Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII Gelar Pendokumentasian Jalur Rempah di Pulau Terluar Indonesia

Toar Rotulung • Jumat, 1 September 2023 | 19:39 WIB
Tim pendataan objek budaya sedang melakukan penelitian di depan Gua Tengkorak.
Tim pendataan objek budaya sedang melakukan penelitian di depan Gua Tengkorak.

MANADOPOST.ID - Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII dengan antusias mengumumkan keberhasilan pelaksanaan kegiatan pendokumentasian warisan budaya yang terkait erat dengan Jalur Rempah. Sebuah jalur bersejarah yang menghubungkan kita dengan jejak perjalanan perdagangan rempah-rempah dari masa lampau.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII, Sri Sugiharta, S.S., M.P.A., menyatakan bahwa kegiatan ini ditujukan dalam rangka mendokumentasikan potensi warisan budaya di pulau-pulau terluar Indonesia, khususnya yang berhubungan dengan Jalur Rempah yang sekarang sedang dalam proses pengusulan menjadi Warisan Dunia.

Tim pendataan objek budya sedang melakukan wawancara
Tim pendataan objek budya sedang melakukan wawancara


Kegiatan pendokumentasian yang berlangsung dari tanggal 17 - 29 Agustus 2023 ini difokuskan di Pulau Siau, Kab. Kep. Sitaro. Sebuah pulau yang termasuk dalam gugusan pulau-pulau terluar Indonesia.

Tim Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII telah berhasil melakukan eksplorasi dan pemutakhiran data Objek Diduga Cagar Budaya dan Objek Pemajuan Kebudayaan yang terkait dengan Jalur Rempah.
Foto: Objek budaya Goa Tengkorak
Foto: Objek budaya Goa Tengkorak

Dari tempayan tua yang dipercaya masyarakat memiliki hubungan dengan kedatangan bangsa Eropa, makam-makam raja yang pernah menjadi saksi kedatangan bangsa Barat, hingga pelabuhan bersejarah dan pasar tradisional di Siau.

Tim Pendataan Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) berhasil mencatat beberapa OPK antara lain adalah Undang Mateti, Kue Tamo, Seke Magurang dan Bebihe.
Foto: Objek Budaya Benzale / Tempayang Beong
Foto: Objek Budaya Benzale / Tempayang Beong


Di sisi lain, Tim Pendataan Cagar Budaya berhasil menemukan artefak bersejarah seperti Benzale / Tempayang Beong, dan mengidentifikasi beragam situs bersejarah lainnya seperti Makam Hengkeng U Naung, Gua Tengkorang Dolondasi, Kompleks Paaljawa Paseng, Kompleks Paaljawa Istri Raja Yacob Ponto, dan lain sebagainya.

Melalui pendekatan ini, Tim tidak hanya terbatas pada pengumpulan data semata, namun juga berhasil meresapi dan memahami secara mendalam nilai budaya serta sejarah yang melekat pada perjalanan ini.

Tim pendataan objek sedang melakukan wawancara dengan masyarakat.
Tim pendataan objek sedang melakukan wawancara dengan masyarakat.

Dengan dukungan masyarakat, para pelaku budaya, pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait, Tim berhasil mendata dan mengumpulkan informasi tentang objek pemajuan kebudayaan, khususnya berupa pengetahuan tradisional, dan objek diduga cagar budaya yang memberikan wawasan tentang perjalanan dan posisi penting Siau sebagai Jalur Rempah pada masa lalu. (tor)

Editor : Toar Rotulung
#warisan budaya #Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVII