alexametrics
27.4 C
Manado
Kamis, 19 Mei 2022

Banner Mobile (Anymind)

Sempat Ingin Pensiun, Ini Cerita Jatuh-Bangun Greysia Polii yang Akhirnya Tembus Final Olimpiade

MANADOPOST.ID—Insiden Olimpiade London 2012 punya hikmah tersendiri bagi Greysia Polii. Ketika itu Greysia dan pasangannya di ganda putri Indonesia, Meiliana Jauhari, didiskualifikasi bersama pasangan China dan Korea.

Sembilan tahun setelah peristiwa itu, Greys yang berpasangan dengan Apriyani Rahayu, melaju ke final ganda putri di Tokyo 2020. Mereka menjadi pasangan ganda putri Indonesia pertama yang masuk final Olimpiade.

Dilansir dari laman resmi BWF, Greysia bercerita jika dia sempat berpikir untuk pensiun. Itu terjadi usai Olimpiade Rio De Janeiro 2016. Pasangannya di ganda putri Nitya Krishinda Maheswari operasi bahu dan memutuskan pensiun.

“Begitu banyak orang, bukan hanya saya, telah melalui kesulitan dan momen tak terlupakan juga. Saya kira Olimpiade London mengajari saya tidak pernah menyerah pada impian Anda. Dan saya tahu saya tidak hanya mengatakannya, saya ingin bersungguh-sungguh setiap hari dalam hidup saya. Saya benar-benar menjalani hari demi hari. Itu hanya bonus dari Tuhan, saya bisa berada di sini dan di final Olimpiade pada tahun 2021,” kata Greysia sebagaimana dilansir dari laman BWF.

Greysia yang sempat berpikir untuk berhenti dari olahraga pasca Olimpiade Rio, ditahan pelatihnya Eng Hian serta keluarganya. Yang meyakinkan dia terus bermain. Kemudian datanglah seorang pebulutangkis muda dan tangguh, yang memberinya kekuatan dan memungkinkan dia bermain.

“Ini merupakan perjalanan panjang bagi saya. Begitulah cara Anda ingin menunggu dan bertahan. Dia (Apriyani) bangkit entah dari mana, tiba-tiba di tahun 2017 ketika saya hendak pensiun usai Rio 2016. Pada 2017 saya berada di tim nasional dan akan berhenti ketika pasangan saya (Maheswari) cedera dan menjalani operasi, tetapi pelatih saya mengatakan tunggu sebentar dan bantu pemain muda untuk bangkit. Dan dia (Apriyani) datang. Dan kemudian kami memenangkan Korea Open dan Thailand Open. Saya seperti, ya Tuhan, saya harus berlari selama empat tahun lagi!,” kata Greys.

Pebulutangkis berusia 33 tahun ini mengaku dia tak muda lagi.

“Saya tidak muda lagi. Tapi akhirnya dia (Apriyani) muncul. Lama banget saya nunggunya. Ini luar biasa. Saya kira situasi dan kondisi di lapangan benar-benar ada pada kami. Pertandingan hari ini kami hanya ingin memberikan yang terbaik. Kami sudah kalah dan menang melawan pasangan ini, jadi kami tidak ingin memikirkan itu, kami hanya ingin mempersiapkan yang terbaik. Apa lagi yang bisa saya katakan?” lanjutnya lagi. Greysia menyebut Apriyani merupakan cadangan energi baginya. Dia dan Apriyani saling memotivasi.

“Aku terus memberi tahu Greysia, jangan berhenti, main saja denganku. Dan saya diyakinkan oleh motivasinya, kerja kerasnya setiap hari, gritnya, dan keinginannya untuk menjadi juara,” tandas Apriyani.(gel)

 

MANADOPOST.ID—Insiden Olimpiade London 2012 punya hikmah tersendiri bagi Greysia Polii. Ketika itu Greysia dan pasangannya di ganda putri Indonesia, Meiliana Jauhari, didiskualifikasi bersama pasangan China dan Korea.

Sembilan tahun setelah peristiwa itu, Greys yang berpasangan dengan Apriyani Rahayu, melaju ke final ganda putri di Tokyo 2020. Mereka menjadi pasangan ganda putri Indonesia pertama yang masuk final Olimpiade.

Dilansir dari laman resmi BWF, Greysia bercerita jika dia sempat berpikir untuk pensiun. Itu terjadi usai Olimpiade Rio De Janeiro 2016. Pasangannya di ganda putri Nitya Krishinda Maheswari operasi bahu dan memutuskan pensiun.

“Begitu banyak orang, bukan hanya saya, telah melalui kesulitan dan momen tak terlupakan juga. Saya kira Olimpiade London mengajari saya tidak pernah menyerah pada impian Anda. Dan saya tahu saya tidak hanya mengatakannya, saya ingin bersungguh-sungguh setiap hari dalam hidup saya. Saya benar-benar menjalani hari demi hari. Itu hanya bonus dari Tuhan, saya bisa berada di sini dan di final Olimpiade pada tahun 2021,” kata Greysia sebagaimana dilansir dari laman BWF.

Greysia yang sempat berpikir untuk berhenti dari olahraga pasca Olimpiade Rio, ditahan pelatihnya Eng Hian serta keluarganya. Yang meyakinkan dia terus bermain. Kemudian datanglah seorang pebulutangkis muda dan tangguh, yang memberinya kekuatan dan memungkinkan dia bermain.

“Ini merupakan perjalanan panjang bagi saya. Begitulah cara Anda ingin menunggu dan bertahan. Dia (Apriyani) bangkit entah dari mana, tiba-tiba di tahun 2017 ketika saya hendak pensiun usai Rio 2016. Pada 2017 saya berada di tim nasional dan akan berhenti ketika pasangan saya (Maheswari) cedera dan menjalani operasi, tetapi pelatih saya mengatakan tunggu sebentar dan bantu pemain muda untuk bangkit. Dan dia (Apriyani) datang. Dan kemudian kami memenangkan Korea Open dan Thailand Open. Saya seperti, ya Tuhan, saya harus berlari selama empat tahun lagi!,” kata Greys.

Pebulutangkis berusia 33 tahun ini mengaku dia tak muda lagi.

“Saya tidak muda lagi. Tapi akhirnya dia (Apriyani) muncul. Lama banget saya nunggunya. Ini luar biasa. Saya kira situasi dan kondisi di lapangan benar-benar ada pada kami. Pertandingan hari ini kami hanya ingin memberikan yang terbaik. Kami sudah kalah dan menang melawan pasangan ini, jadi kami tidak ingin memikirkan itu, kami hanya ingin mempersiapkan yang terbaik. Apa lagi yang bisa saya katakan?” lanjutnya lagi. Greysia menyebut Apriyani merupakan cadangan energi baginya. Dia dan Apriyani saling memotivasi.

“Aku terus memberi tahu Greysia, jangan berhenti, main saja denganku. Dan saya diyakinkan oleh motivasinya, kerja kerasnya setiap hari, gritnya, dan keinginannya untuk menjadi juara,” tandas Apriyani.(gel)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/