25 C
Manado
Selasa, 1 Desember 2020

23 Ribu Vaksinator Disiapkan

MANADOPOST.ID—Persiapan vaksinasi di daerah terus dikebut sembari menunggu vaksin Covid-19 tersedia. Fasilitas-fasilitas Kesehatan relatif telah memiliki peralatan memadai untuk menjaga kualitas vaksin. Begitu juga SDM tenaga kesehatan untuk menyuntikkan vaksinasi tersebut ke tubuh masyarakat.

Seperti diketahui, warga Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) tak lama lagi bakal mendapat giliran untuk divaksin. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan telah mengirimkan surat ke 34 provinsi. Khusus Nyiur Melambai, sesuai surat bernomor SR.02.06/II/0950/2020 tanggal 19 Oktober 2020, estimasi pemberian imunisasi Covid-19 targetnya mencapai 1.652.280.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sulut dr Steven Dandel mengakui, saat ini sementara tahap pendataan penerima vaksin. Dia juga membenarkan jika rentan masyarakat yang bakal mendapatkan vaksin berada pada umur 18-59 tahun.

“Untuk jumlah penerima pada tahap pertama ini masih dilakukan pendataan,” beber dr Dandel, ketika dikonfirmasi Manado Post, semalam. Lanjutnya, tahap pertama diberikan dalam waktu dekat. Disebutkan baru akan menyasar para tenaga medis. “Tahap kedua mungkin nanti Februari tahun depan. Itu untuk masyarakat umum,” tandas Dandel.

Terbaru, Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, Kemenkes telah Menyusun Roadmap untk vaksinasi. Road map itu melibatkan kementerian dan lembaga. Sejumlah persiapan baik logistik maupun SDM untuk vaksinasi telah dilakukan.

Berdasarkan data kemenkes, tutur Wiku, kesiapan prosedur untuk menjaga suhu dan kualitas vaksin atau cold chain sudah berjalan. ’’saat ini rata-rata kesiapan cold chain yang berfungsi di Indoensia mencapai 97 persen,’’ terangnya. Kemudian, dari sisi SDM, para tenaga Kesehatan juga sedang disiapkan. Baik dokter umum, spesialis, perawat, serta bidan. Jumlahnya 739.722 orang. ’’Serta vaksinator (petugas vaksinasi) di puskesmas maupun rumah sakit sebanyak 23.145,’’ lanjutnya.

Untuk saat ini, masyarakat diminta menunggu saja proses vaksinasi yang akan dilakukan. Masyarakat diminta bertahan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Yaknin mengenakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan. Sampai vaksin tersedia dan siap disuntikkan.

Wiku menjelaskan, rata-rata vaksin yang dikembangkan sekarang masih dalam uji klinis tahap III. Demi memastikan keamanan dan efektivitas, juga efek samping dan rentang dosis aman yang bsia digunakan kepada manusia. Saat ini pemerintah juga masih menunggu hasil uji klinis vaksin tersebut. Juga transfer dokumen ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk dianalisa.

Prinsipnya, pengembangan vaksin dilakukan dengan hati-hati dan tidak terburu-buru. Dengan berpedoman pada standar kesehatan yang berlaku. Setelah uji klinis memberikan hasil yang sesuai standar kesehatan, maka BPOM baru bisa mengeluarkan emergency used of authirization atau izin untuk digunakan.

Sementara itu, saat ini ada tiga kota yang sedang dan akan melakukan simulasi vaksinasi Covid-19. Masing-masing Bogor, Denpasar, dan Ambon. Kemenkes sudah melakukan simulaisi vaksinasi Covid-19 di Ambon. Tepatnya di  RS J Leimena, Ambon, Maluku. Simulasi tersebut dilakukan pada Selasa lalu (27/10).

Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kemenkes dr. Andi Saguni mengatakan simulasi vaksin harus teratur dan pasti. Yang diatur adalah bagaiman orang masuk, di dalam ruangan, hingga keluar gedung. Yang turut diperhatikan juga adalah kemampuan sumber daya manusia (SDM) di rumah sakit tersebut.  ”Pelaksanaan pemberian vaksin harus dipastikan kelengkapan peralatan, gedung, dan SDM,” katanya.

Dalam rumah sakit pun diberlakukan protokol kesehatan. Setiap yang datang harus menjaga jarak, memakai masker, dan cuci tangan pakai sabun. Agar orang yang datang mematuhi, maka perlu didukung dengan sarana yang baik. Misalnya ada tempat cuci tangan dan handsanitizer di lokasi yang terjangkau dan mudah ditemukan.

