diselenggarakan setiap tahunnya. Sebagai representasi rasa syukur atas penyertaan Tuhan bagi Manado.

Karena itu, wali kota mengharapkan masyarakat merayakannya dengan sederhana. Tanpa menghilangkan makna sesungguhnya.

- Advertisement -

Mengingat Manado saat ini masih berada pada status zona orange penyebaran Covid-19.

”Mari bersama bersyukur di hari Thanksgiving Kota Manado. Rayakan dengan sederhana namun tetap menjaga protokol kesehatan seperti jaga jarak, pakai masker, tidak melakukan kontak fisik seperti jabat tangan dan selalu mencuci tangan dengan air mengalir,” ajak  wali kota.

Wali kota juga mengingatkan agar masyarakat sebisa mungkin berperayaan di rumah masing-masing. Tidak mengundang kerumunan banyak orang. “Sebaiknya rayakan di rumah masing-masing dengan sederhana, jangan mengundang orang dari luar Kota Manado,” ujarnya.

Sebelumnya, Kabag Pemerintahan dan Humas Pemkot Manado Sonny Takumansang menambahkan, pengucapan syukur ini sesuai surat edaran Wali Kota Manado 004/02/Setdako/669/2020 dan dirayakan seluruh agama di Kota Manado. Ini sebagai wujud rasa syukur atas berkat dan pemeliharaan Tuhan Yang Maha Esa

Sekretaris Umum BPMS GMIM Pdt Evert Tangel menyampaikan, dalam pelayanan GMIM, pengucapan syukur sudah menjadi program tahunan. “Prinsipnya sebagai orang percaya, harus mengucap syukur dalam segala hal. Dalam lingkup pelayanan GMIM, pengucapan syukur sudah menjadi program jemaat setiap tahun,” ungkapnya menambahkan perlu adanya kerja sama untuk menanggulangi covid-19. “Dalam situasi penerapan kenormalan baru untuk memutus mata rantai covid-19, butuh kerjasama semua pihak untuk bersikap disiplin. Termasuk di dalamnya melaksanakan pengucapan syukur,” tegasnya.

Lanjut Tangel, dengan dirayakan secara sederhana bersama keluarga, tidak mengurangi sukacita jemaat. “Pengucapan syukur secara sederhana dan tidak mengundang orang dari luar. Terutama adalah bagaimana jemaat mau beribadah dan mau mengucap syukur kepada Tuhan. Atas berkat nafas kehidupan dan kesempatan bekerja di masa sulit ini,” katanya sembari mengimbau agar protokol kesehatan tetap dilaksanakan. “Jadi kami menghimbau kepada semua jemaat GMIM yang berpengucapan syukur di kota Manado, agar melaksanakannya dengan sederhana, sambil menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” terangnya.

Senada disampaikan Ketua BPMJ GMIM Bukit Moria Winangun Pdt Sem Kindangen. Menurutnya ungkapan syukur dan terima kasih jemaat merupakan bagian terpenting dalam perayaan pengucapan syukur. “Pengucapan syukur itu adalah implementasi dari kesetiaan dan ketaatan umat kepada Sang pemberi hidup ini. Yang tidak terbatas dan dibatasi oleh agama. Maka sangat penting untuk saling mengecap dan menikmati bersama,” ungkapnya menambahkan harus disesuaikan dengan situasi saat ini. “Memang  kehadiran sesama dalam perayaan itu sangat penting. Tetapi untuk kondisi covid-19 ini, untuk kumpul-kumpul tentu sangat dibatasi. Karena ini bisa membawa dampak dan ancaman bagi persekutuan jemaat dan masyarakat ke depan. Yang paling penting disini adalah wujud rasa syukur dan terima kasih pribadi serta keluarga yang dinyatakan dalam bentuk ibadah dan pemberian jemaat,” terangnya.(*)

MANADOPOST.ID— Minggu (30/8) hari ini, warga Kota Manado bersyukur atas berkat Tuhan. Hari pengucapan syukur dirayakan seluruh masyarakat kota Tinutuan. Namun ada yang berbeda dari tahun sebelumnya.

