alexametrics
31.4 C
Manado
Senin, 16 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

KEREN! 6 Putra-Putri Sulawesi Utara Bertahan di Pelatnas PBSI 2022

MANADOPOST.ID— Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) sudah memanggil sejumlah atlet untuk mengikuti pelatnas pada tahun 2022.

Dalam surat nomor SKEP/007/1.3/I/2022 yang ditandatangani oleh Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna dan Sekretaris Jenderal Mohammad Fadil Imran, dari 88 nama, enam diantaranya adalah putra-putri Sulawesi Utara (Sulut).

Siapa saja mereka? Yang pertama, Greysia Polii, yang menjadi langganan Pelatnas PB PBSI. Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu diinformasikan membatalkan keputusannya untuk pensiun tahun ini. Hal ini diungkapnya via Twitter. Greysia menyatakan kembalinya dirinya ke Pelatnas PBSI demi kepentingan peblik yang lebih luas.

Di sektor ganda campuran ada Zachariah Josiahno Sumanti dan Winny Oktavina Kandow, Ikhsan L. Imanuel Rumbay di tunggal putra, Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan di ganda putra, serta Melani Mamahit ganda putri.

Sementara itu,mMenurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Rionny Mainaky, seluruh pemain yang dipanggil terdiri atas penghuni lama yang bertahan serta atlet baru. Pemain baru ini lolos lewat jalur seleksi nasional atau pemantauan prestasi.

“Tahun ini kami ingin dipanggil adalah atlet-atlet terbaik, yang siap bersaing di tingkat internasional dengan kondisi kesehatan yang baik dan minim potensi cedera,” ucap Rionny dalam konferensi pers virtual seperti dikutip dari Antara.

Dengan kriteria yang tinggi ini, berdampak pada pelaksanaan uji fisik dan mental yang dilangsungkan sebelum SK diterbitkan. Itu sebabnya, SK promosi-degradasi terbilang lambat dibanding tahun sebelumnya. “SK pemanggilan ini bukan lambat, tapi memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Rangkaian tesnya dilakukan setelah SK keluar,” ucap Rionny.

Kejutan terbesar dalam penentuan atlet pelatnas ini adalah tidak adanya nama ganda campuran nomor satu dan dua Indonesia yakni Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. Tidak dipanggilnya Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria itu seakan mengonfirmasi isu yang berkembang pada awal Januari lalu.

Selain atlet, PBSI juga memanggil 21 pelatih untuk bergabung di pelatnas. Mereka terdiri atas 17 pelatih teknik dan empat pelatih fisik. Terdapat beberapa perubahan dalam susunan pelatih pelatnas tahun 2022. Antara lain tidak adanya pelatih kepala tunggal putra Hendry Saputra dan asisten pelatih ganda putri Chafidz Yusuf. Sementara itu Ricky Susiono mundur karena alasan pribadi. Dia menyusul Richard Mainaky yang sudah lebih dulu mundur.

Disinggung mengenai atlet yang terdegradasi, Rionny mengatakan bahwa semuanya sudah melalui penilaian yang sesuai dengan kriteria dan parameter yang ditetapkan oleh PBSI. “Ada beberapa atlet yang kami pulangkan ke klub setelah dua tahun terakhir tidak memenuhi standar parameter performa yang kami berikan,” ucap Rionny.

“Kami tetap berterima kasih kepada mereka atas kinerja yang telah diberikan selama di pelatnas. Kami harap mereka semua bisa terus berjuang untuk berprestasi, walau berkarir di luar pelatnas,” imbuhnya.

Rionny menegaskan bahwa pelatnas PBSI akan memberikan kesempatan kepada pebulu tangkis muda untuk menunjukkan kualitas dan performa sebagai bagian dari regenerasi. “Visi dan misi pelatnas PBSI mulai tahun ini adalah memberikan banyak kesempatan atlet muda untuk berkembang, sekaligus menyiapkan tenaga terbaik menuju Olimpiade Paris 2024,” ucap Rionny.(ant/jpc/tan)

MANADOPOST.ID— Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) sudah memanggil sejumlah atlet untuk mengikuti pelatnas pada tahun 2022.

