Kejadian ini bermula ketika pengemudi tersebut terpaksa berhenti di depan rumah pelanggan karena hujan deras. Awalnya, ia hanya berniat menunggu sampai hujan reda di teras rumah.
Namun, rupanya pemilik rumah yang sedang merayakan Idul Fitri mengundangnya masuk untuk berteduh. Tidak hanya itu, ia juga disuguhi hidangan lebaran, meskipun ia seorang Non Muslim.
“Saya hanya ingin menunggu hujan berhenti, tapi cs (customer) mengajak saya masuk dan makan bersama. Kebetulan, terakhir makan tadi pagi dan sudah kena hujan, jadi tanpa pikir panjang saya menerima ajakan mereka,” ungkap Evan Ngantung dalam postingan yang dibagikan di media sosialnya.
“Inilah salah satu alasan saya bangga tinggal di Manado. Meski berbeda keyakinan, tetap ada rasa saling menghargai. Mungkin saya hanya seorang driver biasa, tapi perlakuan tuan rumah itu sangat berarti bagi saya meskipun saya bukan beragama Islam,” tambahnya.
Menurutnya, pengalaman ini menjadi bukti nyata bahwa toleransi di Manado tetap terjaga. Walaupun berbeda suku dan agama, sikap saling menghormati dan berbagi tetap kuat di tengah masyarakat.(gnr)
Editor : Grand Regar