Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Polisi Bubarkan Tim Doa Alfa Omega, Ini Alasannya

Chanly Mumu (UKW: 17401) • Jumat, 23 April 2021 | 10:03 WIB
Ilustrasi aliran sesat.
Ilustrasi aliran sesat.
MANADOPOST.ID – Pihak kepolisian membubarkan kelompok Tim Doa Alfa Omega di Kabupaten Supiori, Papua, Selasa (20/4/2021). Alasannya, ternyata Tim Doa Alfa Omega dalam ibadah atau ritualnya melegalkan persetubuhan. Bahkan ada anggota yang sampai hamil. Tim Doa ini dinilai sesat. Dilansir dari cendrawasihpos.co.id, polisi mengambil langkah tegas dengan membubarkan Tim Doa tersebut, Selasa (24/4) lalu. Langkah tegas ini diambil Polres Supiori bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Supiori dan Klasis Supiori. Mereka menilai, Tim Doa tersebut yang sudah melenceng dari ajaran kristen. Diketahui, Tim Doa ini awalnya melakukan aktivitas di Biak Barat, kemudian menyebarkan ke Supiori. Petugas Polres Supiori bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Supiori dan Klasis Supiori membongkar baliho Tim Doa Alfa Omega, Selasa (20/4). (Polres Supiori/Cendrawasihpos) AKBP Moh Darodjat Daimboa, Kapolres Kapolres Supiori,  membeberkan, asal-usul Tim Doa Alfa Omega itu. Dia menjelaskan, Tim Doa itu muncul karena ada orangtua bernama Apus yang pernah melakukan ibadah di Kampung Kyamdori. Apus berdoa di atas batu yang kini disembah oleh kelompok Tim Doa Alfa Omega. Apus sendiri sudah lama meninggal. Namun entah bagaimana muncul ajaran yang dianggap masih berkaitan dengan sejarah batu tempat berdoa Apus. “Batu ini dianggap sebagai tempatnya Tuhan, sehingga pengikut Doa Alfa Omega sering melakukan ritual di batu tersebut,” kata Kapolres. Dalam pengeledahan, lanjut Kapolres, pihaknya sudah mengamankan sejumlah barang bukti. “Di antaranya dokumen, id card, baliho, bendera, batu dan senjata tajam,” ujarnya. Informasi yang diperoleh Cenderawasih Pos, ajaran ini melegalkan persetubuhan di lokasi tempat ibadah Tim Doa Alfa Omega. Di lokasi itu dibangun pondok–pondok yang diduga dipakai untuk melakukan persetubuhan dengan lawan jenis. Lalu ada kegiatan malam hari, yakni naik ke atas bukit secara berpasang–pasangan tanpa busana. Sesampainya di atas bukit, mereka diperbolehkan melakukan hubungan layaknya suami istri hingga pagi hari. Jika tidak melakukan hubungan, maka dianggap tidak menerima ajaran Tuhan. Gara-gara aktivitas menyesatkan itu, beberapa perempuan dikabarkan hamil. Aliran Tim Doa ini diprediksi sudah memiliki pengikut sekira 100 orang. (ade/nat/cendrawasihpos) Editor : Chanly Mumu (UKW: 17401)
#Polisi #alfta omega #polres #aliran sesat #tim doa #tim doa alfa omega #sesat