Dalam surat nomor SKEP/007/1.3/I/2022 yang ditandatangani oleh Ketua Umum PP PBSI Agung Firman Sampurna dan Sekretaris Jenderal Mohammad Fadil Imran, dari 88 nama, enam diantaranya adalah putra-putri Sulawesi Utara (Sulut).

Siapa saja mereka? Yang pertama, Greysia Polii, yang menjadi langganan Pelatnas PB PBSI. Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu diinformasikan membatalkan keputusannya untuk pensiun tahun ini. Hal ini diungkapnya via Twitter. Greysia menyatakan kembalinya dirinya ke Pelatnas PBSI demi kepentingan peblik yang lebih luas.

Di sektor ganda campuran ada Zachariah Josiahno Sumanti dan Winny Oktavina Kandow, Ikhsan L. Imanuel Rumbay di tunggal putra, Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan di ganda putra, serta Melani Mamahit ganda putri.

Sementara itu,mMenurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Rionny Mainaky, seluruh pemain yang dipanggil terdiri atas penghuni lama yang bertahan serta atlet baru. Pemain baru ini lolos lewat jalur seleksi nasional atau pemantauan prestasi.

“Tahun ini kami ingin dipanggil adalah atlet-atlet terbaik, yang siap bersaing di tingkat internasional dengan kondisi kesehatan yang baik dan minim potensi cedera,” ucap Rionny dalam konferensi pers virtual seperti dikutip dari Antara.

Dengan kriteria yang tinggi ini, berdampak pada pelaksanaan uji fisik dan mental yang dilangsungkan sebelum SK diterbitkan. Itu sebabnya, SK promosi-degradasi terbilang lambat dibanding tahun sebelumnya. “SK pemanggilan ini bukan lambat, tapi memang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Rangkaian tesnya dilakukan setelah SK keluar,” ucap Rionny.

Kejutan terbesar dalam penentuan atlet pelatnas ini adalah tidak adanya nama ganda campuran nomor satu dan dua Indonesia yakni Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. Tidak dipanggilnya Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria itu seakan mengonfirmasi isu yang berkembang pada awal Januari lalu.

Selain atlet, PBSI juga memanggil 21 pelatih untuk bergabung di pelatnas. Mereka terdiri atas 17 pelatih teknik dan empat pelatih fisik. Terdapat beberapa perubahan dalam susunan pelatih pelatnas tahun 2022. Antara lain tidak adanya pelatih kepala tunggal putra Hendry Saputra dan asisten pelatih ganda putri Chafidz Yusuf. Sementara itu Ricky Susiono mundur karena alasan pribadi. Dia menyusul Richard Mainaky yang sudah lebih dulu mundur.

Disinggung mengenai atlet yang terdegradasi, Rionny mengatakan bahwa semuanya sudah melalui penilaian yang sesuai dengan kriteria dan parameter yang ditetapkan oleh PBSI. “Ada beberapa atlet yang kami pulangkan ke klub setelah dua tahun terakhir tidak memenuhi standar parameter performa yang kami berikan,” ucap Rionny.

“Kami tetap berterima kasih kepada mereka atas kinerja yang telah diberikan selama di pelatnas. Kami harap mereka semua bisa terus berjuang untuk berprestasi, walau berkarir di luar pelatnas,” imbuhnya.

Rionny menegaskan bahwa pelatnas PBSI akan memberikan kesempatan kepada pebulu tangkis muda untuk menunjukkan kualitas dan performa sebagai bagian dari regenerasi. “Visi dan misi pelatnas PBSI mulai tahun ini adalah memberikan banyak kesempatan atlet muda untuk berkembang, sekaligus menyiapkan tenaga terbaik menuju Olimpiade Paris 2024,” ucap Rionny.(ant/jpc/tan)

Most Read

Artikel Terbaru

/