23.4 C
Manado
Sabtu, 20 Agustus 2022

Kasus Sulteng, Rohaniwan Sulut: Tuhan tidak Membiarkan

MANADOPOST.ID-Peristiwa penyerangan Jemaat Gereja Bala Keselamatan di Sigi, Sulteng, didesak agar diusut tuntas. Opsir Pemimpin Gereja Bala Keselamatan Korps 4 Manado Mayor Albert Santu mengatakan, ini merupakan perbuatan yang tidak manusiawi.

“Saya mengutuk hal tersebut. Meminta agar aparat terutama pemerintah menangani lebih serius lagi karena masyarakat di sekitar tempat kejadian sangat ketakutan, sudah sejak dari lalu kejadian seperti ini banyak memakan korban,” sebut Santu saat diwawancarai Manado Post.

Mayor Santu juga berharap agar masyarakat setempat terutama jemaat-jemaat, agar tetap bersabar. Tidak membalas. “Tetap percaya, tetap teguh imannya, bahwa segala sesuatu selalu ada dalam campur tangan Tuhan. Percaya bahwa Tuhan tidak akan membiarkan,” pungkasnya.

Kasus ini juga mendapat perhatian Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS). Sekretaris Umum BPMS GMIM Pdt Evert Tangel menyebutkan, peristiwa ini sangat memprihatinkan. Karena masih ada orang yang tidak berprikemanusiaan.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Menurutnya setiap orang beragama pasti mendapat pengajaran, bahwa manusia itu ciptaan Tuhan. “Oleh karena itu (manusia) harus dihargai, dihormati dan dikasihi,” tutur Pdt Tangel.

Sebagai pimpinan gereja, Pdt Tangel meminta agar pemerintah dan kepolisian menuntaskan persoalan ini seadil-adilnya. Sambil mengajak semua jemaat dan masyarakat agar menahan diri agar tidak teprovokasi.

“Mendoakan keluarga korban agar dihiburkan dan diberi kekuatan oleh Tuhan, dan mendoakan agar para pelaku diberi kesadaran atas perilaku jahatnya,” ungkapnya.

Kecaman keras juga disuarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU). Pasca aksi teror berupa tindakan pembunuhan satu keluarga disertai pembakaran rumah di Desa Lembontonga, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Sabtu (28/11) lalu.

“Mencermati tragedi biadab yang melukai rasa kemanusiaan banyak pihak. Dan diduga dilakukan oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), saya mewakili rekan-rekan PCNU Tomohon menegaskan bahwa kekerasan apalagi sampai menimbulkan korban jiwa bukanlah merupakan ciri Islam Rahmatan lil ‘Alamin,” seru Ketua PCNU Tomohon Zamroni Khan, Minggu (29/11).

“Dan sejalan dengan instruksi pengurus pusat (PBNU,red) mengecam segala bentuk dan tindak kekerasan, termasuk di dalamnya adalah perilaku menyerang pihak-pihak yang dianggap memiliki perbedaan,” timpal Zamroni lagi.

Atasnya, Zamroni melanjutkan, ada empat seruan yang dikeluarkan PBN. Pertama, mengecam segala bentuk dan tindak kekerasan, termasuk di dalamnya adalah perilaku menyerang pihak-pihak yang dianggap memiliki perbedaan. Kedua, mendesak pemerintah Indonesia dan aparat keamanan untuk segera mengusut tuntas atas peristiwa tersebut dan menangkap pelaku kekerasan.

“Dan mengimbau kepada masyarakat dan segenap warga untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Kita serahkan proses pengusutan sepenuhnya kepada aparat keamanan,” pungkas Zamroni.

Terpisah, Ketua Umum Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Gomar Gultom meminta masyarakat tidak terprovokasi terhadap aksi teror yang dilakukan oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Kabuapten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). Ia optimistis masalah ini diselesaikan tuntas oleh aparat keamanan.

“Serahkan penanganan masalah ini sepenuhnya kepada aparat. Marilah kita semua bahu membahu menciptakan keamanan dan kenyamanan bersama,” ujar Gultom di Jakarta, Sabtu (28/11).

Sekelompok orang dengan sengaja membakar rumah dan rumah ibadah yang ada di Dusun Lewonu, Desa Lembantongoa, Sulteng. Tidak hanya membakar, pelaku juga membunuh 4 orang warga secara sadis.”Saya mengungkapkan belarasa kepada keluarga yang ditinggal dan umat Bala Keselamatan,” ujar Gultom.

Peristiwa tersebut dikayakan Gultom sangat mengenaskan. Mengingatkan beberapa kejadian berulang yang secara sporadis terjadi di daerah Sulawei Tengah. Kehadiran Negara diperlukan di seluruh pelosok negeri untuk memulihkan rasa aman dalam diri masyarakat.

“Terkait dengan ini saya sangat memohon agar aparat keamanan menuntaskan sisa-sisa kombatan teroris, agar masyarakat bebas dari ancaman teror, khususnya di sekitaran Poso dan Sigi,” ungkapnya.(mg-06/mg-07/yol/gnr)

MANADOPOST.ID-Peristiwa penyerangan Jemaat Gereja Bala Keselamatan di Sigi, Sulteng, didesak agar diusut tuntas. Opsir Pemimpin Gereja Bala Keselamatan Korps 4 Manado Mayor Albert Santu mengatakan, ini merupakan perbuatan yang tidak manusiawi.

“Saya mengutuk hal tersebut. Meminta agar aparat terutama pemerintah menangani lebih serius lagi karena masyarakat di sekitar tempat kejadian sangat ketakutan, sudah sejak dari lalu kejadian seperti ini banyak memakan korban,” sebut Santu saat diwawancarai Manado Post.

Mayor Santu juga berharap agar masyarakat setempat terutama jemaat-jemaat, agar tetap bersabar. Tidak membalas. “Tetap percaya, tetap teguh imannya, bahwa segala sesuatu selalu ada dalam campur tangan Tuhan. Percaya bahwa Tuhan tidak akan membiarkan,” pungkasnya.

Kasus ini juga mendapat perhatian Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS). Sekretaris Umum BPMS GMIM Pdt Evert Tangel menyebutkan, peristiwa ini sangat memprihatinkan. Karena masih ada orang yang tidak berprikemanusiaan.

Menurutnya setiap orang beragama pasti mendapat pengajaran, bahwa manusia itu ciptaan Tuhan. “Oleh karena itu (manusia) harus dihargai, dihormati dan dikasihi,” tutur Pdt Tangel.

Sebagai pimpinan gereja, Pdt Tangel meminta agar pemerintah dan kepolisian menuntaskan persoalan ini seadil-adilnya. Sambil mengajak semua jemaat dan masyarakat agar menahan diri agar tidak teprovokasi.

“Mendoakan keluarga korban agar dihiburkan dan diberi kekuatan oleh Tuhan, dan mendoakan agar para pelaku diberi kesadaran atas perilaku jahatnya,” ungkapnya.

Kecaman keras juga disuarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU). Pasca aksi teror berupa tindakan pembunuhan satu keluarga disertai pembakaran rumah di Desa Lembontonga, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Sabtu (28/11) lalu.

“Mencermati tragedi biadab yang melukai rasa kemanusiaan banyak pihak. Dan diduga dilakukan oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT), saya mewakili rekan-rekan PCNU Tomohon menegaskan bahwa kekerasan apalagi sampai menimbulkan korban jiwa bukanlah merupakan ciri Islam Rahmatan lil ‘Alamin,” seru Ketua PCNU Tomohon Zamroni Khan, Minggu (29/11).

“Dan sejalan dengan instruksi pengurus pusat (PBNU,red) mengecam segala bentuk dan tindak kekerasan, termasuk di dalamnya adalah perilaku menyerang pihak-pihak yang dianggap memiliki perbedaan,” timpal Zamroni lagi.

Atasnya, Zamroni melanjutkan, ada empat seruan yang dikeluarkan PBN. Pertama, mengecam segala bentuk dan tindak kekerasan, termasuk di dalamnya adalah perilaku menyerang pihak-pihak yang dianggap memiliki perbedaan. Kedua, mendesak pemerintah Indonesia dan aparat keamanan untuk segera mengusut tuntas atas peristiwa tersebut dan menangkap pelaku kekerasan.

“Dan mengimbau kepada masyarakat dan segenap warga untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Kita serahkan proses pengusutan sepenuhnya kepada aparat keamanan,” pungkas Zamroni.

Terpisah, Ketua Umum Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) Gomar Gultom meminta masyarakat tidak terprovokasi terhadap aksi teror yang dilakukan oleh kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Kabuapten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng). Ia optimistis masalah ini diselesaikan tuntas oleh aparat keamanan.

“Serahkan penanganan masalah ini sepenuhnya kepada aparat. Marilah kita semua bahu membahu menciptakan keamanan dan kenyamanan bersama,” ujar Gultom di Jakarta, Sabtu (28/11).

Sekelompok orang dengan sengaja membakar rumah dan rumah ibadah yang ada di Dusun Lewonu, Desa Lembantongoa, Sulteng. Tidak hanya membakar, pelaku juga membunuh 4 orang warga secara sadis.”Saya mengungkapkan belarasa kepada keluarga yang ditinggal dan umat Bala Keselamatan,” ujar Gultom.

Peristiwa tersebut dikayakan Gultom sangat mengenaskan. Mengingatkan beberapa kejadian berulang yang secara sporadis terjadi di daerah Sulawei Tengah. Kehadiran Negara diperlukan di seluruh pelosok negeri untuk memulihkan rasa aman dalam diri masyarakat.

“Terkait dengan ini saya sangat memohon agar aparat keamanan menuntaskan sisa-sisa kombatan teroris, agar masyarakat bebas dari ancaman teror, khususnya di sekitaran Poso dan Sigi,” ungkapnya.(mg-06/mg-07/yol/gnr)

Most Read

Artikel Terbaru

/