25.4 C
Manado
Minggu, 14 Agustus 2022

Adem Ayem Menghanyutkan

Oleh: Angel Rumeen

BELUM lama ini, Badan Geologi Kementerian ESDM mengumumkan status Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe naik menjadi waspada. Diketahui Gunung Awu sudah cukup lama ‘tidur’ dan statusnya di level I.

Dilansir dari laman Wikipedia, Gunung Awu adalah gunung dengan jenis stratovolcano yang terletak di Kepulauan Sangihe. Letusan besar terjadi pada tahun-tahun 1711, 1812, 1856, 1892 and 1966 yang menyebabkan lebih 8000 orang tewas akibat letusan gunung Awu.

Layaknya Gunung Awu yang tampak ‘tertidur’, mungkin seperti itu perpolitikan Sulawesi Utara (Sulut) pada tahun 2021 ini. Tak banyak mencatatkan riak-riak yang mengguncang publik. Masih adem-ayem.

1491945 Adx_ManadoPost_InPage_Mobile

Tahun ini PDI Perjuangan melegitimasi keperkasaannya di jajaran kepala daerah. Awal tahun diawali pelantikan gubernur dan wakil gubernur yang notabene ‘berjubah’ merah.
Disusul pelantikan kepala daerah di tujuh kabupaten/kota. Yang dominan berasal dari partai berlambang banteng moncong putih. Yakni Manado, Minahasa Selatan, Tomohon, Bitung, Minahasa Utara, Bolmong Selatan hasil pemilihan 2020. Ini kian mengukuhkan PDI Perjuangan sebagai ‘penguasa’ di Provinsi Sulawesi Utara.

Sepanjang 2021, PDI Perjuangan bisa dikatakan partai politik yang paling aktif konsolidasi. Meski tahun politik 2024 masih cukup jauh. Mesin partai terus bergerak. Termasuk para kader partai direkrut masuk di struktur pemerintahan atau perusahaan daerah, hingga staf khusus kepala daerah. Performa partai politik lain nyaris tertutup dengan tampilnya PDI Perjuangan.

Partai Golkar memang awal tahun sempat jadi buah bibir masyarakat. Sayangnya itu dituai bukan dari hal positif. Melainkan lahir dari kasus Ketua Harian James Arthur Kojongian yang berbuntut pada sanksi pemberhentian Wakil Ketua DPRD Sulut. Nama beringin benar-benar jatuh di mata masyarakat. Hingga sekarang, putusan pada Februari itu masih menggantung. Imbas lain masalah ini, kepemimpinan Christiany Eugenia Paruntu (CEP) sebagai Ketua DPD I Golkar Sulut terus digoyang. Bahkan sempat keluar mosi tidak percaya dari sebagian besar DPD II. CEP masih sakti. Nyatanya sampai sekarang, itu dimentahkan.

Perjalanan politik Sulut tahun ini diwarnai beberapa pergantian ketua partai besar. Yakni Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Perindo. Maka persaingan menuju Pemilu 2024 akan semakin sengit. Dengan masuknya Elly Engelbert Lasut (E2L) yang resmi memperkuat Partai Demokrat sebagai Ketua DPD Sulut. Kharisma Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud ini tak bisa dibantah. Trik dan strategi politiknya harus diakui. Sudah ada bukti. Sang putri, Hillary Brigita Lasut yang tercatat sebagai anggota DPR RI termuda mampu unjuk gigi di Senayan.

Politik di Sulut memang terkesan adem-ayem. Tenang-tenang saja. Tak banyak riak. Sepertinya sedang rehat setelah mesinnya bekerja non stop mempersiapkan pemilihan legislatif 2019 dan Pilkada serentak 2020. Dua tahun berturut pesta demokrasi memaksa para politisi memutar otak mempertahankan bahkan merebut kekuasaan.

Namun bukan berarti di balik ‘tidurnya’ politik Sulut tahun ini, lalu konsolidasi tidak berjalan. Bak gunung mau meletus, suhu mulai memanas. Ada politisi yang mulai ‘turun gunung’.

Pertemuan-pertemuan antar tokoh politik rutin berlangsung. Gempa-gempa kecil akan mulai muncul. Gerilya-gerilya politik untuk menjaga kursi kekuasaan dilakoni para politisi. Sepertinya kuda-kuda mulai dipasang. 2024 memang masih tiga tahun. Tapi bagi dunia politik, itu sudah di depan mata. Tinggal tunggu meletus saja.(*)

Oleh: Angel Rumeen

BELUM lama ini, Badan Geologi Kementerian ESDM mengumumkan status Gunung Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe naik menjadi waspada. Diketahui Gunung Awu sudah cukup lama ‘tidur’ dan statusnya di level I.