Lebih lanjut Andi menjelaskan alur simulasi pemberian vaksin Covid-19. Berdasarkan Petunjuk Teknis Pelayanan Imunisasi COVID-19 Kemenkes, alur pemberian vaksin dilakukan melalui lima tahapan. ”Pendaftaran, skrining, pemberian vaksin, konsultasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), dan menunggu selama 30 menit sambil dipantau oleh tenaga kesehatan. Setelah itu selesai,” tuturnya.

Pada saat skrining, calon penerima vaksin didata identitasnya. Termasuk juga digali informasi mengenai gejala yang sama seperti Covid-19, riwayat penyakit terdahulu, riwayat penggunaan obat, riwayat pemberian vaksin dalam waktu 1-14 hari terakhir, dan kondisi kehamilan. Kemudian calon penerima vaksin menuju ruang tindakan untuk diberi vaksin.

Vaksin diberikan dua kali. Setelah vaksin pertama maka diberikan vaksin lagi di hari ke -14 setelahnya. ”Di ruangan, calon penerima vaksin mendapatkan kartu Imunisasi Covid-19 dan status pemberian imunisasi,” bebernya.

Setelah itu penerima vaksin menuju ruang KIPI. Penerima vaksin dijelaskan apa itu KIPI, gejala yang timbul setelah diberi vaksin, dan penanganannya. Selanjutnya penerima vaksin diarahkan menuju ruang tunggu, mereka diharuskan menunggu hingga 30 menit sambil dipantau oleh tenaga kesehatan.

Apabila terjadi gejala bisa langsung ditangani. Setelah itu penerima vaksin bisa meninggalkan ruangan. ”Jika terjadi gejala pada saat sampai di rumah atau beberapa hari setelah vaksin, segera periksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” tuturnya.(cw-01/gnr)

URUTAN PENERIMA VAKSINASI:

  1. Tenaga medis, TNI, Polri, aparat penegak hukum, dan petugas layanan publik sebanyak 3,4 juta orang.
  2. Tokoh masyarakat, tokoh agama, aparat daerah hingga level RT dan RW sejumlah 5,6 juta orang.
  3. Tenaga pendidikan mulai PAUD hingga perguruan tinggi sebanyak 4,3 juta orang.
  4. Aparatur negara sebanyak 2,3 juta orang.
  5. Penerima bantuan iuran BPJS Kesehatan sebanyak 86 juta orang.
  6. Masyarakat umum di rentang usia 19-59 tahun sebanyak 57 juta orang

*Sumber: Kemenkes RI, Diolah Manado Post

-

Artikel Terbaru

Mor-HJP Kantongi 126.124 Suara Kans Menang

Pasangan Calon Wali Kota Manado Mor Dominus Bastiaan dan Wakil Wali Kota Manado Hanny Joost Pajouw (Mor-HJP) kans menang di Pilwako Manado, 9 Desember.

Tetap Sapa Warga Walau Hujan, SGR Banjir Pujian

Calon Bupati Minut Shintia Gelly Rumumpe (SGR), Senin (30/11) menyapa masyarakat yang ada di Kecamatan Likupang Timur. Hujan tak menghalangi SGR bertemu warga. Begitu juga warga yang rela hujan-hujanan demi bertatap muka dengan calon nomor urut 1 itu.

Ingin Bertemu VAP, Ribuan Warga Kotamobagu, Boltim dan Bolmong Turun ke Jalan

Dr (HC) Vonnie A Panambunan STh (VAP), dinilai sosok yang paling pantas dan tepat memimpin Sulawesi Utara (Sulut).

Ini Nih Tips Hadapi Aquaplaning saat Hujan

MANADOPOST.ID—Daihatsu bersama GT Radial kembali selenggarakan acara bertajuk Ngobrol Asik dengan konsep talkshow yang edukatif dan dapat dinikmati oleh Sahabat Daihatsu di seluruh Indonesia. Kali ini, Daihatsu membahas seputar tips teknik berkendara dalam mengantisipasi berbagai kondisi, khususnya saat musim penghujan dan menghadapi kondisi Aquaplaning.

Humiang Lantik Ketua dan Pengurus Karang Taruna 

Pjs Wali Kota Bitung Drs Edison Humiang MSi, melantik pengurus Karang Taruna Bitung masa bakti 2020-2025 di Lantai 4 Kantor Wali Kota Bitung, Senin (30/11).