Oleh: Marlon Sumaraw
Masuk akalkah judul ini ? Jawabannya, boleh percaya, tidak pun boleh.
Ya, tak dipungkiri dan dunia mengakui bahwa orang-orang Yahudi banyak yang genius. Mereka terbukti hampir menguasai dunia sekarang ini. Bahkan banyak tak sadar mereka men-drive informasi di Indonesia.
Setir info ? Yes. Sejak ‘negara’ meta (Facebook, Instagram, WhastApp) dan Google yang sekarang ber-‘penduduk’ 2 M belum lahir, info-info hanya bisa diakses lewat radio, televisi, koran, dan media online.
Sekarang mengerikan. Pemimpin Platform Asing tersebut, bisa memilih info (bahkan memanipulasi) sehingga menjadi trending topik sedunia, popular khusus di Indonesia, atau viral di provinsi tertentu, atau di distrik mana saja.
Ibarat jarum vaksin, begitu disuntik atau ditembakkan ke dalam tubuh (audiens), umumnya informasi itu akan ditelan dan jadi imun referensi para penerima vaksin.
Jangan heran. Seseorang akan dicap negatif ataupun positif, hitam ataupun putih, tergantung mereka. Atau tergantung yang bayar.
Pendek kata, informasi dan ekonomi dikuasai mereka orang-orang Yahudi, sang pemilik Platform Asing, seperti Mark Zuckerberg, Bill Gates dll.
Itu sebabnya Presiden Jokowi didesak mengeluarkan aturan main. Karena negara-negara berpenduduk besar seperti India, Indonesia, Brasil, dll adalah netizennya alias pasar mereka. Tapi minus China, sebab Pemerintah Tiongkok selektif terhadap platform asing dan boleh dikata memblokir mereka.
Konsekuensi kemajuan teknologi atau digitalisasi media ini membuat kita semua tunduk pada trending topic yang dimain-mainkan platform-nya orang-orang Yahudi itu.
Bila content tidak mengikuti trend mereka, maka siap-siaplah tidak mendapatkan pembaca, penonton, pendengar.
Atas realitas tersebut, maka agenda politik Pemilu, Pilpres dan Pilkada 2024 di seantero Indonesia, kita akan tunduk dan tergantung mereka.
Siapa Presiden baru dan Kepala Daerah baru, mereka pada akhirnya akan jadi salah satu penentu. Opini publik ada di genggam orang-orang Yahudi, pemilik platform.
Itu soal content. Lain lagi soal uang. Belanja iklan triliunan rupiah pasti disedot mereka. Misalnya iklan di media sosial atau media online, 80% dihisap orang-orang keturunan Yahudi pemilik platform asing.
Mereka sekarang benar-benar menjelma menjadi pemimpin dunia. Benar Presiden RI Jokowi memimpin 250 juta penduduk. Tapi mereka memiliki 2 Miliar “penduduk” dunia, termasuk Indonesia.
Negara kita sekarang ini pun terancam hilang jatidiri. Ambil contoh ulah buzzer yang berhasil mencuci otak orang Indonesia.
Seorang pemimpin sekarang ini, walaupun salah kebijakannya, bisa aman-aman saja dengan menggunakan buzzer. Karena satu berita mengkritisi, dalam tempo cepat akan dibalas 1000 content pembelaan. Tak mungkinlah kita melawan robot atau mesin.
Maka cerdik-cerdiklah seperti ular. Karena perjuangan ini melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, dan melawan roh-roh jahat di udara.
Wkwkwkwkwkwkw…
Hanya ada satu kata, LAWAN.
Sekalipun Simon Berkuasa.
Terima Kasih.(*)