Kali ini dirayakan dengan sederhana dalam tatanan kehidupan baru. Guna melakukan pencegahan Covid-19. Namun sukacita iman tetap tumbuh. Tidak mengurangi rasa syukur atas berkat yang diberikan Tuhan. Pasalnya ucapan syukur harus dipanjatkan dalam segala situasi.

Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) mengatakan thanksgiving Kota Manado, juga merupakan rangkaian event Manado Fiesta yang diselenggarakan setiap tahunnya. Sebagai representasi rasa syukur atas penyertaan Tuhan bagi Manado.

Karena itu, wali kota mengharapkan masyarakat merayakannya dengan sederhana. Tanpa menghilangkan makna sesungguhnya.

Mengingat Manado saat ini masih berada pada status zona orange penyebaran Covid-19.

”Mari bersama bersyukur di hari Thanksgiving Kota Manado. Rayakan dengan sederhana namun tetap menjaga protokol kesehatan seperti jaga jarak, pakai masker, tidak melakukan kontak fisik seperti jabat tangan dan selalu mencuci tangan dengan air mengalir,” ajak  wali kota.

Wali kota juga mengingatkan agar masyarakat sebisa mungkin berperayaan di rumah masing-masing. Tidak mengundang kerumunan banyak orang. “Sebaiknya rayakan di rumah masing-masing dengan sederhana, jangan mengundang orang dari luar Kota Manado,” ujarnya.

Sebelumnya, Kabag Pemerintahan dan Humas Pemkot Manado Sonny Takumansang menambahkan, pengucapan syukur ini sesuai surat edaran Wali Kota Manado 004/02/Setdako/669/2020 dan dirayakan seluruh agama di Kota Manado. Ini sebagai wujud rasa syukur atas berkat dan pemeliharaan Tuhan Yang Maha Esa

Sekretaris Umum BPMS GMIM Pdt Evert Tangel menyampaikan, dalam pelayanan GMIM, pengucapan syukur sudah menjadi program tahunan. “Prinsipnya sebagai orang percaya, harus mengucap syukur dalam segala hal. Dalam lingkup pelayanan GMIM, pengucapan syukur sudah menjadi program jemaat setiap tahun,” ungkapnya menambahkan perlu adanya kerja sama untuk menanggulangi covid-19. “Dalam situasi penerapan kenormalan baru untuk memutus mata rantai covid-19, butuh kerjasama semua pihak untuk bersikap disiplin. Termasuk di dalamnya melaksanakan pengucapan syukur,” tegasnya.

Lanjut Tangel, dengan dirayakan secara sederhana bersama keluarga, tidak mengurangi sukacita jemaat. “Pengucapan syukur secara sederhana dan tidak mengundang orang dari luar. Terutama adalah bagaimana jemaat mau beribadah dan mau mengucap syukur kepada Tuhan. Atas berkat nafas kehidupan dan kesempatan bekerja di masa sulit ini,” katanya sembari mengimbau agar protokol kesehatan tetap dilaksanakan. “Jadi kami menghimbau kepada semua jemaat GMIM yang berpengucapan syukur di kota Manado, agar melaksanakannya dengan sederhana, sambil menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” terangnya.

Senada disampaikan Ketua BPMJ GMIM Bukit Moria Winangun Pdt Sem Kindangen. Menurutnya ungkapan syukur dan terima kasih jemaat merupakan bagian terpenting dalam perayaan pengucapan syukur. “Pengucapan syukur itu adalah implementasi dari kesetiaan dan ketaatan umat kepada Sang pemberi hidup ini. Yang tidak terbatas dan dibatasi oleh agama. Maka sangat penting untuk saling mengecap dan menikmati bersama,” ungkapnya menambahkan harus disesuaikan dengan situasi saat ini. “Memang  kehadiran sesama dalam perayaan itu sangat penting. Tetapi untuk kondisi covid-19 ini, untuk kumpul-kumpul tentu sangat dibatasi. Karena ini bisa membawa dampak dan ancaman bagi persekutuan jemaat dan masyarakat ke depan. Yang paling penting disini adalah wujud rasa syukur dan terima kasih pribadi serta keluarga yang dinyatakan dalam bentuk ibadah dan pemberian jemaat,” terangnya.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/