alexametrics
26.4 C
Manado
Sabtu, 28 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Lawan China di Final, Greysia Polii/Apriyani: Mohon Doa Restu

MANADOPOST.ID—Lawan yang bukan mudah akan dihadapi pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu di babak final bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020, Senin (2/8). Greys/Apriyani akan bertemu dengan ranking 2 dunia, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dari China, yang menaklukkan ganda Korea Selatan, Sabtu (31/7).

“Saya belum ingin puas dulu, kami masih harus bermain untuk emas,” ujar Apri, dilansir dari laman resmi PBSI. Greys pun meminta doa dan dukungan masyarakat Indonesia, bagi perjuangan mereka nanti. “Ya, masih ada tugas yang kami harus selesaikan. Saya belum banyak yang bisa disampaikan tapi kami memohon doa restu dan dukungan seluruh rakyat Indonesia untuk kami di final. Semoga kami bisa memberikan yang terbaik,” sambung Greys.

Diketahui, perjalanan panjang dua pebulutangkis beda 10 tahun ini, menuju final Olimpiade tak mudah. Pasangan ini tergabung di grup A babak penyisihan. Bersama wakil dari Britania Raya, Malaysia, dan pasangan Jepang. Tiga pertandingan yang dimainkan di babak penyisihan disapu bersih pebulutangkis yang dipasangkan pada 2017 itu.

Greys/Apriyani berhasil membungkam wakil Malaysia dan Britania Raya dua set langsung. Sementara ketika berhadapan dengan Jepang, mereka unggul setelah dipaksa main rubber set oleh pasangan ranking 1 dunia itu. Selanjutnya di babak perempat final, Greys/Apriyani main tiga set dan unggul dari wakil China, Du Yue/Li Yin Hui. Di laga semifinal, dua pebulutangkis asal pulau Sulawesi ini, mengalahkan ganda Korea Selatan dua set langsung.(gel)

MANADOPOST.ID—Lawan yang bukan mudah akan dihadapi pasangan ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu di babak final bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020, Senin (2/8). Greys/Apriyani akan bertemu dengan ranking 2 dunia, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan dari China, yang menaklukkan ganda Korea Selatan, Sabtu (31/7).

“Saya belum ingin puas dulu, kami masih harus bermain untuk emas,” ujar Apri, dilansir dari laman resmi PBSI. Greys pun meminta doa dan dukungan masyarakat Indonesia, bagi perjuangan mereka nanti. “Ya, masih ada tugas yang kami harus selesaikan. Saya belum banyak yang bisa disampaikan tapi kami memohon doa restu dan dukungan seluruh rakyat Indonesia untuk kami di final. Semoga kami bisa memberikan yang terbaik,” sambung Greys.

Diketahui, perjalanan panjang dua pebulutangkis beda 10 tahun ini, menuju final Olimpiade tak mudah. Pasangan ini tergabung di grup A babak penyisihan. Bersama wakil dari Britania Raya, Malaysia, dan pasangan Jepang. Tiga pertandingan yang dimainkan di babak penyisihan disapu bersih pebulutangkis yang dipasangkan pada 2017 itu.

Greys/Apriyani berhasil membungkam wakil Malaysia dan Britania Raya dua set langsung. Sementara ketika berhadapan dengan Jepang, mereka unggul setelah dipaksa main rubber set oleh pasangan ranking 1 dunia itu. Selanjutnya di babak perempat final, Greys/Apriyani main tiga set dan unggul dari wakil China, Du Yue/Li Yin Hui. Di laga semifinal, dua pebulutangkis asal pulau Sulawesi ini, mengalahkan ganda Korea Selatan dua set langsung.(gel)

Most Read

Artikel Terbaru

/