Dilansir dari laman Wikipedia, Gunung Awu adalah gunung dengan jenis stratovolcano yang terletak di Kepulauan Sangihe. Letusan besar terjadi pada tahun-tahun 1711, 1812, 1856, 1892 and 1966 yang menyebabkan lebih 8000 orang tewas akibat letusan gunung Awu.

Layaknya Gunung Awu yang tampak ‘tertidur’, mungkin seperti itu perpolitikan Sulawesi Utara (Sulut) pada tahun 2021 ini. Tak banyak mencatatkan riak-riak yang mengguncang publik. Masih adem-ayem.

Tahun ini PDI Perjuangan melegitimasi keperkasaannya di jajaran kepala daerah. Awal tahun diawali pelantikan gubernur dan wakil gubernur yang notabene ‘berjubah’ merah.
Disusul pelantikan kepala daerah di tujuh kabupaten/kota. Yang dominan berasal dari partai berlambang banteng moncong putih. Yakni Manado, Minahasa Selatan, Tomohon, Bitung, Minahasa Utara, Bolmong Selatan hasil pemilihan 2020. Ini kian mengukuhkan PDI Perjuangan sebagai ‘penguasa’ di Provinsi Sulawesi Utara.

Sepanjang 2021, PDI Perjuangan bisa dikatakan partai politik yang paling aktif konsolidasi. Meski tahun politik 2024 masih cukup jauh. Mesin partai terus bergerak. Termasuk para kader partai direkrut masuk di struktur pemerintahan atau perusahaan daerah, hingga staf khusus kepala daerah. Performa partai politik lain nyaris tertutup dengan tampilnya PDI Perjuangan.

Partai Golkar memang awal tahun sempat jadi buah bibir masyarakat. Sayangnya itu dituai bukan dari hal positif. Melainkan lahir dari kasus Ketua Harian James Arthur Kojongian yang berbuntut pada sanksi pemberhentian Wakil Ketua DPRD Sulut. Nama beringin benar-benar jatuh di mata masyarakat. Hingga sekarang, putusan pada Februari itu masih menggantung. Imbas lain masalah ini, kepemimpinan Christiany Eugenia Paruntu (CEP) sebagai Ketua DPD I Golkar Sulut terus digoyang. Bahkan sempat keluar mosi tidak percaya dari sebagian besar DPD II. CEP masih sakti. Nyatanya sampai sekarang, itu dimentahkan.

Perjalanan politik Sulut tahun ini diwarnai beberapa pergantian ketua partai besar. Yakni Partai Gerindra, Partai Demokrat, dan Partai Perindo. Maka persaingan menuju Pemilu 2024 akan semakin sengit. Dengan masuknya Elly Engelbert Lasut (E2L) yang resmi memperkuat Partai Demokrat sebagai Ketua DPD Sulut. Kharisma Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud ini tak bisa dibantah. Trik dan strategi politiknya harus diakui. Sudah ada bukti. Sang putri, Hillary Brigita Lasut yang tercatat sebagai anggota DPR RI termuda mampu unjuk gigi di Senayan.

Politik di Sulut memang terkesan adem-ayem. Tenang-tenang saja. Tak banyak riak. Sepertinya sedang rehat setelah mesinnya bekerja non stop mempersiapkan pemilihan legislatif 2019 dan Pilkada serentak 2020. Dua tahun berturut pesta demokrasi memaksa para politisi memutar otak mempertahankan bahkan merebut kekuasaan.

Namun bukan berarti di balik ‘tidurnya’ politik Sulut tahun ini, lalu konsolidasi tidak berjalan. Bak gunung mau meletus, suhu mulai memanas. Ada politisi yang mulai ‘turun gunung’.

Pertemuan-pertemuan antar tokoh politik rutin berlangsung. Gempa-gempa kecil akan mulai muncul. Gerilya-gerilya politik untuk menjaga kursi kekuasaan dilakoni para politisi. Sepertinya kuda-kuda mulai dipasang. 2024 memang masih tiga tahun. Tapi bagi dunia politik, itu sudah di depan mata. Tinggal tunggu meletus saja.(*)

Most Read

Artikel Terbaru

/